CHOKYUNIE

Spoiler SK Version || Sequel 19

169 Komentar


spoiler6

Title : Spoiler  SK Version || Sequel

Length : 19 of…

Rating : NC 21

Genre : Romance, Drama, etc…

Cast : Cho Kyuhyun || Seo Joohyun || Park Jiyeon

Sorry always there typos

Happy Reading…. ^^

.

===Sebelumnya di Spoiler Sequel 18===

Rasanya menyenangkan untuk menit-menit yang tengah Kyuhyun lewati sekarang. Bukan karena dia bisa menikmati setiap menitnya dengan pergulatan nikmat bersama wanita di atas ranjang melainkan, dia lapar. Ya…Kyuhyun makan dengan sangat lahap. Dengan terus mengacuhkan pandangan penuh kekesalan yang sekarang ditunjukan oleh Seohyun, pria itu tak berhenti makan. Terus makan kemudian minum sesekali. Ketahuilah jika selama seminggu ini dia bisa makan serta minum layak pun itu hanya bisa dilakukan saat ada Booyoung atau Changmin. Selebihnya, kelaparan haruslah dia terima dengan lapang. Menyenangkan bagi Kyuhyun yang sudah terbebas tapi sungguh sangat mengesalkan bagi Seohyun yang hanya bisa membatu kala fokus memandanginya dari posisi berdiri.

“Kyu-“

“Sahabatku……………” pekikan keras menggema diseluruh ruangan. Seohyun mengedarkan pandangan dan tampaklah Changmin yang muncul dari ambang pintu dengan raut wajah sok terkejut “Kyuhyun sahabatku!!!” sambungnya kemudian segera berlari menghampiri Kyuhyun yang tak sedikit pun mau beralih dari aksi makannya.

Changmin memeluk Kyuhyun erat sambil terus bergumam seolah dia baru tahu keadaan Kyuhyun yang telah sadar dari komanya “Sungguh mengesankan. Kau telah sadar! Aaahhhh bahagianya aku……….” katanya sambung berurai air mata buaya “Kenapa tidak mengabariku jika mau bangun sekarang, huh? Huhuhu sahabatku…bahagianya kau telah kembali” aktingnya lagi kembali pura-pura menangis terharu setelah sebelumnya berikan bisikan penuh penekanan karena sangat terkejut.

Changmin kemudian lepaskan pelukannya sambil sesekali melirik Seohyun yang menatapnya penuh curiga. Dia sedikit merasa takut karenanya “Sejak kapan kau sadar? Kenapa tidak langsung mengabariku? Ya Tuhan…terima kasih karena kau telah mengembalikan sahabatku”

“Berhenti bersandiwara!” Seohyun memotong. Bola matanya tak henti dia putar dengan sangat jengah “Kalian ingin terus seperti ini, huh?” satu kakinya menghentak kesal. Seohyun raih bahu Changmin kasar kemudian pandang wajah pria itu dengan sengit.

“Apa kau akan bertingkah sama seperti pria yang tengah kelaparan ini, hah?” makinya kemudian sambil melirik Kyuhyun yang hanya berikan ekspresi santai dan kembali melahap sarapan paginya. Seohyun merasa sangat marah “Yak! Changmin-ssi! Katakan dan jelaskan yang sebenarnya terjadi!!!”

“A-apa?” diberikannya pandangan takut, Changmin pun menjawab gugup “A-apa ma-maksudmu, Seohyun-ssi?”

“Pria itu” tunjuk Seohyun seenaknya pada Kyuhyun yang kala itu tengah mengelap sudut bibirnya dengan serbet. Seohyun kembali pandang Changmin “Dan juga kau, telah membuat satu permainan yang tak punya hati”

Amarahnya mulai semakin tampak. Kedua tangannya mengepal dengan kedua matanya pun memejam beberapa saat “Berapa lama dia koma aku tidak mengetahuinya. Lalu dengan kalimat yang seperti apa pria itu membuatmu mau untuk ikut menutupi kebohongan ini pun sama-sama tidaklah aku ketahui. Namun” Seohyun katup mulutnya lama. Air matanya keluar ketika dia tak kedipkan kedua matanya itu. Hatinya sakit ketika dia disuguhkan apa yang dirinya lihat saat ini “Namun, yang dapat aku pastikan adalah bahwa kau tidaklah sadar di pagi ini. Dan kau” kembali Seohyun pandang Changmin dengan marah.

“Kau juga tidak perlu menunjukan wajah sok terkejut seperti tadi karena aku bukanlah orang bodoh. Kalian menipuku. Itulah kenyataannya!”

“Waw!”saat ini tak hanya decakan kagum yang berkumandang. Kyuhyun orang yang bergumam takjub itu ikut tepukan kedua telapak tangannya dengan perlahan “Hebat. Istriku memang sangat hebat dan jeli”

Setelahnya Kyuhyun terdiam. Ujung dagunya sengaja dia tempelkan di satu kepalan tangannya sendiri “Hemhh haruskah kau kuberi hadiah untuk analisamu yang benar itu?”

“Apa?”

“Ya…ya…itu memang harus”

“Kyu-“

“Changmin-ah, pulanglah sekarang” sambil berkata dengan enteng, Kyuhyun turut angkat sebelah tangannya “Terima kasih sudah menambah akting untuk pagi ini sehingga sandiwara kita semakin terlihat sempurna”

“Kyuhyun-“ pekik Changmin kacau karena sahabatnya itu malah mengakui kebohongan mereka meski tak secara langsung. Changmin mulai gerakan satu kakinya guna melangkah “Itu-“

“Tidak apa” Kyuhyun menimpali “Biarkan saja. Toh kita memang sudah berbohong. Aku sudah sangat merasa puas dengan kebohongan yang sudah dilakukan karena mampu membuat wanita yang ada di hadapanku ini menjadi kacau disetiap harinya hahaha”

“Apa maksudmu, Kyuhyun?” tanya Seohyun semakin tak terima “Kau pikir ulahmu itu menyenangkan, hah?”

