CHOKYUNIE

Spoiler SK Version || Sequel 20

167 Komentar


SPO3

Title : Spoiler  SK Version || Sequel

Length : 20

Rating : NC 21

Genre : Romance, Drama, etc…

Cast : Cho Kyuhyun || Seo Joohyun || Park Jiyeon

Sorry always there typos

Happy Reading…. ^^

.

Kedaan kacau sepertinya paling sangat dirasakan sosok ini sekarang. Betapa tidak, dia tengah terjepit sekaligus merasa lega meski itu tidaklah seberapa. Jiyeon, sosok itu, saat ini tengah meregangkan seluruh ototnya yang terasa begitu kaku selepas berpura-pura sakit parah dan memang harus sedikit merelakan sebagian dari anggota tubuhnya untuk merasakan luka. Tidak apa…yang terpenting sekarang ada sedikit ruang baginya untuk lepas dari tempat busuk bernamakan penjara.

Jiyeon tersenyum samar. Kecantikan yang dia miliki ternyata masih berguna. Tentu saja berguna karena berkat kecantikannya, dia bisa kembali memperdaya pria tua namun kaya raya seperti tuan Im untuk mau membantunya melarikan diri dari dalam tahanan. Meski tidak bisa dikatakan dia sudah berada pada zona aman karena sejatinya masih seorang buronan, paling tidak peluang yang dia dapatkan sekarang bisa Jiyeon manfaatkan untuk menembus semua kesakitan yang belum sempat dia tuangkan dengan sepenuhnya pada dua orang itu. Dua orang yang sudah membuatnya buta pada rasa benci terutama satu orang yang paling berperan disini yang tak lain adalah Cho Kyuhyun. Untuk Seohyun, istri pria sialan itu anggap saja sebagai bonus dan pemanis rasa sakit yang tersalurkan jika kali ini dia berhasil membuat dua orang itu lenyap selamanya.

Kemudian Jiyeon membawa tubuhnya menatap cermin besar. Disana dia amati seluruh tubuhnya yang dirinya pikir ada yang berbeda. Ya…tubuhnya tampak sedikit lebih kurus dari sebelum dia masuk penjara. Tidakah ini sangat mengkhawatirkan?

“Tunggu aku, sayang…” kalimatnya mengalun pelan sambil dalam bayangannya hadir sosok Kyuhyun dan Seohyun yang saat ini paling dirinya benci “Kali ini aku tidak ingin kembali kalah” lalu senyum harapan sebuah kemenangan dia pun torehkan.

***

Masih dalam situasi yang entah bisa disebut apa, Kyuhyun tampak masih menikmati saat-saat dimana dia bisa menggoda Seohyun yang kini terlihat begitu tegang dengan aksinya yang tidak terbaca. Sedikit memperdekat jaraknya, Kyuhyun maju lagi dan lagi sehingga membuat Seohyun tersudut tepat di pojokan. Disana, Seohyun langsung memegang pagar balkon demi bisa bertahan dari aksi Kyuhyun yang nakal.

“Aku…” Kyuhyun bersahut kembali. Masih seperti tadi, dia sengaja memputus-putuskan kata-katanya sendiri. Sedikit senyum miring hadir di bibirnya “Aku lelah”

Hah? Mungkin jika disuarakan, maka kata itulah yang akan keluar dari mulut Seohyun. Namun, tidak. Wanita itu hanya mampu menganga heran lantaran Kyuhyun begitu membingungkan sekaligus sangat menyebalkan.

“Kau bercanda, Kyuhyun?” kini Seohyun bisa bertanya dengan sedikit nada tinggi. Kedua matanya masih melebar sempurna “Apa kau sengaja membuat situasi seperti ini? Sebentar tampak sadar namun sebentar kemudian kegilaanmu kembali kau perlihatkan. Kapan? Kapan kau akan menjadi orang yang waras?”

Kyuhyun tak sedikit pun terganggu dengan kalimat kasar Seohyun. Dia justru malah mengangkat kedua bahunya santai “Karena aku tipikal orang yang tak suka membahas sesuatu yang kau sendiri sudah tahu jawabannya-“

“Basi!”

“Ya…benar…itu memang basi” sahut Kyuhyun cepat “Jika sudah tahu memang basi, harusnya kau tidak mengiyakan ketika tadi aku hendak membahas kembali tentang masa lalu”

Kemudian Kyuhyun hela napasnya dalam sebelum kembali dia hembuskan “Ayolah, Seohyun…apa lagi yang harus kita bicarakan…lihat, perutmu sudah menjadi saksi dan bukti bahwa semuanya memang harus kita lupakan dan mulai membuat lembaran baru yang lebih menyenangkan” Kyuhyun menggelengkan kepalanya sejenak sebelum akhirnya meraih kedua tangan Seohyun “Kita sadar betul meski semuanya berawal dari keburukan, namun Tuhan tetap memberi kita kesempatan. Apa kau tidak ingin memberiku kesempatan seperti yang Tuhan berikan, hmh?”

Seohyun diam. Dia benar-benar diam dan tak bisa memberi sahutan membuat Kyuhyun meradang “Seohyun…” panggil Kyuhyun lembut “Bukankah kau sudah bisa mencintaiku?”

Terkejut adalah yang Seohyun tampilkan. Gerak tangannya yang hendak dia lepaskan dari Kyuhyun ditahan oleh pria itu sehingga membuatnya kembali membisu seolah dia dipaksa untuk tidak bisa terus menerus berkilah.

Kyuhyun menatapnya lembut “Kau sudah tahu bahwa komaku tidaklah selama seperti yang telah aku tampilkan. Dan selama kepuraan-puraan itu aku telah mendengar semuanya. Apa setelah ini kau masih tidak mau mengakuiku, Seohyun?”

Mengakuimu….?

