CHOKYUNIE

Spoiler SK Version || Sequel 7

207 Komentar


SPO3

Title : Spoiler  SK Version || Sequel

Length : 7 of…

Rating : NC 21

Genre : Romance, Drama, etc…

Cast : Cho Kyuhyun || Seo Joohyun || Park Jiyeon

Sorry always there typos

Happy Reading…. ^^

.

Seohyun merasa awal paginya sudah rusak total semenjak menyadari keadaan dirinya yang  disetubuhi seenaknya oleh Kyuhyun. Haruskah dia mengatakan ini adalah sebuah bentuk pemerkosaan? Tentu saja. Kyuhyun melakukannya tanpa permisi serta tanpa persetujuan. Tapi kembali. Siapa pun akan menertawakan dia dengan puas jika sampai asumsinya itu ada yang tahu.

“Coba aku cek kondisimu” Seohyun terkesiap ketika ada sebuah telapak tangan yang menyentuh dahinya. Dia menoleh dan saat itu pula sosok Kyuhyun berdiri di belakangnya. Sejak kapan Kyuhyun berdiri di sana? “Tidak panas. Wajahmu juga sudah terlihat lebih segar” Kyuhyun berkomentar.

Dengan santai dia duduk di samping Seohyun yang kala itu tengah duduk di sebuah kursi ayunan di halaman belakang. Pria itu tersenyum sambil merentangkan satu tangannya yang lain di sandaran kursi.

“Kata pegawaiku, kau makan sangat lahap. Apa kau kelaparan, hmh?” guyonnya sambil memainkan usil rambut belakang Seohyun. Membuat Seohyun risih dan menepis tangan Kyuhyun “Katakan saja jika kau kelaparan. Aku bisa membawamu ke restoran mewah yang menyediakan banyak makanan lezat”

“Tidak perlu!” dengan sinis, Seohyun menjawab “Semua makanan mewah dan lezat sudah pernah aku coba. Tawaranmu seakan membuatku seperti orang kuno yang tidak pernah menikmati makanan super mahal. Ck! Sadarlah, Kyuhyun. Kau itu berhadapan dengan seorang wanita yang dulu terkenal dan juga hidup makmur”

“Ahaha ya…itu benar” Kyuhyun jawab dengan sedikit tertawa “Tapi kan itu dulu. Sekarang….” pria itu selanjutnya terkekeh di depan wajah Seohyun dengan puas. Rasanya begitu menggelikan mendengar seseorang mengungkit sesuatu yang sudah tidak ada artinya.

“Silahkan kau mengejekku, Kyuhyun. Bukan hal yang aneh aku direndahkan oleh pemerkosa sepertimu!” kalimat Seohyun membuat Kyuhyun berhenti terkekeh. Kedua matanya langsung berkilat tajam “Pemerkosa!” Seohyun ulang lagi kalimatnya dengan lebih sinis.

“Seseorang yang meniduri orang lain tanpa permisi dan di kala tidak sadarkan diri memang sangat tepat disebut pemerkosa. Kau dengar itu, Kyuhyun? Pemerkosa!”

Kyuhyun tentu saja merasa sangat tersinggung dengan sebutan yang Seohyun berikan padanya. Tidak dia coba untuk mengelak karena Kyuhyun menyadari aksinya semalam yang kelewatan serta tidak tahu etika. Namun sekali lagi. Dia terlampau sakit hati. Haruskah Seohyun dengar alasannya sehingga melakukan tindakan semalam?

“Sudah aku katakan apapun yang aku mau tidak bisa kau bantah atau persalahkan” dengan segala kepribadian batu yang dirinya miliki, Kyuhyun coba enyahkan rasa terhina akibat makian dari Seohyun. Pria itu coba untuk mengalah karena niatnya di awal pulang lalu bersikap lembut pada Seohyun memang sudah dia tekadkan semenjak dari kantor “Anggap saja yang semalam itu adalah obat. Lihat!” Kyuhyun lanjut berseru takjub.

Kedua tangannya merentang ke arah Seohyun “Isteriku yang semalam nampak lemah, kini terlihat segar bugar akibat service hebat yang sudah aku berikan” sebelah matanya memicing. Kyuhyun berikan senyum sok imut “Apa perlu ditambah agar kau semakin sehat, hmh?”

“Dasar gila!” sungut Seohyun sudah kepayahan “Kau memang pria paling gila yang pernah aku kenal!” Seohyun memaki dengan perasaan tak tentu. Kyuhyun terlalu sulit untuk bisa kalah dengan segala makiannya. Lihtalah, pria itu nampak santai. Sungguh tidak tahu malu.

Terbuat dari apa otak gila pria sialan ini, hah?

“Ya, bagus….” dengan santainya, Kyuhyun menyahuti “Itu berarti hanya akulah pria gila yang sangat tangguh karena berani mendekatimu sampai-sampai sudah sering menyentuhmu”

“Sia-“

“Redakan emosimu untuk saat ini karena aku juga sedang malas mengeluarkan tenaga untuk hal-hal semacam ini” dengan sebelah tangannya, Kyuhyun menahan pergelangan tangan Seohyun yang hendak memberinya tamparan sambil ucapkan kalimat penuh penekanan. Kyuhyun menggeram pelan mencoba menahan amarah “Sekarang pergilah ke kamar lalu berkemas. Kita pergi setengah jam lagi” pungkasnya seraya lepaskan sebelah pergelangan tangan Seohyun dengan kasar.

Seohyun meringis sambil dia segera berbalik untuk melihat punggung Kyuhyun yang berlalu “Hei! Kyuhyun! Kita mau ke mana? untuk apa aku harus berkemas?” teriaknya lantang.

“Bulan madu. Kita akan pergi bulan madu” sahut Kyuhyun tanpa perlu membalikan badan.

Seohyun kembali balikan tubuhnya sambil atur posisi duduknya dengan resah. Dia pijat sebelah tangannya yang sakit kemudian menghela napas panjang.

“Masih perlukah acara bulan madu?” otaknya menerka kemudian senyum miris dia torehkan “Untuk apa? di rumah saja dia masih bisa menyentuhku seenaknya. Haruskan bulan madu masih tetap dilakukan?”