“Lumayan” Kyuhyun kemudian melangkah ke arah Seohyun. Sekali lagi sebelah tangannya terangkat ke atas guna perintahkan Changmin agar segera pergi. Hal itu pun dipatuhi sehingga kini mereka menjadi bisa berdua “Cukup lumayan dan cukup menyenangkan. Emhh apa kau tidak ingin memberiku hadiah karena berhasil membuatmu tertipu?”

“Ada” kata Seohyun pelan “Kau ingin tahu?” lalu matanya berkilat tajam. Anggukan santai yang Kyuhyun berikan membuat Seohyun sangat muak.

Seohyun berdecak sinis “Memang harus aku tunjukan agar kau tahu”

Lalu satu tamparan mengalun kemudian menyisakan satu kesakitan di pipi Kyuhyun. Seohyun tumpahkan perbuatan kasarnya hanya demi memuaskan rasa sakit yang dia rasakan karena sudah dibohongi oleh pria ini.

Dibohongi? Lagi? Ya Tuhan….

“Itu memang tidaklah cukup. Namun, aku pastikan bahwa rasa sakit pada tamparan itu akan selalu membekas sebagai tanda bahwa pintu maafku tidak akan pernah ada. Tidak akan! Dan jangan pernah berharap untuk mendapatkannya!!!”

“Tak masalah” seharusnya merasa takut atau terkejut atas perkataan lantang serta menyakitkan dari Seohyun itu, Kyuhyun justru menyahutinya dengan sangat santai. Tubuhnya yang kini berdiri saling berhadapan dengan Seohyun sengaja dia pajukan sehingga jarak keduanya menjadi semakin menipis. Kedua tangannya dia masukan di saku celananya sendiri lantas menatap dengan sinis “Itu hakmu. Lagi pula kau sedikit membuat satu kesalahan”

“Huh?”  lenguhan tak paham dari Seohyun mengalun.

Kyuhyun berdecak “Siapa yang meminta maaf padamu, hmh?” sedikit dia tambah jarak wajahnya dengan Seohyun kemudian kembali tersenyum meremehkan “Percaya diri sekali. Aku tidak meminta maaf melainkan meminta imbalan. Apa kau tidak bisa membedakannya?”

“Baiklah…baiklah…kau memang bodoh” selanya lagi ketika Seohyun menatap marah sekaligus bingung padanya. Dengan tidak mengeluarkan kedua tangannya dari dalam saku celananya itu, Kyuhyun tetap pajukan tubuhnya sehingga kini jarak keduanya semakin dekat. Wajahnya menatap datar lantas tatapan tajam Kyuhyun layangkan “Inilah yang aku maksud”

Kemudian dengan posisi itu, bibirnya merangkum bibir Seohyun dengan sangat dalam sehingga membuat yang dicium menjadi melebar pada kedua matanya. Dalam waktu yang cukup lama, kesadaran Seohyun hilang dengan bola mata seakan terhipnotis. Melebar sempurna serta tak mampu berkedip.

“Begitulah imbalan yang aku maksud. Kau mengerti?” sahut Kyuhyun ketika dia lepas ciuman singkatnya yang cukup dalam itu. Dia berikan senyum mengejek pada Seohyun yang masih terkejut seolah baru pertama kali mendapat ciuman “Dan untuk imbalan berikutnya, aku ingin kita melakukannya di dalam kamar dengan kau telanjang bulat seperti masa-masa indah yang sering kita lewati bersama”

===Spoiler Sequel 19===

Jangan terus membuat ocehan tidak berguna Kyuhyun karena itu membuatku sangat muak!

Hati Seohyun meradang dibuatnya dengan tingkah laku Kyuhyun di pagi ini. Mati-matian dia menahan diri agar tak lekas mengambil pisau lalu menusukan pada dada pria sialan yang sudah mempermainkannya dengan sangat tidak berperasaan.

Dipandangnya dengan sengit, pria sialan itu, Kyuhyun, malah semakin perlihatkan seringai keji yang sanggup membuat pembuluh darahnya semakin mendidih. Seohyun seakan sangat murka dan ingin segera meledak.

“Kyuhyun!”

“Ya…ya…aku tahu kau pasti butuh banyak penjelasan dariku, hmh?” Kyuhyun menyahuti dengan santai sambil dia kemudian raih ponselnya “Dan aku juga tahu kalau dalam otakmu sudah mulai membayangkan hal-hal menyenangkan di atas ranjang seperti imbalan yang aku sebutkan tadi”

“Apa?”

“Tapi tidak untuk sekarang” Kyuhyun menyela ucapan entengnya yang membuat Seohyun terkejut “Untuk aktivitas di ranjang kita tunda dulu karena sekarang aku akan sangat sibuk. Tolong beri aku waktu dulu untuk berbicara pada seseorang”

“Seseorang?” Seohyun menjadi balik penasaran. Kalimat menjurus vulgar yang Kyuhyun katakan soal aktivitas di ranjang dan lain sebagainya pun menjadi dia lupakan.

Kyuhyun mengangguk sambil dia mulai pusatkan dirinya pada ponsel “Pesta” jawabnya singkat yang membuat Seohyun memandang heran “Nanti aku jelaskan” kemudian Kyuhyun ppun membalikan tubuhnya dari Seohyun.

“Ya..ini Cho Kyuhyun. Bisa kau datang ke rumahku sekarang? Aku ingin mengadakan pesta untuk merayakan kesembuhanku dari peristiwa dimana nyawaku hampir tewas!”