Seohyun bertanya dibagian sana. Dia terus bertanya dan bertanya seolah ingin tahu jawabannya. Rasanya tidak bisa semudah itu meski dengan berat harus dia akui bahwa ketika Kyuhyun pura-pura koma, dirinya memang pernah menyatakan cinta. Dan sialan! Ketika kembali ingat pada salah satu dari ribuan kebohongan yang telah pria itu buat, hati Seohyun merasakan kembali sakit.

“Meski kau memohon sambil berlutut sekali pun, aku akan tetap mempertahankanmu karena sekarang mempertahankanmu dalam hidupku semakin membuatku semangat karena aku telah tahu bahwa hatimu telah menjadi milikku”

***

Jika di dalam penjara sana para petugas yang bertanggung jawab tengah sibuk mencari jejak Jiyeon, belum lagi sebelumnya dimarahi habis-habisan oleh atasan, maka untuk sosok Jiyeon sendiri, dia tengah mencoba membuat sebuah penyamaran yang dirinya anggap cukup rapih. Menginap di sebuah hotel berbintang lima dengan nama yang disamarakan, wanita itu berhasil mengelabui semua orang yang mungkin saja pernah mengenalinya. Tuan Im sendiri telah melakukan tugasnya sesuai keinginan Jiyeon. Dan sekarang adalah saatnya dia melakukan misi yang sudah tak sabar dirinya lakukan.

“Aku dengar istri dari pengusaha bernama Cho Kyuhyun sering datang kesini ketika akhir pekan. Apakah itu benar?”

Seorang pegawai salon mengiyakan pertanyaan Jiyeon. Dengan begitu semangat, dia pun berikan informasi lebih “Benar…” jawabnya “Biasanya nyonya Cho akan datang sekitar pukul 2 siang. Tapi terkadang sore. Tergantung…namun, yang pasti dia memang selalu kesini untuk sekedar Creambath atau Hair Spa”

Jiyeon mengangguk paham. Dia pun tersenyum tipis karena informasi yang dirinya dapat nyatanya benar.

“Anda mengenal nyonya Cho, ahgassi?”

Jiyeon tersentak. Dengan terbata-bata, dia pun menjawab “Tidak..sama sekali tidak” kilahnya dengan tawa garing “Hanya saja aku sering melihat beritanya di televisi dengan suaminya. Aku pikir akan sangat menyenangkan jika bisa bertemu dengan orang besar semacam dia dengan secara langsung, bukan?”

“Aahaha iya..betul sekali. Anda memang harus melihat dan kalau bisa menjabat tangannya. Dia begitu cantik dan mempunyai kulit halus serta indah. Sangat membuat iri wanita manapun”

Sialan! Jiyeon mengumpat sambil terus berusaha tersenyum kala mendengar setiap pujian yang dilontarkan pegawai itu pada Seohyun. Rasanya tidak begitu. Kecantikan Seohyun tidak seberapa dan tentu saja keindahan tubuhnya pun tak ada apa-apanya dibanding dia. Dibanding Jiyeon. Tentu saja!

“Ah..itu dia datang”

“Si-“ Jiyeon menjeda kalimatnya sendiri karena setelah pegawai itu pergi, dia langsung memusatkan perhatiannya pada sosok yang baru saja dibahas “Waw…panjang umur juga ternyata wanita itu” gumamnya pelan ketika nyatanya Seohyun benar-benar datang seperti yang telah pegawai itu ceritakan.

“Lama tak berjumpa, sayang…kau pasti meridukanku” gumamnya pelan penuh rasa bahagia yang nyatanya terselip niat jahat.

.

.

Melihat betapa Seohyun sangat dihormati serta disegani oleh orang-orang yang ada di dalam salon itu mebuat Jiyeon jengah. Dia yang tengah dicuci rambutnya diam-diam mengamati Seohyun yang duduk di belakangnya yang juga tengah melakukan perawatan rambut.

“Menjadi istri dari Cho Kyuhyun membuatmu tampak begitu sejahtera” sinisnya dengan sangat pelan “Sekali lagi seharusnya akulah yang ada di posisimu, Seohyun”

“Kehamilan membuat anda semakin terlihat cantik. Aura anda semakin tampak, nyonya Cho” disana, salah satu pegawai salon tengah menyanjung Seohyun dan hal itu pastinya bisa Jiyeon dengar “Saya menjadi semakin iri dengan anda, nyonya…”

“Jangan berlebihan…saya biasa saja heheh”

Bukannya mau mengurungkan niat jahatnya, Jiyeon malah semakin jengah ketika mendengar sahutan rendah hati dari Seohyun. Dalam hati dia beteriak bahwa semua itu hanyalah kemunafikan.

“Semoga calon bayi anda tumbuh dengan sehat dan Tuhan selalu memberkati anda sekeluarga”

“Terima kasih…kau begitu baik, ahgassi”

“Tidak…anda memang pantas mendapatkan semua kebaikan dari Tuhan, nyonya…”

***

Setelah pulang dari salon, Seohyun melanjutkan aktivitas akhir pekannya dengan pergi mengunjungi beberapa butik ternama. Entah kenapa naluri kewanitaannya semakin merasuki dirinya. Keinginan untuk mempercantik diri serta berbelanja semakin dia nikmati. Entahlah…anggap saja hal ini adalah bawaan bayi. Seohyun terkikik geli seraya mengelus perutnya. Lebih lanjut melihat banyak pakaian yang dijual di butik itu membuat dirinya teringat sesuatu. Waktu itu saat Kyuhyun pura-pura koma, dia pernah membelikan pria itu setelan kantor.

Apa sekarang dia harus keembali melakukannya?

“Meski kau memohon sambil berlutut sekali pun, aku akan tetap mempertahankanmu karena sekarang mempertahankanmu dalam hidupku semakin membuatku semangat karena aku telah tahu bahwa hatimu telah menjadi milikku”

Sambil memilih serta memilah pakaian-pakain yang dipajang, Seohyun terkenang akan perkataan Kyuhyun malam itu. Dia terdiam sesaat lantas dibawa lebih dalam pada ingatan dimana Kyuhyun memberikan keseriusan yang lebih nyata padanya tentang perasaan pria itu.