***

Perjalanan yang memang cukup melelahkan. Seohyun terkadang harus menahan kantuknya lalu ketika dia merasa tak kuat, maka tertidurlah yang dia lakukan. Kyuhyun yang berada di sampingnya, menoleh sambil dia tak lepas kemudi. Sesekali tangannya akan terulur guna beri elusan lembut di puncak kepala Seohyun. Namun ketika dirasa Seohyun mulai terjaga, pria itu akan kembali fokus ke depan seolah tak peduli.

“Masih belum sampai juga ternyata” Seohyun mendengus sedikit sebal. Dia rebahkan lagi kepalanya dengan malas di sandaran kursi “Seharusnya jujur saja jika ingin melakukan penculikan. Bisa-bisanya menjadikan bulan madu sebagai alasan” ejeknya menuduh seenaknya.

Kyuhyun coba enyahkan banyak ocehan tak jelas yang dikumandangkan Seohyun.  Dia rasa itu tidaklah penting untuk dirinya tanggapi. Dan hal yang sama pun dia lakukan pada masalah yang terjadi di kantor. Rasa penasaran serta marah yang membuncah di hatinya akibat ulah peneror itu masihlah mendominasi. Namun Kyuhyun coba bersabar. Sekarang dia ingin menikmati hari terakhir masa liburan sang isteri tercinta dengan pergi berbulan madu sebelum esok semuanya akan kembali seperti dulu dengan Seohyun kembali bekerja. Perasaan sakit hatinya pada Seohyun pun dia redakan untuk saat ini. Dan lagi-lagi hanya Seohyunlah yang bisa membuat seorang Cho Kyuhyun mau mengalah serta menurunkan egonya. Hebat!

“Kau membawa obat tidur, Kyuhyun?” tanyanya seraya melirik ke arah Kyuhyun “Kalau kau membawanya, aku minta. Mungkin itu berguna agar rasa bosanku sedikit berkurang dengan bisa tertidur pulas sembari menunggu perjalanannya selesai”

Sekali lagi Kyuhyun tak menanggapi. Dengan sedikit berbelok, laju mobilnya kemudian naik ke dataran yang lebih tinggi dari sebelumnya. Rem pun kemudian dia injak “Ok! Sudah sampai, isteriku” senyum khasnya mewarnai “Mari kita bersenang-senang”

Seohyun menatap Kyuhyun dengan diam yang kini mulai keluar dari mobil. Dia lihat pria itu memutari bagian depan mobil kemudian membukakan pintu untuknya. Dengan sikap datar dan tanpa bersuara, Seohyun biarkan dirinya keluar setelah pintu dibukakan oleh Kyuhyun. Dia memberi tatapan curiga.

“Kenapa?” Kyuhyun berseru menyadari arti tatapan Seohyun “Ini tempat bulan madu kita. Tempat yang lumayan jauh dan sudah membuatmu uring-uringan karena terlalu lama untuk sampai”

Seohyun berdecak sambil dia putar bola matanya merasa disindir. Kemudian kedua matanya mulai beralih, mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk memindai segala yang nampak di sana. Meski tidak terlalu kentara, namun mulutnya yang sedikit menganga serta kedua matanya yang jelas memancarkan keterkejutan, nampak di wajah cantik Seohyun. Wanita itu terus diam sambil dalam hatinya memekik karena terlalu takjub merasa jika tempat yang sekarang dirinya tapaki bisa dikatakan hebat.

“Pantai…” gumamnya pelan sambil melangkahkan kakinya secara perlahan ke depan “Rumah putih” sambungnya kemudian menyadari sesuatu yang seharusnya paling dulu dia sadari. Dia pun segera berbalik untuk menatap Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum simpul sambil dia berjalan mendekati Seohyun “Inilah yang dinamakan bulan madu. Tempat yang indah, nyaman namun sepi” bisiknya pelan di kalimat terakhir.

Seohyun mendelik “Kau mempersiapkan semua ini sejak kapan?”

Kyuhyun angkat bahunya “Spontan saja” jawabnya enteng “Temanku tadi pagi datang ke kantor dan meminjam bungalowku seenaknya. Alhasil aku pun jadi sedikit bingung menentukan tempat yang pas untuk bulan madu kita. Sebenarnya temanku itu sudah merekomendasikan sebuah tempat yang bagus dan katanya hebat. Tapi setelah aku pertimbangkan, ke sini mungkin akan lebih menarik. Lagi pula, aku belum pernah memakainya semenjak pembangunannya diselesaikan. Aku rasa kau akan merasa begitu spesial bisa menggunakannya bersamaku untuk pertama kali, bukan?”

Seohyun sempat berikan cibirannya pada penjelasan panjang lebar Kyuhyun yang berujung menyebalkan. Dia hiraukan dengan kini menatap tak berkedip rumah putih yang ada di depannya. Seperti berada di alam mimpi, Seohyun merasa mimpinya telah menjadi nyata.

“Rumah putih…ini…” tubuhnya berangsur bergerak semakin dekat dengan halaman rumah putih tersebut. Hatinya merasa ingin menangis menyaksikan bangunan yang menjulang tinggi dengan aksen putih yang begitu dominan.

rumahputih(12)

‘Seperti mimpimu, Seohyun..rumah putih’ 

Kyuhyun bergumam dalam hatinya menyuarakan apa yang sebenarnya ingin dia ungkapkan secara langsung pada Seohyun. Rumah putih itu bukan tanpa sebab dia buat. Dirinya membuat rumah seindah serta semewah itu, dengan satu tujuan. Ingin mengabulkan mimpi Seohyun yang mengidam-idamkan rumah putih. Dari mana Kyuhyun tahu? tentu…hanya dia dan masa lalunyalah yang tahu. Segalanya masih tersimpan rapi dan mungkin akan bisa dia ungkapkan jika dirinya merasa sudah cukup siap.

“Seleramu bagus juga, Kyuhyun” Seohyun kemudian tolehkan kepalanya “Berapa biaya yang kau keluarkan untuk membuat rumah ini?”

“Kenapa? kau ingin membelinya?” Kyuhyun bersahut. Dia lantas hampiri Seohyun “Bisa saja…tapi mungkin kau perlu 10 hingga 20 tahun ke depan untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli rumah seperti ini” Seohyun mendengus marah. Memang akan percuma mengajak bicara serius pada pria semacam Kyuhyun.

“Hei!” Kyuhyun menyela. Dia raih pergelangan tangan Seohyun ketika wanita itu menunjukan amarahnya. Senyum tipis Kyuhyun ukir “Kau tidak perlu bersusah payah” katanya melembut.