Kata terakhir dari mulut Kyuhyun membuat kedua mata Seohyun membulat. Kyuhyun mengatakannya dengan penuh penekanan serta tepat membalas pandang Seohyun. Pria itu menyeringai sejenak sebelum akhirnya kembali lanjut bersuara.

“Hemhh di kediamannku. Datanglah sekarang karena aku ingin mengadakannya siang ini juga”

.

.

Baru berjalan dua jam dari insiden tadi, Seohyun terus mengekor pada Kyuhyun dan tidak sebentar pun dia mau membuat pria itu tenang. Wanita itu kerap meminta sebuah penjelasan yang detail agar dirinya tidak terus-terusan gusar.

“Kyuhyun! Kau masih hutang penjelasan padaku!” sahutnya tak henti-henti “Kyuhyun!”

“Yak! Apalagi?” Kyuhyun balas menyahuti dengan sebal “Kau bisa mendengarnya nanti saja. Aku sedang sibuk untuk perayaan pesta, Seohyun-“

“Tidak bisa!” Seohyun membalas dengan sengit “Kau tidak bisa mengabaikanku dan malah memilih sibuk dengan rencana pesta yang tidak berguna seperti sekarang. Untuk apa? untuk kesembuhanmu? Kesembuhan yang mana? sakitmu saja hanya dibuat-buat! Jangan terus-terusan bersikap konyol dan seolah tidak merasa penting dengan perasaanku yang sudah merasa tertipu, Kyuhyun-“

“Yang penting perasaanku bukan tipuan!” dengan sangat lantang, Kyuhyun  menyahuti. Tidak hanya Seohyun, para pegawai yang tengah mempersiapkan pesta pun dibuat kaget seketika akibat ucapannya “Yang paling penting perasaanku untukmu bukanlah P.E.N.I.P.U.A.N” tegas namun pelan. Kyuhyun mengatakannya tepat di hadapan Seohyun dengan sengaja pula dia eja di kata terakhirnya.

“Kau puas?” katanya lagi dan berakhir disana. Setelahnya Kyuhyun  melenggang pergi melanjutkan kegiatannya yang tengah mengatur para pegawai agar rapih dalam bekerja.

Seohyun mematung serta merasa tegang. Kalimat singkat itu membuatnya sangat cukup terkejut serta mampu membuatnya terdiam. Pria itu mengatakannya dengan kasar namun hatinya justru dibuat menjadi tidak karuan. Satu lagi. Jantungnya ikut berdegup kencang. Astaga….

“Ta-tapi…” pelan serta sedikit terbata, Seohyun mulai ingin menyahuti lagi kala dia merasa masih terpaku “Tapi aku tidak peduli dengan benar atau tidaknya tentang perasaanmu, Kyuhyun!”

Kyuhyun menggeram pelan sambil dia pejamkan erat kedua matanya kala mendengar suara Seohyun dari belakang tubuhnya. Dia turunkan kedua tangannya yang sebelumnya dia posisikan dengan bertolak pinggang. Setelahnya, dia pun berbalik lantas hampiri Seohyun dengan wajah merah padam.

“Itu!” katanya singkat setelah dia berikan satu kecupan pada bibir Seohyun “Aku rasa itu cukup untukmu agar bisa diam dan membiarkanku membereskan semua tugasku untuk pesta nanti siang, OK!”

“Si-sialan!” maki Seohyun  “Kyuhyun, kau memang sialan!” lanjutnya berapi sambil dia hapus bibirnya kasar namun tak ditanggapi. Kyuhyun tetap kembali menjauh untuk kemudian memandori para pegawainya yang tersayang.

***

Merasakan penat serta gerah diseluruh tubuhnya, wanita itu memutar bola matanya jengah kala balas pandang segelintiran pandangan mengejek dari sekitarnya saat ini. Dihembuskan napasnya jengah lantas dia pun buang sapu lidinya dengan gerak kasar.

“Memalukan!” makinya pelan penuh kesal “Sedikit pun aku tidak pantas di sini apalagi harus mengerjakan semua hal yang…astaga…ini gila!”

Gerutuannya disambut tawa ringan yang jelas itu bukan tawa menyenangkan. Tawa itu penuh ejekan serta sangat merendahkan diri bagi sosok yang tengah ditertawakan. Salah satu dari 4 wanita yang memang tengah memerhatikan sosok wanita yang sedari tadi menggerutu kesal itu pun menghampirinya. Dengan lagaknya yang sok berkuasa, dia datangi wanita itu yang memang adalah Jiyeon.

“Masih mau bertingkah sok selebritis, huh?” katanya mengawali. Tidak hanya kedua tangannya yang dilipat di depan dada mengisyaratkan jika dia tengah menampilkan kekuasaannya. Tapi cara memandangnya pun sungguh sangat merendahkan Jiyeon saat ini. Sudut matanya kemudian memandang mengejek “Sudah jatuh, masih saja sok. Hei…di sini kau sama seperti kami. Apa kau akan terus bersikap belagu, huh? Cepat ambil sapunya dan bereskan pekerjaanmu!”

“Kau pikir aku akan melakukannya, hah?” ketus Jiyeon menjawab. Tak mau kalah, Jiyeon pun bersikap angkuh seperti narapidana wanita yang saat ini berbicara padanya “Kau siapa berani mengaturku? Aku tidak sama dengan kalian. Tidak secuil pun karena aku sangatlah jauh terhormat dan tidak sebanding dengan kalian semua!” tuturnya kemudian dengan penuh percaya diri serta cukup lantang. Sehingga mengundang perhatian dari napi lainnya yang tadi tak memperhatikan mereka berdua.