“Hanya tinggal menghitung waktu dan anak kita akan segera lahir. Dan sebelum hal itu terjadi, aku ingin antara kita tidak ada lagi yang namanya perseteruan. Bisakah kau melakukannya, Seohyun? Sekali saja. Apa kau bisa?”

Dan…sepertinya keinginan Kyuhyun mulai bisa untuk dikabulkan. Lihat saja, dengan semangat yang tiba-tiba muncul, Seohyun langsung menjatuhkan pilihannya pada beberapa pakain pria yang tentu saja dia tujukan untuk suaminya, Kyuhyun. Waw…

Semangat Seohyun tidak sampai disana. Sebelum dia membayar semua belanjaannya, dia mengabadikan terlebih dulu pakaian untuk Kyuhyun di dalam ponselnya. Jarinya kemudian bergerak dengan lincah di layar ponsel itu. Senyum tipis dia tebar dengan banyak.

“Kau suka? Ini untukmu, Kyuhyun. Jika sudah selesai bekerja, maka pulanglah. Kita makan malam bersama dan setelahnya kau harus mencoba pakaian ini hehehe” lalu pesan singkat pun dia kirimkan pada Kyuhyun. Harapannya adalah bahwa Kyuhyun akan merasa senang dengan pilihannya.

***

“Dari mana  saja kau, hah? Di luar sana nyawamu tengah terancam!”

Jiyeon melengos malas ketika tuan Im sudah ada di kamar hotelnya dan langsung memberi dia teguran. Jiyeon dudukan tubuhnya di atas ranjang sambil dia lepas sandal berhak tigginya itu.

“Tenang saja…dengan penyamaran ini, tidak akan ada yang bisa mengenaliku sedikit pun”

Tuan Im bergerak resah sambil dia ikut duduk di samping Jiyeon “Tapi kau harus tetap hati-hati” katanya dengan tegas serta cemas “Jika kau sampai tertangkap basah, maka sudah pasti aku akan ikut terseret. Tidak bisa…Aku tidak akan sanggup jika harus mengikutimu berada di dalam penjara”

“Diamlah!” pekik Jiyeon jengah “Asalkan kau tutup mulut maka semuanya pasti akan terus aman. Santai saja…tidak perlu kahawatir”

Kemudian Jiyeon mengalihkan tubuhnya tepat ke hadapan tuan Im “Informasi baru apa yang kau dapatkan tentang mereka?” tanyanya kemudian dengan serius.

Tuan Im mendengus malas “Lusa, sekitar pukul 7 malam akan ada pesta para pengusaha besar dan Cho Kyuhyun juga ikut diundang”

“Hemhh begitu…” Jiyeon bergumam dengan turut suguhkan senyum samar “Tidak mungkin Cho Kyuhyun akan datang sendiri, benar?” sambungnya sambil menatap ke arah tuan Im.

Senyumnya semakin melebar “Seo Joohyun pasti akan ikut bersamanya. Ya…pasti. Mereka sudah pasti akan datang ke acara itu. Kau harus memberiku akses agar bisa masuk kesana dan berbaur besama mereka”

***

Bila di belakang Seohyun bisa memperlihatkan perhatiannya pada Kyuhyun, maka jika sudah berada di depan pria itu, Seohyun berubah kembali merasa segan. Harga dirinya seaakan harus tetap dia perlihatkan agar tidak jatuh begitu saja.

“Mana pakaian yang tadi kau kirimkan gambarnya padaku?” Kyuhyun bertanya setelah dia merasa cukup mengisi perutnya “Aku ingin mencobanya”

Seohyun mengatup mulutnya. Ingin sekali dia segera memperlihatkan pakaian yang dirinya beli tadi pada Kyuhyun. Namun, tidak apa-apakah jika dia harus merubah tingkah lakunya secepat ini?

“Seohyun-“

“Di kamar” sahut Seohyun acuh. Mulutnya sengaja dia jejalkan nasi sesendok penuh “Kau lihat saja sendiri” sambungnya dengan mulut mengembung karena makanan.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun, dia pun tak banyak bertanya lagi karena setelahnya Kyuhyun segera pergi ke kamar guna melihat pakaian yang telah dibelikan Seohyun.

Selepas kepergian Kyuhyun, Seohyun langsung mengambil air lalu meminumnya cepat sehingga membuat dia menjadi tersedak. Dia pukul-pukul pelan dadanya lantas mulai mengatur napas setelah aksi tersedaknya kini membaik. Seohyun buang napasnya berulang kali.

“Masih terlalu canggung. Jelas aku sangat masih merasa bingung” dirinya bergumam seorang diri. Kepalanya dia pukul-pukul dengan tangannya sendiri merasa bingung “Kami, berbaikan? Apakah mungkin? Ayolah…akan sangat lucu kedengarannya. Tapi dia ayah anaku dan sekarang aku memang mencin-“

“Pakaiannya bagus” seru Kyuhyun secara tiba-tiba dari belakang. Seohyu segera memutar tubuhnya ke belakang lalu menatap pria itu kejut. Kyuhyun tampak menghiraukan ekspresi Seohyun. Pria itu tengah memutar-mutar tubuhnya yang kini dibalut kemeja lengan pendek pemberian dari istrinya “Kau tahu juga selera orang tampan” sambungnya jenaka.

“Lain kali jika ingin berbelanja, kau harus mengajakku. Tidak baik untuk orang hamil jika berkeliaran seorang diri”

Lantas Kyuhyun kembali melengos pergi meninggalkan Seohyun yang masih mematung dengan tingkat keterkejutan yang begitu dalam. Secara perlahan Seohyun mulai mencoba menyadarkan dirinya sendiri. Dan setelah itu terjadi, Seohyun menghela napasnya lantas menelungkupkan wajahnya di atas meja dengan pasrah.