“Ini rumahku. Itu berarti ini juga rumahmu. Milikku adalah milikmu”

Kata-kata manis itu tak cukup buat Seohyun merasa mereda amarahnya. Masih merasa terhina, Seohyun pun tepis tangan Kyuhyun lantas melipat kedua tangannya itu di depan dada. Wajahnya sudah bergerilya ke mana-mana karena tak ingin melihat wajah Kyuhyun yang begitu menyebalkan.

“Ada satu hal yang harus kau tahu, Seohyun” suara Kyuhyun terdengar begitu serius. Ketika Seohyun tak kunjung mau balas memandangnya, pria itu raih dagu Seohyun lembut dan tatapan Kyuhyun nampak memberikan raut yang begitu tenang. Hal itu membuat Seohyun mengernyitkan dahi “Untuk masalah rumah ini bisa kita bicarakan kapan-kapan. Tapi kau harus tahu alasan sesungguhnya aku mengajakmu ke sini”

“Hemhhh tidak…” Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat kala dia bisa membaca raut wajah Seohyun yang ingin segera beri pendapat. Kyuhyun tahu apa yang akan Seohyun katakan. Dia pun segera meneruskan “Bulan madu. Ok! itu alasan pertama yang aku katakan. Tapi terlepas dari masalah bulan madu di mana saling memuaskan haruslah kita lakukan dan maksimalkan, aku masih punya sau alasan lain yang belum kau tahu”

“Kau mau tahu?” lanjutnya meyakinkan. Kyuhyun perkecil jaraknya dengan Seohyun “Aku ingin untuk saat ini, kita jalin hubungan ini dengan normal”

Seohyun mengerutkan dahinya berlipat “Maksudmu?”

Kyuhyun tersenyum simpul kemudian dia merengkuh pinggang Seohyun dengan lembut sehingga Seohyun pun dibuat lupa untuk melakukan penolakan. Satu tangan Kyuhyun mengelus sudut bibir Seohyun “Kita bercinta”

“Yak!”

“Aku belum selesai” Kyuhyun menyela. Sempat dia berikan tatapan tajamnya untuk beberapa saat namun secepat itu pula, Kyuhyun kembali berikan senyum tipis “Aku ingin kita menikmati saat-saat di sini dengan damai. Anggap bahwa dulu kita menikah karena dasar saling mencintai. Hanya saat ini” Kyuhyun menekankan ucapannya. Dia sudah tahu jika Seohyun sudah gatal ingin menyela.

Dengan lembut, Kyuhyun kecup bibir Seohyun kilat membuat Seohyun sedikit terkejut “Hanya untuk saat ini saja. Bisakah kau membiarkanku menikmati masa bulan madu ini dengan tenang? Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Hanya itu keinginanku kali ini. Kau bisa melakukannya?”

“Kau gila, Kyuhyun. Mana bisa begitu? Kita saling mem-“

“Tentu bisa” Kyuhyun lebih perkecil lagi jarak wajahnya dengan Seohyun sambil kata-katanya dia tekankan dengan pasti “Menurutku itu bisa dan sangatlah mudah. Apa kau tidak menyayangkan jika tempat seindah ini harus disia-siakan dan tidak bisa kau nikmati karena tidak mau akur denganku?”

 “Aku mencintaimu” bisik Kyuhyun kemudian dengan begitu lembut. Kyuhyun kemudian menatap Seohyun “Ayo, katakan bahwa kau juga mencintaiku”

“Tidak-“

“Hanya untuk saat ini saja” lagi-lagi pria itu harus menyela. Tatapannya begitu mengharap “Hanya demi bulan madu ini. Apa itu terlalu sulit?”

“Kyuhyun, aku-“

“Aku mohon” Kyuhyun lanjutkan ucapannya “Kau dengar barusan, Seohyun? Untuk pertama kalinya aku memohon pada seseorang dan itu aku lakukan padamu. Apa kau masih tetap ingin bersikap keras kepala?”

***

Menampakan rasa sakitnya pada hal yang tak terkira memang kini dia lakukan. Seseorang yang sudah setengah gila itu nampak semakin tak tahan hingga ringisan takut serta jeritan-jeritan tak sukanya menghiasi  sieisi ruangan. Sosok itu, sosok yang ditakuti oleh sosok setengah gila tersebut menggeram marah. Dia yang adalah seorang pria, membanting pisaunya ke lantai lantas hampiri sosok setengah waras yang tak lain adalah memang Jiyeon. Mulutnya mendesis jengah dengan pekikan Jiyeon yang dirasa berlebihan.

“Ini semua gara-gara kau, wanita sialan!” makinya kuat sambil meremas kedua pipi Jiyeon yang tak ayal semakin buat Jiyeon ketakutan serta sakit “Seandainya kau tidak serakah, mungkin nasib mengenaskan tidak akan dialami Taecyeon!” dilepaskan remasannya dengan kasar. Setelahnya pria itu mendengus semakin marah.

Dia raih sebuah foto lalu dihadapkan ke arah Jiyeon “Kau lihat ini?” tanyanya sengit “Seharusnya sampai hari ini pun, dia masih bisa tertawa seperti ini!” sambungnya penuh amarah lantas menyimpan foto itu dengan sangat murka.

Orang itu kemudian berdiri dengan hati yang teramat sakit kala mengingat Taecyeon “Dia harus mati karena kekejaman pria itu dan  semuanya diakibatkan atas keserakahanmu, Park Jiyeon!” tunjuknya semakin sengit dengan jari telunjuknya ke arah Jiyeon.

“Kau mau aku masukan ke dalam rumah sakit jiwa, huh?” gelengan kasar yang diberikan Jiyeon membuatnya mendesis “Maka dari itu sembuhlah. Jangan terus kau turuti rasa traumamu karena itu hanya akan membuat pria itu menang” diusapnya air mata Jiyeon yang mengalir banyak membasahi pipi wanita itu.

Pria itu lantas berujar lembut “Ayo..sembuhlah. Kuatlah. Bukankah kau juga membencinya? Dia sudah membuangmu dan membunuh sahabatmu sendiri. Apa kau hanya aka berakhir di sini sebagai orang gila?”

Jiyeon kembali menggeleng walau dengan gerak tersendat. Kedua bola matanya dan bola mata pria itu saling bertatapan dengan lekat. Seperti ada magnet, pancaran bola mata milik pria itu sanggup mengalirkan rasa percaya diri serta marah yang sebelumnya hanya tertumpuk pada si pria. Jiyeon terus memandangnya lemah samapai akhirnya dia anggukan kepalanya seakan mengatakan kata ‘ya’ . Hal itu membuat senyum di bibir pria itu terukir dengan senang.