Tidak peduli menjadi sorot perhatian, napi yang masih di depan Jiyeon pun tersenyum sinis. Dia buang ludahnya ke tanah sebelum akhirnya menjambak kasar rambut Jiyeon sehingga membuat Jiyeon memekik sakit “Yak! Berhenti bertinngkah!” sengitnya sangat menyeramkan. Satu tangannya yang bertato itu semakin menjambak rambut Jiyeon tanpa ampun “Apa kau ingin merasakan sentuhan manis dari kedua tanganku, hmh? Apa kau ingin merelakan kulit mulusmu itu babak belur, hah?”

“Hahahah” sahut Jiyeon tertawa. Bibirnya mendesis “Siapa yang akan takut? Aku yakini apa yang kau katakan hanyalah gertakan kecoak!”

“Begitu…” seringai napi wanita itu keluar. Menanggapi dengan santai lantas melirik ketiga temannya yang berdiri tak jauh dari tempatnya saat ini. Kedua matanya mendelik mengisyaratkan sesuatu “Ayo teman-teman. Kita tunjukan siapa kita pada wanita cantik ini” sambungnya kemudian dan keluarlah pekiikan Jiyeon yang tertahan karena mulutnya langsung dibekam oleh salah satu dari mereka.

Tubuhnya diseret paksa oleh ketiganya. Sedangkan si napi yang menjadi ketua wanita-wanita tadi hanya menyeringai sambil dia berikan peringatan pada para napi wanita yang lainnya. Otot kekarnya sengaja dia tampilkan untuk menunjukan kehebatan yang dia miliki.

“Jika kalian ingin bernasib sama seperti wanita tadi maka datanglah karena dengan senang hati akan aku berikan sentuhan manis yang akan membuat kalian semua berakhir di rumah sakit!”

***

Di kediamannya yang mewah itu, Cho Kyuhyun tengah mengadakan pesta besar-besaran. Entah itu pesta untuk merayakan apa. Mungkin dia sebut untuk merayakan kesembuhannya yang pernah mengalami koma atau mungkin saja untuk merayakan kehamilan yang dialami sang istri tercinta, Seo Joo Hyun. Tidak ada yang tahu. Pria berparas tampan itu melakukan semuanya dengan cepat dan sanggup mengundang gelengan kepala dari orang-orang yang mengenalnya dengan baik. Tidak terkecuali Seohyun. Wanita itu merasa tidak diberi kesempatan untuk mengatakan apapun yang ingin dirinya ungkapkan karena sejak kejadian hebat tadi pagi ketika Kyuhyun dengan sengaja memperlihatkan kebohongannya, pria itu menyibukan dirinya dengan segala persiapan pesta yang Seohyun angggap motifnya sangat dibuat-buat.

“Pesta sialan. Harusnya pesta ini tidak pernah terjadi karena aku belum merasa puas menghakimi pria kurang ajar itu!” dirinya memaki sambil sesekali menelan makiannya sendiri karena sadar tengah hamil. Sadar atau pun tidak, Seohyun nyatanya selalu mencoba menahan amarahnya sendiri demi kesehatan janin yang tengah dirinya kandung. Hebat, bukan?

“Eonnie…kenapa berdiri di sini sendirian, huh? Ayo kita ke sana” ajak Booyoung secara tiba-tiba sambil merangkul lengannya akrab “Kyuhyun oppa pasti mencarimu”

“Hasshh omong kosongmu terlalu basi”

“Huh?” Booyoung melenguh heran mendengar gerutuan Seohyun. Dia pun tampilkan wajah tak paham “Eonnie-“

“Oke…..aku akan mengikutimu ke mana pun tapi tidak jika harus berdekatan dengan pria itu!” pungkas Seohyun kemudian sambil dia berlalu dan tak lupa sebelah tangannya mengelus-ngelus perutnya sendiri seperti orang yang tengah berdoa agar anaknya tak seperti yang dirinya takutkan. Sepertinya Seohyun tengah mengumandangkan amit-amit jabang bayi. Mungkin………

Di sana…Kyuhyun tampak tengah menyambut para relasinya ditemani Changmin yang tak sedikit pun menjauh dari sampingnya. Keduanya tampak berbincang dengan hangat. Tawa pun sesekali berkumandang dengan penuh ceria. Segelas anggur merah ada di tangan mereka masing-masing.

“Kyuhyun sangat kuat. Anda pasti akan merasa kaget jika tahu bahwa tubuhnya lebih kuat dari banteng sekali pun-awww” tidak bisa meneruskan ucapannya, Changmin pada akhirnya mengakhirinya dengan pekikan kecil ketika dengan sengaja Kyuhyun mencubit lengannya “Kau-“

“Tutup mulutmu!” gumam Kyuhyun penuh penekanan kemudian dia kembali umbar senyum pada relasinya yang sebelumnya terbengong kaget “Jangan dipikirkan. Terkadang sahabat saya memang selalu berbicara berlebihan”

“Hahahah begitu rupanya” sahut relasinya ikut tertawa ringan “Tapi saya percaya jika anda memang memiliki kekuatan seperti demikian. Anda jelas sangat luar biasa tuan Cho hahaha”

“Hahhaha biasa saja” balas Kyuhyun seadanya dengan sangat terpaksa. Kembali dia lirik Changmin dengan sebal. Namun, tak lama kembali dirinya ikut tertawa agar tetap membuat suasana terasa nyaman serta hangat.

“Emhh ngomong-ngomong, ke mana istri anda, tuan Cho?”

“Istriku?” Kyuhyun balik bertanya. Untuk beberapa saat pria itu malah balas memandang kaku relasinya sampai akhirnya dia kembali tertawa garing “Ah ya..istri saya” kemudian Kyuhyun membalikan tubuhnya ke belakang.