“Semoga saja dia tidak mendengar kata-kataku tadi. Karena jika sampai dia tahu maka semua usahaku untuk tetap bertahan akan kacau”

Dari balik tembok senyum geli tengah disampikan Kyuhyun secara hati-hati. Sungguh malang sekali nasib Seohyun karena nyatanya Kyuhyun tahu semua yang telah wanita itu ucapkan. Meski belum puas karena tak bisa mendengar Seohyun mengatakannya secara langsung padanya, paling tidak ini adalah kali kedua Kyuhyun dapat mendengar bahwa Seohyun mencintainya.

“Kebahagian seperti apa lagi yang harus aku pinta, Tuhan? Ini sudah lebih dari cukup. Benar…aku merasa sudah lebih cukup. Hatiku sungguh merasa bahagia ketika wanita yang aku cintai juga turut mencintaiku” dan hati Kyuhyun menyuarakan segalanya. Kali ini dia benar-benar kembali ke kamar dengan perasaan bahagia ketika kelegaan kembali menghiasi relung hatinya.

***

Seperti yang tuan Im kabarkan pada Jiyeon ketika di hotel, malam ini Kyuhyun tampak tengah bersiap untuk pergi ke pesta yang diadakan salah satu relasinya. Sambil membenarkan dasinya, Kyuhyun melirik Seohyun yang saat ini tengah memoles wajahnya dengan make up. Tubuh wanita itu juga sudah dibalut gaun berwarna merah marun yang jika wanita itu berdiri nanti, perut yang sedikit telah membuncit akan hadir disana. Maklumi saja…usia kandungan wanita itu sudah mulai menapaki 4 bulan dan pastinya tidak akan rata seperti sebelumnya.

“Jangan tebal-tebal…nanti kau malah terlihat tua” gurau Kyuhyun sambil dia berdiri di belakang Seohyun “Dengan make up tipis pun kau akan terlihat cantik”

Mungkin Seohyun merasa tersanjung akibat pujian itu, tapi keadaan tetap saja tak bisa dielakan. Ketidak beranian untuk memeprlihatkan perasaannya dengan blak-blakan menjadikan Seohyun terlihat tak pernah merubah sikap. Tetap terlihat dingin dan kaku meski tampa wanita itu sadari terkadang dalam kesehariannya dia sudah bisa menunjukan kasih sayangnya pada Kyuhyun.

“Sudah telat” Kyuhyun melihat arloji yang melingkar di salah satu pergelangan tangannya “Ayo kita berangkat”

Seohyun pun mengiyakan. Seperti kata Kyuhyun, dia pun menjadi tak terlalu banyak memoles make up di wajahnya. Dan sekarang, dia membiarkan sebelah jemarinya diraih Kyuhyun untuk turun dari kamar menuju mobil yang akan membawa keduanya ke pesta besar malam ini.

***

Ketegangan sedikit terjadi pada diri seseorang. Dialah Jiyeon. Sebelah tangannya yang memegang gelas berisi anggur dia eratkan ketika saksikan kedatangan Kyuhyun beserta Seohyun seperti yang dirinya yakini sebelumnya. Sungguh memuakan. Mereka terlihat begitu bahagia dan sangat serasi. Jiyeon marah melihatnya namun dia tetap coba bertahan untuk tenang agar rencananya tetap berjalan lancar.

Lalu di tempat Kyuhyun dan Seohyun berada, mereka tampak disambut oleh pemilik pesta tersebut dengan ramah. Meski bagi Seohyun dia jelas merasakan malu akibat insiden waktu itu di pesta dadakan Kyuhyun, sebisa mungkin Seohyun umbar senyumnya. Tidak lucu jika dia harus kembali berulah, kan?

“Pesta malam ini sejujurnya saya persembahkan untuk anda, tuan Cho” relasi Kyuhyun berucap “Karena suatu kehormatan pesta tak seberapa ini bisa dihadiri oleh anda dan sang istri yang pasti sangatlah sibuk”

Kyuhyun tertawa pelan “Tidak juga…sejujurnya aku tidaklah terlalu sibuk” dengan jenaka dia menjawab “Hanya saja keinginan untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama istriku menjadikanku menjadi sosok yang sok sibuk”

“Hahaha anda memang luar biasa jika tengah memberi perhatian. Saya pastikan istri anda sangat bahagia mendengar kata-kata anda tadi”

Seohyun menanggapinya dengan senyum. Jemarinya yang masih dipegang Kyuhyun ingin sekali dia lepaskan namun pria itu tak membiarkannya. Sangat membuat Seohyun sedikit risih karena telapak tangannya berkeringat. Jika sampai Kyuhyun sadar tentang hal itu, pria itu akan tahu bahwa dirinya tengah gugup. Haasshh sialan!

“Ah ya…saya sampai lupa” kembali sang relasi bersuara “Menyapa anda membuat saya bersikap tidak sopan karena tidak mempersilhkan untuk minum atau sekedar menyantap makanan”

“Tenang saja, tuan..” sahut Kyuhyun “Tanpa anda persilahkan pun kami pasti akan mencicipinya”

“Hahahah baguslah jika begitu”

.

.

Detik demi detika yang Jiyeon hitung dalam hatinya seakan begitu lambat. Jemarinya sudah tidak sabar ingin segera mencengkeram malah menghabisi Kyuhyun serta Seohyun secepatnya. Namun, keadaan belum berpihak padanya. Hingga saat dia melihat Seohyun mulai terpisah dari Kyuhyun, senyum Jiyeon pun tak bisa dirinya tahan. Dia pun mulai rencana pertamanya.