“Bagus…jika begitu, kita mulai misi ini untuk menghancurkan pria busuk bernama Cho Kyuhyun!”

***

Seohyun masih cukup terpana dengan segala ucapan Kyuhyun ketika mereka sampai di sini. Segala perkataan Kyuhyun entah kenapa begitu menyentuhnya. Membuatnya kadang tak fokus dan harus terkena jahilan Kyuhyun dulu dengan  disiram air laut, maka barulah dia sadar.

“Yak!”

“Jangan melamun, sayang…nanti kau tenggelam” guyonan Kyuhyun hanya sampai di sana. Setelah pria itu berikan senyum mengejek, dia lantas kembali gerakan tubuhnya guna berenang semakin jauh ke tengah pantai.

Seohyun usap wajahnya yang basah karena ulah Kyuhyun. Dengan raut kesal, dia pun akhinya mulai pergi ke tepi. Kemudian dia raih kemeja putih polos lantas memakainya asal. Tubuhnya yang tadi berbalut bikini berwarna kuning kini sudah sedikit tertutupi meski dengan posisi duduk serta sambil menekuk lututnya itu, pahanya tentu terekspos dengan bebas. Di atas alas tipis pada pasir putih yang kini dia duduki tersebut, Seohyun teguk airnya dengan gerak kesal. Entahlah. Dia malah menjadi berbalik kesal tanpa sebab padahal tadi dirinya sedikit terenyuh atas kalimat Kyuhyun yang dirasa cukup menyentuh.

“Ah….” masih tak mau peduli, Seohyun hiraukan Kyuhyun yang saat ini mendudukan tubuhnya dengan bebas di sampingnya. Dari ekor matanya, Seohyun bisa melihat jika kini Kyuhyun tengah mengeringkan rambutnya yang basah. Kyuhyun melirik Seohyun sesekali “Kenapa berhenti? apa kau lelah?”

Merasa rambutnya sudah cukup kering, Kyuhyun pun kemudian meletakannya. Dia kembali menatap Seohyun “Kau sakit?”

“Tidak…” sambil menyanggah, Seohyun turut tepis tangan Kyuhyun yang coba sentuh dahinya “Aku baik-baik saja” selanjutnya Seohyun terdiam. Dia bersedagu di atas lututnya. Kyuhyun meringis heran melihat tingkah Seohyun yang tiba-tiba murung.

“Kau-“

“Ah, Kyu-“

Keduanya terdiam. Pergerakan terlalu cepat itu memang memberi kesan tersendiri. Seohyun yang kala itu coba tepis tangan Kyuhyun yang hendak menyentuh punggungnya menjadi terpaku kala dia membalikan kepala, wajahnya dan wajah Kyuhyun menjadi saling beradu. Namun yang beradu justru sesuatu yang paling disukai Kyuhyun. Ketika Seohyun terpaku sambil langsung mengalihkan pandangannya seakan malu, Kyuhyun malah terkekeh karena isterinya itu bisa bersikap gugup hanya karena tidak sengaja berciuman. Hanya sekilas. Haruskah semalu itu?

“Hemhhh”

“Kyuhyun”

“Seperti ini menyenangkan” Kyuhyun sahuti rengutan penolakan dari Seohyun kala dia peluk istrinya itu dari belakang “Sore hari suasana di pantai tetap akan sangat terasa panas. Tapi karena memelukmu, aku justru merasa begitu nyaman. Hangat. Sangat…hangat”

Kenapa dia jadi seromantis ini sih? Seohyun tak menyahuti. Dia justru bertanya pada hatinya sendiri menyadari keanehan Kyuhyun. Pertama pria itu tidak mudah marah atau pun tersinggung seperti biasanya. Lalu kedua Kyuhyun juga terus memberinya kalimat-kalimat manis. Kenapa? apa karena dia benar-benar ingin bulan madunya terasa manis? uh…mengesankan sekali cara pria yang satu ini.

“Jika kau lelah, kau bisa istirahat di dalam. Aku akan mengantarkanmu”

Cukup lama Seohyun terdiam tak kunjung balas menyahuti ucapan Kyuhyun. Kedua matanya yang sedari tadi hanya melihat lengan Kyuhyun yang memeluknya, kini dia coba alihkan untuk menatap si empunya. Sebelah tangannya naik menyentuh rambut Kyuhyun yang sudah setengah kering.

“Kyuhyun” katanya mengawali “Apa yang kau cari dari semua ini?” alis Kyuhyun tentu beratut. Seohyun mendesah kemudian dia lepaskan pelukan Kyuhyun dengan lembut. Tubuhnya dia hadapkan dengan tubuh Kyuhyun.

“Apa yang kau dapatkan dari semua yang kau lakukan?” ulangnya kembali bertanya. Masih belum mendapat jawaban, Seohyun pun melanjutkan “Aku tahu apa yang akan aku katakan sekarang pasti menimbulkan kepercayaan diri dalam dirimu dengan lebih. Tapi baiklah. Aku akan mengalah dan mengakuinya”

Ditatapnya Kyuhyun serius lalu kedua tangannya itu menangkup wajah Kyuhyun “Kau tampan, kaya, berkuasa, kau..kau punya segalanya. Segala yang kau miliki begitu melimpah ruah sehingga secuil pun orang lain di luar sana mungkin tidak akan bisa mengimbangimu” senyumnya dia ukir. Seohyun turunkan kedua tangannya sambil dia menghela napas lantas menunduk.

“Apa kau tidak lelah terus mengikatku dengan cara seperti ini? kau punya segalanya, Kyuhyun. Apapun yang kau inginkan, kau bisa mendapatkannya dengan mudah. Untuk apa kau merendahkan dirimu  pada orang sepertiku yang jelas-jelas sering menentangmu? kau, kau”

“Kau pas untukku” Kyuhyun mulai bersahut. Tatapannya begitu datar “Karena milikmu begitu pas ketika menjepit milikku”

“Sialan!” haruslah ketenangan, perkataan serta suara lembut yang sebelumnya terjadi kini digantikan dengan umpatan kekesalan oleh Seohyun. Dia mendelik marah “Bisakah kau singkirkan sejenak saja kata-kata vulgarmu, Kyuhyun?” emosinya sengit seraya menatap Kyuhyun marah.