“Di sana” katanya dengan binar ceria “Di sana……….” keceriannya tak bisa untuk terus Kyuhyun tampilkan. Pemandangan yang dia lihat sekarang tak dapat untuk Kyuhyun percaya. Dan…Kyuhyun pun mulai sadar jika di belakangya suasana tampak hening. Terlalu fokus mengobrol membuatnya lupa mengontrol keadaan di sekitarnya.

“Seohyun…..”

“Kyuhyun…istrimu…”

“Eonnie……….”

***

Akibat dari sikapnya yang tak mau mengalah, Jiyeon haruslah mendapat hasil yang cukup menyedihkan. Wanita itu mendapat kesakitan di seluruh tubuhnya dan harus membuat dirinya kini dibawa ke rumah sakit karena terluka cukup parah.

“Nyonya Jiyeon harus dirawat untuk beberapa hari di sini. Kaki serta kepalanya terluka cukup parah” terang sang dokter pada petugas kepolisian yang kala itu telah selesai memeriksa keadaan Jiyeon “Saya perkirakan nyonya Jiyeon akan dirawat selama satu bulan agar kesehatannya memulih”

“Apa tidak bisa jika dia dirawat jalan saja? Masalahnya Jiyeon-ssi adalah tahanan, dokter”

“Sayang sekali itu tidak bisa” sahut dokter itu seraya menghela napas berat “Kondisinya tidak memungkinkan jika dia tidak mendapat perawatan intensif di sini. Walau bagaimana pun, dia tetaplah seorang pasien”

“Haahhh” lenguh polisi itu dengan berat. Sejenak dia pun berpikir “Ya sudah. Saya akan urus mengenai hal ini. Tapi demi keamanan, beberapa polisi akan tetap berjaga-jaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”

“Saya mengerti. Lakukan saja sesuai prosedur tapi jangan sampai membuat dia harus kembali ke rutan dalam keadaan buruk”

“Baik, Dokter”

.

.

Di dalam ruangannya, Jiyeon tengah tertidur pulas akibat obat bius yang telah dia dapatkan sehabis perawatan yang telah wanita itu jalani. Perkelahian yang dirinya alami hari ini dengan keempat napi wanita lainnya itu telah membuatnya terluka cukup parah. Yang katanya sampai membuat sebelah kakinya patah dan kepalanya banyak mengeluarkan darah akibat sengaja didorong dari tangga. Benarkah separah itu? Jika iya, sungguh kasihan…

“Cantik sih..tapi sayang dia harus terluka seperti ini. Belum lagi dia adalah seorang tahanan” gumam seorang suster yang kala itu tengah memeriksa keadaan Jiyeon “Padahal yang aku tahu, dulu dia adalah seorang model terkenal. Dia masuk penjara karena hampir membunuh istri mantan kekasihnya sendiri”

“Benarkah?” sahut suster yang satunya lagi.

“Hemhh” angguk si suster yang tengah bercerita “Selain percobaan pembunuhan, wanita ini juga melakukan beberapa kejahatan bersama kawannya. Tapi sayang harus dia sendiri yang menanggung hukumannya karena kawannya sendiri sudah meninggal”

“Ya ampun..separah itukah…?” timpal si suter yang sedari tadi mendengarkan. Wajahnya tampak sangat terkejut “Aku tidak tahu jika sampai sejauh itu kejahatannya. Benar-benar menakutkan.”

“Haasshhh mana mungkin kau tahu. Kau ini kan tidak pernah menonton berita di televisi” sahut suster yang bercerita dengan sedikit memberi ejekan “Malahan wanita ini dulu sempat menjalin hubungan dengan seorang pengusaha kaya. Ya…kau tahulah. Demi uang menjadi simpanan pun tidak masalah”

“Ohh” mulutnya bolong kala ucapkan hurup O. Suster yang mendapat cerita dari temannya itu pun melirik Jiyeon dengan pandangan sedikit takut “Padahal dia cantik. Sayang sekali hidupnya disia-siakan seperti itu”

“Begitulah jika manusia sudah dibutakan oleh kemewahan serta keserakahan. Apapun bisa dilakukan”

“Hah…kalau begitu aku tidak mau menjadi orang jahat. Aku juga tidak mau menjadi simpanan jika harus berakhir semengerikan itu”

“Aku sendiri tidak berpikir akan ada pria kaya yang akan menjadikanmu simpanan”

“Yak! Kau ini…………”

***

“Eonnie…….” Booyoung memekik resah sambil dia edarkan pandangannya keseluruh ruangan karena merasa malu. Mulutnya kembali terbuka sambil dia coba menarik lengan Seohyun agar berhenti dari aksinya yang sangat konyol “Eonnie…sudah, eonnie…”

“Biar saja!” tak peduli, Seohyun menyahuti dengan sengit “Biar saja. Biar saja. Dengan begini pria itu akan malu dan dia akan merasa terhina!” sambung Seohyun dengan berapi-api.

Seohyun biarkan Booyoung terus perlihatkan kekhawatirannya. Dia juga biarkan orang-orang yang ada di pesta itu memandangnya heran atas tingkahnya yang dengan sengaja membuang-buang makanan ke lantai. Membuat pesta yang seharusnya terjadi dengan penuh ceria menjadi berantakan.

“Eonnie-“

“Biarkan saja” suara Kyuhyun mengalun. Keheningan yang terjadi dia biarkan dan memang kini suara pelannyalah yang dingin itu terdengar “Biarkan saja, Booyoung-ah. Anggap ini salah satu penampilan khusus yang tengah istriku ciptakan di pesta suaminya”

Telinganya mendengar kalimat itu. Kue yang ada di sebelah tangannya Seohyun tahan di udara demi mendengar kalimat yang Kyuhyun kumandangkan. Kedua matanya memejam erat kemudian dengan sekali lemparan, kembali Seohyun buang kue itu tanpa ampun ke lantai. Tubuhnya kemudian dia balikan. Decakan ringan Seohyun kumandangkan.