“Ah maaf, nyonya”

“Ya…Tidak apa-apa”

Rencana Jiyeon berhasil. Dia telah membuat gaun Seohyun kotor akibat minumannya yang sengaja dirinya tumpahkan. Dan akibat hal itu, kini Seohyun harus pergi ke toilet guna menghilangkan bekas anggur tersebut.

“Ikuti wanita itu” kata Jiyeon kemudian melalui ponselnya pada seseorang. Jiyeon pun menutup ponselnya sembari dia mulai melangkah guna melihat keberadaan Seohyun “Setelah membereskanmu, maka suamimu adalah penutupnya”

***

Seohyun merasa sedikit kesal namun tak bisa berbuat apa-apa. Kondisi dirinya yang tengah hamil membuat wanita itu merasa mudah lelah jika harus berjalan terlalu jauh. Dan sesampainya di toilet, Seohyun segera meraih keran air untuk membersihkan sisa anggur di gaunnya.

“Tidak ingin mengucapkan salam padaku yang sudah sangat merindukanmu, nyonya Cho?”

Seohyun berhentikan seketika aksi membersihkan gaunnya kala dia mendengar suara di belakang tubuhnya. Ketika dirinya menatap cermin, seorang wanita dengan wig pendek berwarna hitam dan memakai kacamata tengah menatapnya dengan sinis. Dahinya pun mengkerut karenanya.

“Kurang bisa mengenaliku?” kata wanita itu seraya dia lepas kacamatanya “Sekarang pasti sudah bisa”

Ya..benar…saat itulah Seohyun tersentak kaget kemudian tubuhnya pun berbalik dengan cepat. Di hadapannya kini terlihat sosok Jiyeon yang seharusnya masih berada di dalam jeruji besi.

Bagaimana bisa wanita ini keluar begitu cepat?

Jiyeon kibas-kibaska sebelah tangannya seraya mendengus kasar “Aku tahu apa yang tengah kau pikirkan sekarang” wanita itu melangkah sedikit. Kedua matanya lantas ikut menyusuri perut Seohyun yang sudah sedikit buncit “Hemhhh seharusnya tidak bertahan selama ini”

“Yak!” Seohyun hempaskan dengan cepat saat Jiyeon akan menyentuh perutnya. Sedikit pun bayangan ketika wanita itu hendak membunuhnya tak bisa Seohyun lupakan.

“Owwhh tenang…kawan” Jiyeon berdecak. Kemudian dia melirik kebelakang “Bereskan wanita ini!” sambungnya memerintahkan seseorang yang menjadi pesuruhnya.

Seohyun melebarkan kedua matanya sempurna “Kau-“ lalu kalimatnya terputus ketika mulutnya langsung dibungkam paksa.

“Sudah aku katakan untuk tenang” Jiyeon melanjutkan “Kali ini bukan aku yang akan melakukannya melainkan orang suruhanku agar semuanya lebih cepat”

Jiyeon pun kemudian berbisik “Sekarang tidak akan ada sedikit pun waktu untuk membuatmu bisa bernapas lebih lama” dan dia pun menatap orang suruhannya itu dengan serius “Habisi dia sekarang juga. Aku akan menunggu di luar”

Perintahnya kemudian dengan penuh keyakinan. Seohyun merasa tidak bisa berbuat apa-apa ketika kini orang suruhan Jiyeon bertambah menjadi 2 orang. Ingin berteriak pun tak bisa karena mulutnya masih dibekap dengan sangat keras.

‘Kyuhyun….kau dimana? aku sedang membutuhkanmu sekarang. Kumohon datanglah….’

.

.

Jiyeon sampaikan kebahagiaan serta rasa puasnya dengan senyum sinis yang wanita itu ukir. Membayangkan ketakutan yang dialami Seohyun tadi sangatlah membuat wanita itu puas. Dia pun melenggang keluar dan kini Jiyeon hanya tinggal menunggu hasil dari pekerjaan yang dia bebankan pada orang-orang suruhannya tersebut.

“Itu dia!”

Dan baru saja dia umbar senyum kemenangan ketika keluar dari dalam toilet, Jiyeon harus dikagetkan dengan kedatangan beberapa polisi yang langsung berlari ke arahnya. Nasib sial mengkerubunginya karena dia tak bisa lari kemana pun. Dirinya dikepung. Tidak ada jalan keluar! sial!

Kenapa bisa? Siapa yang sudah membocorkan keberadaannya pada polisi?

“Anda tidak akan bisa lari lagi, Jiyeon-ssi” salah satu dari beberapa polisi itu berbicara padanya. Tidak hanya itu, setelah dia hanya bisa meronta ketika disergap begitu saja, kedatangan Kyuhyun dan sosok lain yang berada di belakang pria itu semakin membuat Jiyeon tersentak.

“Kau?” pekiknya sengit tak terima “Jadi kau…kau yang melakukannya pria sialan-“

“Diam! Katakan dimana istriku?” Kyuhyunlah yang menyahuti. Jiyeon mengalihkan pandangannya tak mau menjawab “Brengsek!!!”

Kyuhyun meradang melihat Jiyeon yang malah memalingkan muka dan bukannya menjawab keingintahuannya. Tidak ada tempat lain yang bisa menjadi lahan untuk Jiyeon menghakimi istrinya selain di dalam toilet. Atas instingnya yang tajam, Kyuhyun pun segera bergerak cepat memasuki kamar toilet itu sebelum terlambat diikuti seorang polisi yang juga turut membantunya.

Dikala Kyuhyun mencoba menyelamatkan Seohyun, di tempatnya Jiyeon masih menatap marah sosok yang dia anggap sudah berkhianat padanya. Dialah tuan Im. Pria tua itu tampak memendam rasa bersalah sehingga balas menatap Jiyeon pun dia tak mau.