Kyuhyun tertawa pelan. Suasana seperti ini terasa menyebalkan sekaligus membuat geli untuknya. Jika dia terlalu larut maka kelemahannya akan semakin timbul. Tidak…Kyuhyun belum siap kalah. Karena kekalahannya itu berarti adalah sebuah kesiapan untuk dia kehilangan Seohyun.

“Kau lelah?”

“Tidak” Seohyun tepis tangan Kyuhyun  kasar.

“Kau lelah, Seohyun”

“Tidak-“

“Kau lelah!” sahut Kyuhyun kemudian dengan nada lebih tinggi. Dia sampai pegang kedua lengan Seohyun agar Seohyun tak terus melawan “Kau lelah. Kau dengar itu? kau hanya kelelahan sehingga membuatmu banyak mengatakan hal konyol”

“Itu tidak konyol!”

“Itu konyol untukku!” kembali Kyuhyun tekankan kata-katanya agar lebih membuat Seohyun patuh “Apapun yang kau katakan tidak akan merubah keadaan. Aku memilihmu maka itu berarti kau harus bersedia hidup denganku dalam keadaan atau perasaan apapun!” tandasnya penuh keyakinan serta memaksa.

Setelahnya Kyuhyun lepas pegangannya kemudian dia posisikan duduknya lurus ke depan. Seohyun meringis sakit di pergelangan tangannya sambil dia coba enyahkan rasa tak terima atas sikap Kyuhyun yang begitu pemaksa serta tak menerima segala pendapat darinya. Hubungan seperti ini akan dinamakan apa? Seohyun mulai merasakan sedih lagi pada hatinya ketika hal seperti ini kembali terjadi. Ketika dia seakan tidak diberi ruang untuk mengekspresikan dirinya dengan bebas.

“Sudah sore. Sekarang waktunya untuk mandi. Ayo!” dengan mencoba kembali tenang, Kyuhyun sentuh lengan Seohyun hendak mengajaknya “Kau tidak ingin kulitmu rusak karena pengaruh air laut, kan?” godanya kemudian mencoba semakin berbuat lembut.

“Kyuhyun-“

“Kau sudah berjanji padaku, Seohyun” sahutnya menanggalkan ucapan Seohyun “Kita sudah sepakat dengan kau berjanji akan melewati bulan madu ini dengan indah. Kau tidak bermaksud mengingkarinya, kan?” Seohyun menunduk dan Kyuhyun berikan senyumnya yang hangat.

“Dengar” katanya melanjutkan. Kyuhyun rengkuh Seohyun dalam pelukannya lantas dia kecupi puncak kepala Seohyun beberapa kali “Apapun yang ada dalam benakmu, tolong kau simpan dahulu dengan rapi di tempatnya. Untuk saat ini tenang dan nikmatilah apa yang ada. Bulan madu kita haruslah berkesan. Kau mengerti, kan?”

Kyuhyun tersenyum ketika Seohyun mengangguk pelan. Dia pun lepaskan Seohyun dalam rengkuhannya lantas mengecup bibir Seohyun kilat sebelum akhirnya mengangkat tubuh Seohyun dalam gendongannya yang otomatis menimbulkan keterkejutan pada wajah Seohyun.  Kyuhyun  tersenyum geli. Dengan jahilnya, dia berikan kecupan lagi di bibir Seohyun membuat Seohyun bersemu malu. Pria itu tertawa membuat Seohyun sedikit kesal.

***

“Kyuhyun. Aku bisa mandi sendiri” tidak hanya suaranya yang berikan penolakan. Kedua kakinya bergerak-gerak naik turun pada gendongan Kyuhyun ketika Seohyun mencoba menolak keinginan pria itu yang ingin mandi bersama “Aku tidak mau, Kyuhyun”

“Kalau kau tidak mau itu berarti kau mau”

“Apa?”

Kyuhyun tertawa ringan dengan masih membawa Seohyun masuk ke kamar “Ucapanku adalah perintah” lanjutnya kemudian turunkan Seohyun tepat di depan pintu “Itu berarti kau tidak bisa menolak”

“Tap-” hanya dengan tatapan peringatan saja, mulut Seohyun yang sudah menganga langsung terkatup dengan sendat sehingga ucapannya pun tak bisa dia lanjutkan.

“Siapkan airnya terlebih dahulu. Aku keluar dulu sebentar” setelah mengatakannya, Kyuhyun pun sedikit berlari kemudian menghilang dari pandangan Seohyun.

Pria itu memang benar-benar egois kalau sudah berhubungan dengan yang namanya keinginan. Memang tidak bisa dibantah dan tak akan bisa untuk ditolak. Seohyun menghentakan sebelah kakinya kesal namun tak beberapa lama senyum geli pun dia torehkan.  Ingat pada kesepakatannya mengenai bulan madu ini membuat Seohyun pada akhirnya mau kembali menerima.  Kemudian dia pun mulai masuki kamar mandi yang ada di kamar tersebut. Setelahnya dia masuki kamar mandi itu, Seohyun terpaku. Hal pertama yang membuatnya sampai seperti demikian adalah….bathtub. Pikiran liar langsung menerjang otaknya seketika.

Kepalanya menggeleng kasar. Otaknya memerintahkan untuk dia bisa berpikir rasional. Okelah..dia memang tak mencintai Kyuhyun. Tapi saat ini, dia sudah berjanji untuk saling menyenangkan satu sama lain ketika mereka menjalani masa bulan madu. Lagi pula, Kyuhyun suaminya. Dan lagi pula juga, berhubungan intim sudah beberapa kali dilakukan. Apa yang harus ditakutkan?

.

.

Kyuhyun bawa tubuhnya keluar sambil dia gunakan ponselnya. Di sana wajahnya nampak serius. Satu kali pijatan dia lakukan di layar touchscreennya, kemudian sambungan langsung terjadi dan Kyuhyun mulai melakukan percakapan.

“Belum?” kedua matanya nampak mentap tajam “Jadi kau belum mendapat titik terang sedikit pun?” pria itu memperlihatkan emosinya. Kyuhyun mendengus sambil dia sedikit mondar-mandir.

“Waktu pertama yang aku tekankan adalah 5 jam untuk kau bekerja. Sekarang sudah lebih dari 5 jam dan kau bilang belum mendapat hasil? astaga…” Kyuhyun melenguh frustasi “Biasanya kau bisa cepat!”