“Benar…ini penampilan khusus untukmu, suamiku” sahutnya lalu kini segelas anggur sengaja Seohyun guyurkan ke atas kepala Kyuhyun “Dan itu hadiah spesial untukmu suamiku”

Jelas wajah marah yang ditahan itu tengah Seohyun lihat dari Kyuhyun. Namun, wanita itu tak peduli. Dengan sikap sok bangga, Seohyun hiraukan tatapan tak paham dari para tamu. Dia malah berbalik dengan santai kemudian melangkahkan kakinya melewati para tamu yang masih memandangnya.

“Seohyun!” Kyuhyun bersuara cukup lantang. Derap kakinya yang berjalan, menjadi pengisi suara keheningan yang masih terjadi “Apa hanya itu hadiah yang ingin kau berikan pada suamimu ini, hmh?”

Kyuhyun berhenti tepat di belakang Seohyun yang saat itu menanggalkan langkahnya. Decakan ringan Kyuhyun suarakan. Kemudian, pria itu tarik lengan Seohyun lantas membalikan tubuh wanita itu dengan cepat “Bagaimana?” katanya lagi dengan tenang “Tidak ingin menampilkan hal lain yang lebih memukau?”

“Tidak ada!” jawab Seohyun ketus. Sebisa mungkin dia coba lepaskan tautan tangan Kyuhyun “Aku lelah. Lepaskan dan biarkan aku pergi”

“Tidak semudah itu, sayang….” kata Kyuhyun menjawab. Sejenak dia usap lagi wajahnya yang masih terasa ada bekas air anggur di sana “Tidak semudah itu. Tidak…”

Kemudian Kyuhyun lepaskan pelan sebelah tangannya di lengan Seohyun. Kali ini dia masukan kedua tangannya ke saku celana dengan santai. Sejujurnya dia sangat marah saat ini. Bisa dibayangkan jika semua tamu terutama relasi pentingnya pasti memandangnya dengan sangat rendah atas ulah istrinya yang keterlaluan. Dalam keheingan yang tengah terjadi tetap saja bisa dia dengar bisik-bisik ringan yang dikumandangkan orang-orang. Sangat…sangat…memalukan!

“Aku perlu yang lebih dari ini” kedua matanya dia edarkan demi memandang semua orang yang ada di sana. Senyum tipis kemudian Kyuhyun tampilkan “Yang lebih hebat. Yang lebih memukau. Bukan begitu, sodara-sodara?” sambungnya tenang seolah meminta pengiyaan dari semuanya.

Keheningan yang masih tetap terjaga tak buat Kyuhyun merasa riskan. Pria itu tetap tampilkan senyumnya kemudian dia perdekat jaraknya dengan Seohyun “Kau cantik sekali malam ini” bisiknya pelan yang kontan mengundang perasaan terkejut dari Seohyun “Aku benar, kan?” katanya lagi dengan seringai khas.

Dia sengaja berikan raut wajah bangga setelah memuji istrinya “Tidak akan ada yang bisa mengelak kata-kataku. Istriku malam ini benar-benar cantik. Bukan begitu, sodara-sodara?” lagi, dirinya memuji dan ya…semua tamu mengangguk mengiyakan meski tak lantas berikan suara. Kyuhyun balas kembali memandang Seohyun dengan puas “Kau lihat?”

“Dasar gila!”

“Ya…ya…aku memang gila…Selalu gila” dengan santainya, Kyuhyun balas menyahuti “Kau sudah sangat mengenal sifatku yang satu itu, sayang…” Kyuhyun kembali perdekat jaraknya. Ada kemarahan tertanam di hatinya meski tak dia perlihatkan secara gamblang.

“Seharusnya kau tak perlu mengatakannya karena kau sangat tahu jika suamimu begitu gila dan kegilaannya sudah diketahui oleh seluruh jagat raya”

“Kyuhyun, kau gi-“ kemudian dia hanya bisa membatu. Wajah shock kemudian ditampilkan Seohyun kala kecupan singkat Kyuhyun layangkan di sebelah pipinya.

Kyuhyun kedipkan satu matanya “Jangan terburu-buru…masih terlalu banyak orang. Jika ingin memberiku hadiah yang lebih, kau bisa memberikannya nanti malam di atas ranjang kita setelah pestanya selesai”

Dan kalimat itu mengundang kekesalan yang mendalam di hati Seohyun. Sudah barang tentu dia sebenarnya merasa malu dengan tingkah lakukanya sendiri yang membuat onar di pesta suaminya. Dan kini Kyuhyun malah menambahnya dengan banyak kalimat menjijikan seolah dirinyalah yang ingin mendapat perlakuan aneh menjurus vulgar yang selalu Kyuhyun katakan.

“Dasar gila! Kau memang akan selalu membuatku muak!!!”

Kyuhyun hanya menyeringai kala istrinya langsung berbalik setelah memakinya barusan. Dia angkat bahunya sambil membuang napas pelan. Tubuhnya kemudian dia balikan ke arah para tamu. Sejenak Kyuhyun terdiam namun setelahnya dia mulai kembali umbar senyum palsunya seolah dia mengabarkan bahwa semuanya baik-baik saja dan pesta akan tetap dilanjutkan.

***

“Sudah kau berikan bayaran untuk mereka?” kala mendengar jawaban ‘Ya’, orang yang tengah menelepon itu pun mengangguk ringan “Baguslah jika begitu. Pastikan jika mereka tutup mulut. Jangan sampai kepolisian tahu tentang kebenarannya”

Orang itu pun menutup ponselnya setelah dia merasa puas dengan kabar yang diberikan oleh orang suruhannya tersebut. Tak berselang lama, orang tersebut lantas berbalik kala ada seseorang datang menghampirinya.