“Pria tua sialan! Kau menjebakku?” maki Jiyeon seraya dia berusaha melepaskan diri meski hasilnya nihil “Sialan! Kau mengkhianatiku disaat sedikit lagi aku bisa membalaskan dendamku dan sahabatku. Kenapa? Kenapa kau melakukan ini, hah?”

Tuan Im tak sedikit pun mau menjawab kemarahan Jiyeon. Hingga saat sosok lain ikut menghambur bersama mereka, kedua bola mata Jiyeon sekakan dipaksa untuk memerah lantaran tak kuasa ingin menangis.

“Apa yang kau lakukan adalah yang paling benar” sosok itu bersuara. Dia sentuh bahu tuan Im lembut “Dengan begini, hukuman yang akan kau terima nanti tidak akan terlalu berat”

Tuan im menatap tangan yang menyentuh bahunya. Wajahnya tampak begitu kacau sekaligus malu “Maafkan aku…”

Sosok yang diajak bicara oleh tuan Im mengangguk pelan. Air mata yang turun ke pipinya dia hapus lantas mencoba bersikap tegar “Tidak ada yang harus dimaafkan. Sebagai istrimu, sudah sepatutnya aku membawamu kembali pada jalan yang benar meski awalnya harus menyakitkan”

Jiyeon membuang mukanya marah. Sosok itu memang nyonya Im, istri dari tuan Im pria yang sebelumnya dia percaya untuk bisa menuntaskan misi jahatnya. Rasa marah serta sakit hatinya tumpah dengan air mata yang keluar membasahi pipinya dengan diam. Hatinya merasa semakin sakit karena pada kenyataannya, dia merasa menjadi sosok yang paling sial di dunia ini. Selalu sial dan tidak pernah merasa bahagia. Itulah yang Jiyeon rasakan.

***

Kyuhyun tengah dihadapkan pada posisi tegang dan cemas karena istrinya masih pingsan akibat ulah dua pesuruh Jiyeon yang hampir saja berusaha menewaskan wanita itu. Jika saja tadi mereka terlambat, mungkin nyawa istri dan calon anaknya tidak akan bisa terselamatkan. Dikala dia masih cemas menunggui Seohyun untuk bisa bangun, tuan Im datang dengan diantar istrinya menemui Kyuhyun. Wajahnya memendam rasa malu yang teramat pada pria yang sejatinya adalah relasinya sendiri.

“Sa-saya-“

“Tidak perlu berbicara apapun” Kyuhyun menyela. Sedikit pun dia merasa tidak penting mendengar apapun dari tuan Im “Sebanyak apapun kau berbicara, semuanya sudah terjadi dan saat ini aku hanya menginginkan istriku siuman”

Tun Im mengangguk paham. Memang akan sulit jika harus mendapat maaf dari Kyuhyun saat ini. Kebodohannya sudah membuat dia berbuat terlalu jauh dan sangat fatal.

“Sebagai seorang istri, saya mewakili suami saya untuk meminta maaf pada anda” nyonya Im menuntaskan hasrat suaminya yang tak kuasa untuk meminta maaf. Dengan tegar, nyonya Im kembali memohon pada kyuhyun “Suami saya sudah melakukan kesalahan besar. Saya benar-benar menyesal dengan semuanya. Meski sulit, kemurahan hati anda dan istri tetap saya harapkan”

“Walau bagaimana pun, sayalah yang seharusnya berterima kasih pada anda, nyonya” sahut Kyuhyun datar “Berkat anda, kita semua menjadi bisa membuat niat buruk wanita itu untuk dihentikan”

Nyonya Im mengangguk. Benar adanya. Kenyataan bahwa suaminya melakukan tindak keriminal dengan membantu Jiyeon kabur dia ketahui tadi malam. Dengan keberanian yang dirinya miliki, nyonya Im pada akhirnya malah berbalik yang membuat tuan Im untuk mau bekerja sama dengannya agar Jiyeon bisa ditangkap. Bukan kebohongan jika dia merasa sakit hati. Tapi demi anak dan demi pernikahan yang sudah puluhan tahun dilewati, nyonya Im akan tetap menunggu suaminya sampai saat dimana sang suami bisa bebas dari segala kejahatannya.

“Sekali lagi saya sangat berterima kasih”

Tuan Im semakin menunduk malu. Memeluk istrinya untuk beberapa saat dia lakukan sebelum akhirnya membiarkan dirinya dibawa pihak kepolisian untuk diadili sesuai kejahatan yang telah dirinya perbuat.

Dan masih di salah satu kamar yang terdapat di gedung tempat pesta tersebut diadakan, Kyuhyun menatap resah Seohyun yang tak kunjung bangun. Pria itu kembali merasa bersalah melihat istrinya menjadi seperti ini.

“Baangunlah, sayang…kita harus pulang. Kau tidak seharusnya tidur dengan keadaan seperti ini”

“Seohyun…bangunlah…”

Kyuhyun menunduk lemah karena takut. Sedikit pun dia tak mau meninggalkan Seohyun. Hingga malam semakin larut, erangan pelan dari mulut Seohyun sehingga membuat Kyuhyun yang masih terjaga langsung tersentak.

“Seohyun-“

“Kyu…”

“Ya..ini aku” Kyuhyun menyahuti gumaman istrinya. Dia elus puncak kepala Seohyun yang dimana kedua mata wanita itu masih mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang ada “Syukurlah karena sekarang kau sudah sadar. Kau tahu, tadi aku begitu ketakutan”

“Mereka” Seohyun bersuara dengan lirih “Dimana orang-orang itu, Kyuhyun?” selanjutnya Seohyun bergerak duduk dengan cepat. Terdapat ketegangan pada wajahnya.