“Ya..ya..aku tahu mungkin ini salah satu yang paling sulit. Tapi aku tidak mau tahu. Besok, pagi-pagi sekali, kau sudah harus memberikan hasil penyelidikanmu di atas meja kerjaku! kau mengerti?”

“Ok!”

Kyuhyun menyudahi aktivitas bicaranya dengan mulut bersungut-sungut. Dia menghela napasnya dengan jengah. Hampir saja bulan madunya akan rusak karena moodnya terganggu akibat ulah lelet pegawainya yang tidak becus dalam mencari informasi. Baiklah Kyuhyun terlalu terburu-buru. Tapi tidak biasanya pegawainya itu akan selambat ini. Apa mungkin peneror itu sangatlah handal sehingga sulit dicari tahu keberadaannya?

“Ya..sayang..sebentar” otaknya yang tengah berpikir keras harus dia hentikan. Kyuhyun berseru cepat ketika dia mendengar suara Seohyun memanggilnya dari dalam. Dengan cepat-cepat, dia pun segera berlari walau nyatanya Kyuhyun masih ingin mengumpat kesal serta masih terlalu penasaran.

Lalu sepeninggalnya Kyuhyun dari halaman rumah putih itu, seseorang nampak mengukir senyum sambil dia turunkan teleskop yang dirinya gunakan untuk memindai tubuh Kyuhyun dari dalam sebuah mobil jip. Dia berdecak sambil menggelengkan kepala seolah mengejek. Mangsanya nampak kesal. Dia suka itu. Dan sepertinya permainan akan segera dimulai. Tidak apa. Biarkan untuk sekarang mangsanya itu menikmati masa-masa indah. Tapi setelah ini?

Senyumnya terukir sinis dan otaknya nampak tengah merancang sesuatu yang licik dan tentu akan sangat mengerikan jika sudah dilakukan.

***

Kyuhyun menanti saat-saat seperti ini. Dia tidak hanya mencari alasan atau tengah membuat niat busuk. Pria itu memang sudah bertekad jika untuk bulan madu ini, Kyuhyun ingin bisa menikmatinya dengan tenang serta damai tanpa harus dihiasi dengan yang namanya adu mulut. Dan sekarang saat kedua tangannya nampak membimbing pinggang Seohyun untuk berada di atasnya dengan bermandikan air yang ada di dalam bathtub, senyum Kyuhyun terukir dengan sangat manis.

Mulut Seohyun yang terbuka kala dia sedikit mengerang dalam aktivitasnya sanggup membuat Kyuhyun merasa betah untuk terus memandangnya. Dia suka. Apapun yang Seohyun tunjukan ketika mereka bercinta seakan menjadi energi tambahan sehingga gelora dalam tubuhnya semakin meningkat dan terus meningkat.

“Kau suka posisi ini, sayang?” suara Kyuhyun berujar serak. Satu tangannya bergerak guna mengelus lembut permukaan dada Seohyun lalu berakhir di salah satu benda indah milik Seohyun yang menggantung untuk dia mainkan “Harus kau tahu. Aku justru lebih dari sekedar menyukainya. Ini morfin. Ah..tidak…ini seakan surga dari segala surga yang ada di dunia”

Kyuhyun bergerak secara perlahan membuat air yang ada di bathtub sedikit bercipratan keluar. Seohyun menahan kedua tangannya tepat di atas dada Kyuhyun lalu ketika dia merasa sedikit lelah, kepalanya akan menunduk dan bibir Kyuhyunlah yang menjadi sasarannya. Betapa ini posisi yang paling mengesankan bagi Kyuhyun. Bisa merasakan kepemilikannya diapit dengan begitu kuat oleh milik Seohyun tentu sangatlah menyenangkan dan membuatnya seakan ingin berteriak bahagia. Seohyun memang pas untuknya. Ukuran milik Seohyun memang sangat pas untuk ukuran miliknya. Hatinya kumandangkan suka cita.

Di saat alat intim keduanya masih berpacu di bawah sana, Seohyun sesekali lepas tautan bibirnya dengan bibir Kyuhyun kemudian dia menghirup udara untuk beberapa saat. Disapukan satu tangannya sebentar di daerah wajah Kyuhyun lalu turun ke leher Kyuhyun, kemudian dengan gerak lembut pula, Seohyun kembali ajak suaminya itu untuk kembali berciuman. Sangat lama dan intensitas untuk berhentinya pun lebih sedikit daripada saat melakukannya. Tubuh Seohyun hilang ditelan gairah yang membabi buta seakan dia yang paling menginginkan saat-saat seperti ini. Rasa malu atau takutnya hilang bergantikan dengan harapannya agar bisa memuaskan Kyuhyun dan tentu dirinya pun dapat imbalan dengan sama-sama terpuaskan.

“Kyuhyun” Seohyun bergumam lirih diserta desahan panjang “Aku…”

“Hemhh sayang…teruslah bergerak” Kyuhyun membalas dengan terus memberi komando. Dia tahu jika Seohyun sudah mulai masuk pada puncaknya namun dia belum. Kyuhyun masih ingin “Terus sayang…jangan berhenti”

Dan perintah itu seakan sihir. Seohyun enyahkan rasa lelahnya dengan dia ikuti apa yang Kyuhyun katakan. Tubuhnya naik turun bersamaan dengan erangan-erangan pelan yang dirinya atau Kyuhyun kumandangkan. Kedua tangannya nampak meremas bahu Kyuhyun dan pusat tubuhnya sungguh sudah sangat licin bercampuran dengan air tawar yang sudah ditambahkan sabun aromatherapy. Rasanya begitu wangi dan semakin menambah semangat untuk terus melakukan aksi paling indah untuk keduanya saat ini.

“Kyuhyun…”

“Ya…ya..sayang…sebentar lagi” kata sebentar yang terucap dengan tersendat itu pada akhirnya memang benar-benar terlaksana. Kyuhyun menyudahi gerakannya bersamaan dengan dia lepaskan cairan cintanya di milik Seohyun dengan penuh.

Seohyun jatuh tepat di atas tubuh Kyuhyun yang terengah. Dia pun sama. Kyuhyun benarkan rambut Seohyun yang basah dan menutupi wajah isterinya itu. Dia tersenyum lantas beri kecupan hangat tepat di dahi Seohyun. Tubuhnya yang lemas kemudian bergerak pelan untuk memposisikan dirinya agar terduduk dengan Seohyun masih di atasnya.