“Semua tugas yang anda berikan sudah saya kerjakan, tuan”

Tanpa perlu mendengar banyak kalimat lagi, orang itu kembali anggukan kepalanya saat kabar baru telah dia dapatkan. Sebuah amplop berisikan uang kemudian dia rogoh dari dalam saku celananya kemudian dia berikan pada sosok yang baru saja berbicara.

“Sekarang dia sedang apa?”

“Nyonya Jiyeon masih tertidur, tuan” sahut sosok yang diberi amplop berisi uang, menjawab “Akibat pengaruh obat bius akan membuatnya tertidur pulas untuk 3 jam kedepan. Saya sudah mengatur semuanya jadi ketika nanti anda akan membawanya, saya pastikan keadaan akan aman”

“Hemhhh baiklah” hanya itulah yang orang itu gumamkan. Beberapa saat dia hanya terdiam tanpa banyak bertanya kembali. Namun, tak lama dia pun kembali berucap “Kau boleh pergi sekarang”

“Baik, tuan. Jika anda memerlukan sesuatu, hubungi saya segera”

“Ok!”

Ditinggal sendiri setelah sosok yang telah dia beri uang itu pergi yakni seorang dokter, membuatnya kembali terdiam. Diusapnya pelan wajah berkeriputnya dengan perasaan cukup gusar. Memang pantas dia merasakan gusar karena dia sadar bahwa yang sekarang dirinya lakukan sangatlah berbahaya. Membantu seorang napi untuk bebas dari tahanan. Tidak…bukan bebas melainkan membawa kabur dengan cara licik yakni melibatkan beberapa napi untuk membuat Jiyeon seolah terluka parah agar bisa dibawa keluar dari dalam penjara.

Kenapa begitu?

Orang itu, tuan Im, masih setengah hati dengan perbuatannya. Namun, dia merasa tak diberi pilihan. Jika mengabaikan, dia merasa tak tega karena walau sedikit hatinya masih merasa tertarik pada Jiyeon. Lalu, jika dia terus menuruti kemauan Jiyeon, pernikahannya dipastikan hancur jikalau ketahuan istrinya. Dulu mati-matian dia mencoba berkelit dari pemberitaan tentang perselingkuhannya dengan Jiyeon pada sang istri. Karena jika sampai istrinya tahu dengan apa yang dia lakukan sekarang, riwayatnya akan tamat. Hidupnya akan melarat karena harta serta kekuasaan yang dirinya punya adalah dari istrinya sendiri. Lalu…

“Tenang..tenang..” gumamnya pelan sambil menghirup serta membuang napas pelan “Lakukan semuanya dengan rapih. Itulah…itulah yang harus aku lakukan agar semuanya tetap aman”

***

Duduk dengan posisi menyilangkan satu sama lain kedua kakinya di atas ranjang, Seohyun tampak tengah merenung. Helaan napasnya yang pelan terdengar dihembuskan serta ditarik secara berkala. Wanita itu kemudian menunduk lalu menengadah dia lakukan kembali. Isi dalam kepalanya terasa tak bisa dia rapihkan seakan begitu sangat penat serta kacau. Hari sudah mulai gelap. Keramaian di lantai bawah pun sudah mulai tak dia dengar.

“Apa pestanya sudah usai? Hassshh…sepertinya begitu. Entah sudah berapa jam aku diam disini. Perutku mulai merasa lapar..haahhh” Seohyun lanjut mengeluh seorang diri. Kepalanya mulai dia tundukan lantas sebelah tangannya dia usapkan di perutnya sendiri “Sabar ya nak…setelah keadaan cukup aman, ibu akan membawamu ke dapur. Kita makan, ok!” sambungnya ceria.

Senyum manisnya di tebar sambil kerap mengelus perutnya lembut seolah dia tengah menenangkan bayinya yang merengek kelaparan padahal dia sendirilah yang merasa lapar. Aksi marah-marahan yang dia lakukan saat ini sedikit menyiksa dirinya sendiri.

“Tidak ada yang mempersilahkanmu untuk masuk, Kyuhyun”  sesekali masih berikan elusan di perutnya serta tersenyum manis, Seohyun berikan suaranya ““Seharusnya kau meminta izin jika ingin masuk”

Dari ambang pintu, Kyuhyun terperanjat karena tebakan Seohyun benar adanya. Dialah yang masuk. Senyum lima jari pun Kyuhyun suguhkan demi menghilangkah rasa terkejutnya. Seohyun alihkan pandangannya pada Kyuhyun. Senyum pun seketika hilang dari wajahnya yang cantik.

 “Bukankah pintu itu sudah aku kunci dari dalam, huh? Bagaimana kau bisa membukanya?”

“Jangan bertanya jika sudah tahu jawabannya” Kyuhyun menyahuti. Pria itu tuntaskan kegiatannya yang tengah menutup pintu kamarnya dengan rapat “Hmhh” sambungnya dengan mengacungkan sebuah benda.

“Ini rumahku. Jelas aku punya banyak kunci cadangan”

Dengusan sebal tak bisa dihindari. Seohyun memalingkan mukanya mencoba untuk menahan diri agar tidak lantas berteriak konyol karena kesal. Kyuhyun melangkah ringan ke sisi ranjang. Dia berhenti tepat di hadapan Seohyun yang masih memalingkan muka. Senyumnya pria itu kulum sejenak untuk tetap perhatikan gerak istrinya yang jelas menampakan wajah kesal. Pria itu hela napasnya lantas dia pun berjongkok.