“Apa mereka sudah pergi?” tanyanya cemas “Apa mereka sudah berhasil kau usir? Katakan, Kyuhyun! Mereka sudah pergi, kan? Kyuhyun-“

“Tenang, Seohyun…tenang….” dengan penuh perhatian, Kyuhyun peluk istrinya agar wanita itu tak lanjut ketakutan “Tidak akan ada lagi yang mengganggumu. Mereka sudah dibawa ke tempat yang seharusnya”

Seohyun membiarkan tubuhnya dipeluk oleh Kyuhyun. Dalam kondisi demikian, kedua tangannya balas memeluk erat bahu Kyuhyun hingga meremas bahu pria itu pun dia lakukan. Hatinya sangat takut ketika membayangkan kembali kejadian buruk yang dirinya alami.

“Aku takut, Kyuhyun..sangat takut” lirih Seohyun seraya mulai menangis.

Kyuhyun membenarkan ketakutan yang istrinya alami. Istrinya pasti masih trauma. Pelukan serta elusan lembut di punggung Seohyun tengah Kyuhyun lakukan sekarang “Tidak ada yang harus kau takutkan. Aku akan menjagamu”

***

Kedua pasang matanya menatap lekat sosok yang kini duduk dengan kepala tertunduk di depannya. Kyuhyun, dialah orang tersebut mengatup mulutnya tanpa mau memberi tatapan ramah pada sosok itu yakni Jiyeon. Kejadian yang terjadi 2 hari lalu di pesta itu kini telah kembali merubah Jiyeon seperti yang sudah seharusnya. Balutan seragam narapidana telah kembali Jiyeon kenakan. Meski begitu tidak ada yang berubah. Jiyeon terlihat tetap sama cantiknya meski pun tak berbalut gaun mewah seperti dulu.

“Mungkin ini kali pertama aku dapat melihatmu memakai seragam memalukan seperti sekarang” kata-katanya mengalun dingin. Kyuhyun dapati wanita itu terus menunduk tak kunjung bersuara. Dia pun angkat kedua tangannya untuk bersidekap di atas meja “Sudah aku pastikan kau tidak akan merasa nyaman mengenakan pakaian itu”

Jiyeon mengiyakan dalam hatinya. Sedikit pun dia tak pernah merasa nyaman apalagi suka dengan yang dia kenakan saat ini. Sangat memalukan dan begitu rendah. Dia sembunyikan kenyataan pahit itu pada kediamannya.

Tak lekas merubah sikapnya, Kyuhyun kemudian menyodorkan sebuah berkas pada Jiyeon “Kali ini aku akan berubah menjadi pria yang benar-benar mau bermurah hati untuk sekali saja” ucapnya yang mengundang kejut dari Jiyeon “Bacalah lalu tanda tangani berkas itu” sambungnya terlampau datar.

“Untuk apa kau melakukan semua ini, oppa?” tanya Jiyeon sesaat setelah dia membaca isi berkas itu.

Kyuhyun berdecak ringan “Untuk kebaikan kita semua” jawab Kyuhyun seadanya. Napasnya dia hela “Jika dulu aku tidak akan pernah bisa memberi toleransi pada kesalahan sekecil apapun, maka sekarang tidak demikian”

Kyuhyun pandang Jiyeon semakin serius “Banyak hal yang aku pikirkan saat ini malah dari jauh-jauh hari. Walau bagaimana pun, dulu kita pernah bersama dan aku sadar betul bahwa perubahanmu terjadi akibat dari keegoisanku”

“Sedikit pun aku tidak berharap kau kembali menjadi Jiyeon yang hanya mementingkan penampilan dan image saja seperti dulu. Tidak…aku rasa hal itu juga tidak lebih baik bagi seorang wanita. Hanya saja…” lalu Kyuhyun beranikan menyentuh kedua tangan Jiyeon yang ada di atas meja “Manfaatkan kesempatan yang aku berikan dengan baik. Kau tidak seharusnya larut pada kebencian hingga membuatmu jatuh terperosok seperti ini. Aku percaya kau bisa menjadi Jiyeon yang manis dan baik hati lebih dari sebelumnya. Meski kau adalah sosok yang arogan, tapi yang aku tahu di dalam dirimu sejatinya kau memang wanita yang baik, Jiyeon-ah..”

***

Jiyeon menangis lirih sambil dia dekap berkas yang Kyuhyun berikan padanya ketika tadi datang mengunjunginya di penjara. Tidak hanya merasa malu, Jiyeon juga merasa semakin kecil dan tidak ada apa-apanya setelah pertemuan itu. Kyuhyun sungguh telah berubah menjadi dewa yang tidak hanya tampan namun juga pemurah. Sangatlah tidak Jiyeon sangka bahwa Kyuhyun akan melakukan semua ini untuknya.

“Apa yang harus aku lakukan? Kenapa…kenapa sekarang hatiku begitu merasa menyesal?” dia pun semakin menangis lebih dari sebelumnya.

Kebencian serta kejahatannya dibalas kebaikan. Pria itu telah mau membantunya dengan memberikan pernyataan bahwa keduanya telah berdamai dan Kyuhyun tidak akan meneruskan tuntutan untuk Jiyeon. Selain itu, seorang lawyer pun telah Kyuhyun siapkan bagi wanita itu. Dia memang tidak akan lekas bebas setelah ini. Namun, setidaknya hukuman yang Jiyeon dapatan tidak akan seberat seperti yang sudah seharusnya. Malu…sangat malu hati Jiyeon mengingat semua ini. Kemarahannya yang begitu banyak dulu seolah lenyap dengan sendirinya.

“Aku benar-benar menyesal…sangat menyesal telah membuatmu banyak mengalami hal buruk, oppa…maafkan aku…”

***

Katakanlah keadaan seperti ini bagaikan sebuah dejavu bagi Kyuhyun. Jika diingat-ingat ketenangan serta rasa nyaman seperti saat ini pernah dia alami ketika dulu saat momen bulan madu dia nikmati. Baiklah… jangan sebut sebagai dejavu lagi karena sekarang dia tengah berada di sebuah tempat dimana kenangan manis pernah terukir disana. Tepat di halaman rumah putih dimana di depannya terhampar lautan luas dengan pasir putih yang begitu indah, Kyuhyun regangkan kedua otot lengannya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Lega..sangat lega dirinya rasakan.