“Jangan tidur di sini. Kita masih punya kamar” ejeknya ringan dengan satu cubitan dia layangkan di piggang Seohyun yang polos dan Seohyun dibuat meringis sebal karenanya. Kyuhyun terkekeh “Aku akan menggendongmu”

Dengan gerak hati-hati, dia bawa tubuhnya berdiri dari atas bathtub dengan Seohyun tetap pada gendongannya dan kedua alat pital mereka tetap menyatu dengan sempurna. Kyuhyun biarkan kepala Seohyun bersembunyi di bahunya dengan kedua tangan wanita itu melingkar tepat di lehernya. Dan jangan lupakan, kedua kaki Seohyun pun melingkar di pinggang Kyuhyun. Kyuhyun meraih handuk putih lantas menyelimuti punggung Seohyun. Dia bawa Seohyun ke dalam kamar kemudian menidurkannya di sana.

“Hangat…kau akan jauh lebih hangat di sini” ujarnya lembut sambil merebahkan diri.

Seohyun seakan menampakan dirinya yang begitu polos dan malu-malu. Berbeda sekali dengan Seohyun yang biasanya. Karena sekarang, wanita itu seakan tak mau memperlihatkan wajahnya. Terus betah memeluk Kyuhyun seakan begitu suka dengan tubuh yang sekarang dia peluk. Kyuhyun tertawa ingan sambil dengan tak segan-segan, dia tentu ikut membalas pelukan Seohyun.

“Tidurlah, sayang…besok kau akan mulai bekerja” rasanya ada sesuatu yang dirasa sedih pada hati Kyuhyun ketika dia ucapkan hal itu. Mengingat Seohyun besok akan mulai bekerja seperti membuatnya seakan hendak melepaskan hartanya sendiri. Dia pun coba tersenyum dengan tak teruskan pikiran-pikiran negatifnya “Kau harus jaga kondisimu. Aku tahu, untuk awal kembalinya pada yang namanya bisnis, kesehatan, tenaga, harus kau punya dengan penuh. Aku mendukungmu”

Seohyun yang masih dalam posisi memeluk Kyuhyun berusaha buat tubuhnya bergerak senyaman mungkin. Entah dia harus terima atau tidak, namun perasaan sedih juga turut dia rasakan. Lebih kepada perasaan yang entah kenapa dia tak rela menyudahi masa-masaa indah ini begitu saja. Bisa mendapatkan perlakuan manis serta lembut dari seorang Cho Kyuhyun sungguh sangat langka. Seohyun tidak rela menyudahinya. Hatinya tanpa dia suruh menyuarakan hal itu dengan enteng.

Kenapa? Kenapa dia merasa tidak rela menyudahi kebersamaan ini yang sangat begitu manis?

“Kyuhyun” wajahnya terangkat. Satu tangan Seohyun terangkat lantas mengelus rambut Kyuhyun. Keduanya saling beradu pandang. Seohyun tersenyum tipis. Kemudian tubuhnya merangkak naik ke atas tubuh Kyuhyun. Satu guratan terkejut tercipta kala dahi Kyuhyun mengkerut. Seohyun kecup dahi itu dengan lembut seraya berbisik “Izinkan aku untuk menyudahi bulan madu ini dengan lebih manis”

Kata-kata Seohyun bagaikan sapuan angin yang mengalun begitu lembut. Seusai mengatakannya, Seohyun berangsur gerakan tubuhnya dengan tempo teratur. Kyuhyun mengerang tertahan karenanya. Senyum pun tak bisa dia teruskan karena yang sekarang dirinya lakukan adalah menggertakan giginya kuat merasa begitu terhibur sekaligus terbuai oleh pergerakan isterinya yang begitu lihai mengapit miliknya di bawah sana. Sang isteri sudah berubah nakal rupanya. Hahaha baguslah. Itu berarti virus gairahnya sudah mulai merasuki tubuh serta jiwa Seohyun dengan sempurna. Kyuhyun begitu senang.

“Sayang…” erang Kyuhyun begitu terdengar sensual di telinga Seohyun. Kedua tangan Kyuhyun dengan setia masih membimbing pinggang Seohyun untuk terus bergerak “Bergerak terus, sayang..terus..sayang….”

Seohyun tersenyum mendengar suaminya yang tersiksa “Tenang..aku akan memuaskanmu” bisiknya parau penuh gairah dan seolah dia tengah menjiplak Kyuhyun biasanya akan berperilaku seperti demikian.

Senyum bercampur decakan tercipta dari keduanya seolah bersahutan. Lalu hal itu berimbas pada emosi Kyuhyun yang langsung membalikan tubuh Seohyun cepat di bawah tubuhnya kemudian dia tersenyum mengejek.

“Aku lebih mampu untuk membuatmu gila, sayang”

“Kyuhyun”

Erangan dimulai lagi ketika dari atas tubuh Seohyun, Kyuhyun mulai lagi gerakan pinggulnya dengan tempo cepat namun teratur. Panas. Ruangan itu begitu panas. Kenyataan tempat yang tengah mereka huni berdekatan dengan pantai, tentu saja akan semakin bisa membuat kondisi ruangan menjadi lebih panas. AC pun tak sanggup membuat ruangan itu bisa menjadi lebih sejuk. Terlalu panas. Terlalu menggairahkan.

***

“Ok! Kyuhyun…ada baiknya jika menyingkirkan orang terkasihmu dilakukan terlebih dulu sebelum pada akhirnya membuatmu pergi untuk menyusulnya. Akan sangat menyenangkan bukan bisa melihatmu meratapi nasib? Menangis meraung-raung karena tersiksa? Hhahaha sangat membuat tidak sabar”

Derap langkahnya menemani malam yang begitu hening. Hanya bertemankan deburan ombak yang tak jauh dari sana. Dia melangkah dengan pasti. Tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa ngeri atau semacamnya. Yang dia ingin lakukan adalah memberikan hadiah manis bagi sosok yang dirinya inginkan untuk menderita. Saat ini juga!

Dan pergerakan itu tak disadari oleh si pemilik rumah. Di atas ranjangnya, Kyuhyun nampak masih memeluk Seohyun dari samping ketika Seohyun terus bermanja ria dengan menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun dan lengan suaminya itu memeluknya dari samping. Meski sekarang kondisinya Seohyun sudah masuk ke alam mimpi, namun godaan-godaan yang disuarakan mulut Kyuhyun tetap mengalun hanya untuk memuji isterinya. Bbibir pria itu pun selalu mengecup puncak kepala Seohyun dengan senang dan seolah tidak ada rasa puas. Terlalu bahagia. Kyuhyun terlalu menikmati masa-masa bahagianya sehingga dia pun tak sadar jika sekarang nyawanya dan nyawa Seohyun tengah terancam.