“Jangan tanyakan soal keadaan pesta saat ini karena kau sudah pasti tahu seperti apa endingnya” meski kesal karena Kyuhyun berucap seenaknya, namun ucapan Kyuhyun itu justru memang memberi dirinya sebuah informasi kecil. Jika harus jujur, Seohyun sejatinya memang masih penasaran dengan kelanjutan pesta dadakan yang Kyuhyun adakan tadi “Haaahhh gara-gara ini, uangku jadi keluar percuma. Tapi tak apa…biaya untuk pesta tadi memang tidak seberapa. Jangan merasa tidak enak-“

“Hei!!!”

Kyuhyun terkekeh mendengar pekikan tak suka dari Seohyun. Kyuhyun mengangguk-angguk ringan mencoba memahami isi hati istrinya. Dia tahu dan sadar jika ocehannya yang garing memang jelas menyebalkan. Terdengar seperti pria kampungan yang itung-itungan dalam hal pengeluaran.

“Pestanya sudah selesai. Semua tamu pulang dengan wajah bahagia ya meskipun tadi sempat diberi aksi kekanakan-“

“Kyuhyun!”

“Ya…aku ada di hadapanmu. Tidak perlu berteriak”

Seohyun membuang mukanya lagi semakin sebal. Jika Kyuhyun ingin mengabarkan tentang usainya pesta tersebut maka katakanlah dengan singkat. Tidak perlu menambahnya dengan hal-hal yang sangat membuat hambur.

“Ingin sebuah penawaran?” keheningan mulai pecah. Pertanyaan pelan dari Kyuhyun dibalas tatapan kejut oleh Seohyun. Kyuhyun angkat kedua bahunya kemudian dia menggelengkan kepalanya beberapa saat “Penawaran mudah. Kau hanya perlu mengatakan ya atau tidak untuk ini”

Kyuhyun kemudian ulurkan telapak tangannya ke hadapan Seohyun “Ikuti aku” perintahnya yang tak langsung dijawab oleh Seohyun.

Lama mereka hanya saling balas memandang. Kyuhyun berikan isyarat melalui kedua matanya agar Seohyun mau menyambut uluran tangannya tersebut. Terlalu lama menunggu membuatnya harus mengambil keputusan sendiri. Sebuah tarikan paksa dia lakukan pada Seohyun hingga membuat sang istri terhentak kaget kala tubuhnya dibawa paksa untuk berdiri dan membuatnya harus berteriak keras.

“Yak!”

“Diam!” sambut Kyuhyun tegas “Tidakkah kau bisa diam sekali saja dan tidak memberiku teriakan fals dari mulutmu, hmh? Aku ada di hadapanmu jadi tolong untuk sedikit menghemat suaramu agar tidak habis percuma”

 Tangannya kemudian menggiring Seohyun untuk ikut bersamanya. Kemudian dia hentikan ketika sampai di balkon kamar. Pijakannya berhenti di sana. Dan di atas balkon itu keduanya mulai berdiri secara berdampingan. Di balkon itu, Kyuhyun mulai lepaskan tautan tangannya dan biarkan Seohyun berdiri di sampingnya dengan wajah merengut kesal.

“Apa yang ingin kau dengar?” kata Kyuhyun memulai “Katakan” katanya lagi kini menyambut tatapan Seohyun yang bertanya.

Kyuhyun ukir seutas senyum tipis “Akan aku jawab. Apapun itu. Mungkin harus aku mulai dari A atau dari Z, terserah dirimu. Yang pasti akan aku jawab dengan senang hati”

“Atau…kau ingin bertanya dengan bahasa tubuh seperti…” sambung Kyuhyun mencurigakan. Seohyun sedikit mundur kala tubuh Kyuhyun mendekat padanya “Seperti…”

“Yak! Kau mau apa Kyuhyun?”

.

.

TBC…

Iklan

169 thoughts on “Spoiler SK Version || Sequel 19

  1. setelah sekian lama gak berkunjung eh tau tau udah 2 chap keluar hehe.
    chapter ini kyu masih aja ngeselin yaaa ckck masih juga gamau ngertiin seohyun yg ngerasa dibohongin.. dan jiyeon yg dibantu tuan im akankah jadi masalah lagi buat mereka??

    Suka

  2. duhh dah lama banget gax prnah berkunjung, smpe’ mau lupa ma isi crita nya.. 😀

    Suka

  3. hahahaha astaga chokyuhyun dasar maniak wkwkwk thor,aku udh lama banget nunggu kelanjutan ini. aku cuma minta tlong jangan ngaret/? lagi ya thor wkwkw semangat thor!

    Suka

  4. Astagaaaa.. kok kyuhun jadi kek org bejat sih xD knapa juga nggak lngsung jujur kyunya dasar nakal 😀 wlwpun gitu yg paling melegakan tu pas seo mmpi bilang cinta ama kyu di chapter sbelumnya hehe

    Suka

  5. Yeeeeeyyyy akhir’y setelah sekian lama muncul juga nie ff..
    Seneng-seneng#senyum_gaje..
    Duuuhhh seokyu knpa sich cekcok mulu kpan romantis-romantisan’y…
    Pengen liat mereka romantisan….

    Suka

  6. Akkhh!! Gemes banget liat sikap mereka berdua -.- gak pernah akur.. Kapan romantisan2nya hah..

    Suka

  7. Kyuu kyuu. Ntah otaknya diapain sma authornya smpai kyu kek gni. lanjut baca

    Suka

  8. ya ampun seo dsini kampungan bngt sihhh klakuan nyaaa…. hadeuhhhh

    Suka

  9. wahh udh lama ga baca seokyu yg ini hihi
    makin seru aja sih 😂😂
    nice nicee

    Suka

Please, leave a reply for me ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s