Kelegaannya kemudian berubah menjadi rasa kejut ketika sepasang tangan melingkar di perutnya. Kyuhyun pantas tersentak namun tak terlalu lama karena setelahnya dia ukir senyum tipis yang begitu manis jika harus disaksikan.

“Sudah cukup tidurnya, hmh?” tanyanya pelan yang dijawab anggukan kecil oleh lawan bicaranya. Dengan lmbut Kyuhyun tarik kedua lengan itu untuk semakin memeluknya erat. Matanya memejam dengan senyum dia turut suguhkan “Jika masih mengantuk, aku siap meninak bobokanmu lagi, sayang”

Kekehannya yang berkumandang disambut ringisan jenaka dari sosok yang masih betah memeluknya dari belakang. Perlahan, pelukan itu pun terlepas. Kemudian sosok itu, Seohyun, membawa tubuhnya tepat ke hadapann Kyuhyun. Wanita itu memandang wajah suaminya dengan bahagia.

“Aku sudah sangat cukup terlelap dan mataku sedikit merasa sakit” katanya dengan pura-pura kesal. Sesaat kemudian Seohyun mengedarkan pandangannya ke arah pantai “Anakku ingin kesana” sambungnya seraya mengangkat sebelah tangannya ke depan.

“Tidakah kau ingin mengabulkan permintaan anakmu, Kyuhyun?”

“Hemhhh” komentar Kyuhyun dengan gumaman “Permintaan anak kita atau kau sendiri?” godanya kemudian yang dibalas cengiran malu dari Seohyun.

Seohyun menggaruk belakang rambutnya sambil tersenyum “Dua-duanya. Apa itu tidak boleh?”

“Tentu saja boleh” sahut Kyuhyun semangat “Apapun yang kau inginkan, dengan senang hati aku akan mengabulkannya. Tidak terkecuali”

“Hemhhh sangat basi dan pasaran” balas Seohyun yang kemudian diakhiri tawa.

Dengan segera Kyuhyun pun mulai menarik lembut jemari istrinya untuk menyusuri keindahan pantai seperti yang Seohyun mau. Keduanya berjalan dengan santai dan terlihat begitu bahagia. Kebahagiaan itu terlihat jelas dari senyum yang seolah tak bisa mereka sembunyikan untuk sesaat saja. Hingga mentari mulai tenggelam di atas langit sana, Kyuhyun mau pun Seohyun seakan begitu betah menikmati momen dimana keduanya sudah benar-benar berdamai dan memutuskan untuk menjadikan semua hal dimasa lalu sebagai kenangan manis.

Semua kesedihan, kesakitan dan segalanya mungkin tak akan bisa dilupakan. Namun, setidaknya kerendahan hati akibat ketulusan yang telah diperlihatkan membuat hati keduanya diutamakan Seohyun memutuskan untuk mau jujur jika dia memang sudah sangat lelah berperang dengan suaminya. Dan mulai dari saat ini, dia berjanji akan selalu mencintai suaminya dengan turut menerima semua kekurangan yang pria itu miliki. Tidak terkecuali dengan Kyuhyun. Dia pun tentu sudah melakukan semua itu sejak dari dulu. Mencintai serta mengasihi istrinya dengan sangat.

.

.

END!!!

Ini buruk, sangat buruk.
Mungkin faktor moloorr jadi sampai ending pun makin kacau.
Jika banyak yang protes (Kalo banyak yang baca ini juga) aku paham.
Tidak apa-apa berikan kritik dan sarannya.
Aku akan sangat senang sekali jika kalian berkenan memberikannya heuheu
Terima kasih yang sudah sangat setia ampe molor berbulan-bulan pun tetap ditunggui.
Bener-bener terima kasih…..
Tebar cinta untuk semuanya….. #kiiisssssssss

Iklan

167 thoughts on “Spoiler SK Version || Sequel 20

  1. Hai chingu aq readers baru mf baru komen di sini
    waktu cari” berita tentang seokyu ngga’ nyangka ketemu ama ff nie ceritanya bagus banget sampai kebawa emosi bacanya, tapi aku suka endingnya happy

    Suka

  2. Ending yg begitu manis 😊
    Dari awal baca yg oneshoot smpe di akhir sequel aku suka bgd Sama si ff apa lagi karakternya jiYeon Yg bkin aku geregetan bgd..
    Aku ijin baca yg lain ya authornim dan maaf klo aku cuma komen di akhir part ajh karna aku begitu penasaran sama ni ff dan aku akan memberi vote biar aku setidaknya sudah meninggalkan jejak juga 😂

    Suka

  3. HAppy ending……
    Akhirnya si devil insyaf

    Suka

  4. Aq pnggemar krya author..pkknya d tunggu selalu kryanya..yg pasti seokyu main castnya ya hehe

    Suka

  5. Ending yang manis & cukup mengesankan.
    Akhirnya SeoKyu jadi pasangan normal juga ya 😀
    Fighting author-nim untuk ff-ff selanjutnya 🙂

    Suka

  6. maaf baru komen baru tahu udah ending…udah lama engga baca ff km jadi lupa2 ingat…tapi aku senang dengan akhir yg bahagia…

    Suka

  7. End cukup menggemaskan,,,ditunggu adegan nc nya tapi ngga muncul2 ooppss Hahahaha
    Tapi bener thor ini bagus 👍 ini FF ketiga yg pernah saya baca dengan durasi panjang dimana jalan cerita, tokoh (sone akut), narasi dialog latar dll cukup singkron walaupun ada dibeberapa kalimat yg kurang baku bahkan tidak dimengerti akibat typo
    Tapi over all daebak sanngat 😊

    Suka

Please, leave a reply for me ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s