.

 Matanya sekaan lapar. Lalu pisau yang ada di genggaman tangannya sudah tak sabar ingin segera merasakan amis dari darah yang nanti akan dia dapati ketika ketajaman pisau itu telah berhasil menghunus di kulit yang nanti menjadi mangsanya. Mendapat kesempatan baik karena salah satu dari mereka tak ada membuatnya tersenyum senang. Kewaspadaannya sedikit berkurang karena itu berarti, dia bisa menyingkirkan salah satunya dulu tanpa harus mengeluarkan tenaga lebih.

Tubuhnya yang berbalut jaket kulit warna hitam dengan bawahan serupa serta penutup wajah membuatnya tak bisa dikenali. Dia yang adalah seorang pria, coba geser secara perlahan pintu kamar yang terbuat dari kaca itu dengan sangat hati-hati. Perlu tenaga tentunya sekedar hanya untuk sampai ke sana. Dia harus memanjat ke atas balkon dengan resiko tinggi. Dan sekarang ketika dia sudah ada di dalam kamar itu, hatinya pun merasa puas. Secara berangsur tubuhnya mendekat ke arah ranjang yang kini hanya ditiduri oleh seorang wanita cantik yang tak lain memang Seohyun.

Kemana Kyuhyun?

Terserahlah. Pria itu tidak peduli karena memang sesuai rencananya, dia ingin menyingkirkan dahulu orang-orang di sekitar Kyuhyun agar bisa membuat Kyuhyun semakin tersiksa.

“Waw! Kalian habis bersenag-senang rupanya kekekkk” gumamnya pelan sambil dia mainkan pisaunya di lengan Seohyun yang terbuka karena tak tertutupi selimut “Baiklah…jika begitu, ini hadiah dariku, nona manis”

Tercapailah angan-angannya di awal untuk bisa mengecap rasa amis karena sudah mendapatkan darah dari sang mangsa. Sekarang darah itu telah mengalir dengan begitu segar ketika pisaunya sudah berhasil merobek kulit putih nan mulus itu. Menimbulkan sebuah ringisan kesakitan serta rasa terkejut yang tentu sudah dirasakan dari sebelumnya.

Namun apa yang terjadi? Yang terluka bukanlah yang diinginkan. Dan yang terluka bukanlah perut atau semacamnya namun yang terluka itu adalah sebuah telapak tangan yang kini menahan gerak pisaunya yang tadi hendak dihunuskan ke badan Seohyun dengan tanpa hati. Tangan itu, tangan yang terluka dan besrimbah darah  adalah milik Kyuhyun. Dengan sekuat tenaga dia coba menggunakan kekuatannya agar bisa terus menahan pisau tersebut supaya tidak melukai Seohyun.

“Bajingan!” desis Kyuhyun penuh amarah “Arrgghhhh” erangnya kemudian setelah berhasil mendorong tubuh itu melalui pisau yang tangannya tahan.

Rasa sakit yang tangannya rasakan Kyuhyun hiraukan. Amarahnya yang sudah tersulut  itu membuat Kyuhyun tak banyak bicara langsung menghajar penjahat tersebut dengan membabi buta. seperti harimau yang mengaung jika diganggu ketenangannya, maka Kyuhyun pun kini tak ubahnya sama seperti harimau itu. Begitu emosi. Begitu marah.

Seohyun yang merasa suasana kamarnya tak tenang pun mulai terjaga. Dengan segala keterkejutan yang timbul pada dirinya, dia tarik selimut lantas menjerit histeris melihat Kyuhyun yang kini saling beradu otot dengan seseorang berbaju hitam.  Saling menghajar satu sama lain seolah tak mengenal lelah. Seohyun merasakan ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang basah dirasakan lengannya. Dan ketika dia melihatnya  walau sedikit susah karena  cahaya kamarnya remang-remang dan hanya dibantu oleh cahaya bulan dari balik jendela, pada akhirnya Seohyun dapati sebuah noda merah ada di sana.

“Darah…” bibirnya sedikit bergetar lalu dengan cepat pandangannya langsung tertuju pada Kyuhyun yang masih melawan penjahat tersebut. Secara cepat pula, ketakutan melanda hati Seohyun hingga air matanya keluar tanpa dia suruh.

“Beran-beraninya kau menyakiti isteriku!” Kyuhyun menekankan suaranya dengan tajam “Brengsek!” dengan gerak beraturnya, dia tarik tangan pria itu lantas memelintirnya ke belakang sehingga menimbulkan bunyi ngeri kala tulang lengan pria itu patah. Kyuhyun melanjutkannya dengan menendang kaki penjahat itu sehingga tertekuk lututnya ke lantai.

Wajahnya kemudian menyeringai tajam “Katakan! Apa motif di balik ulahmu ini, huh?” marahnya semakin tak tertahankan “Katakan! Siapa yang menyu-“

“Kyuhyun”

Pekikan penuh histeris Seohyun menghiasi seisi ruangan kamar itu. Kedua mata bulat Seohyun melebar dengan air mata langsung tumpah lebih banyak ketika suara peluru terdengar dan begitu memekakan telinga. Darah bersimbah di lantai dan sebagian menciprati apapun yang ada di sana. Kengerian terjadi dan tangisan histeris adalah yang paling menyakitkan untuk terdengar saat ini.

“Kyuhyun….”

.

.

TBC…

Iklan

207 thoughts on “Spoiler SK Version || Sequel 7

  1. Seokyu momentnya sweet, jadi senyum2 sendiri bacanya. Moga Seonie sadar jika Kyuppa nggak hanya mempermainkannya !

    Suka

  2. penasaran banget siapa pria yang ngerusak moment honeymoon mereka-,-

    Suka

  3. Haah itu apaan, nyeremin bgt, penasaran

    Suka

  4. Pas banget konfliknya dtg. Tepat wktu(?) HAKS. Lanjut baca~

    Suka

  5. pnasaran siapa sih cowo ituuuu

    Suka

  6. Kyuhyun lengah pasti murka bgt

    Suka

  7. Pasti yang tertembak burung,,,ehh

    Suka

Please, leave a reply for me ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s