CHOKYUNIE

Spoiler SK Version || Sequel 2

169 Komentar


SPO1

Title : Spoiler  SK Version || Sequel

Length : 2 of…

Rating : NC 21

Genre : Romance, Drama, etc…

Cast : Cho Kyuhyun|| Seo Joohyun || Park Jiyeon

.

Sorry always there typos

Happy Reading…. ^^

.

2 triliun. Jumlah yang sangat fantastis. Kyuhyun sunggingkan senyumnya mengamati angka tersebut dengan mata berkilat bangga. Apakah ini hanya taktik murahan? Jika iya…sungguh pantaslah jika dia akan dikutuk atas kekejamannya itu. Namun Kyuhyun melenggang santai dengan sebelumnya dia tutup terlebih dahulu map berisi surat perjanjiannya dengan Seohyun kemudian dia bawa serta untuk dirinya paksa Seohyun lagi agar mau menandatanganinya. Wanita angkuh seperti Seohyun memang cocok dengan dirinya yang yang arogan dan kejam. Setidaknya, Kyuhyun semakin tertantang untuk semakin membuat wanita itu mau tunduk di bawah kakinya dengan suka rela.

Dengan kemeja putih yang dua kancing atasnya sudah terbuka, Kyuhyun masuki kamar dirinya yang saat ini sudah pasti ada Seohyun di dalamnya. Pria itu menutup pintunya perlahan lantas menyalakan saklar lampu sehingga membuat sosok Seohyun yang tadi tengah meringkuk di samping ranjang kini beringsut dengan cepat kemudian menatapnya sengit.

“Apa yang mau kau lakukan lagi, huh? Tidakah cukup kau menjebakku dengan surat perjanjian itu dan sekarang kau mengurungku di sini? Apa maumu, Kyuhyun-ssi? Kenapa kau sekejam itu?”

 “Menjebakmu dengan surat perjanjian? Hei! Hahah” Kyuhyun tertawa sejenak ketika dia mulai menyela. Pria itu hampiri Seohyun “Menandatanganinya saja belum. Bagaimana bisa kau mengaitkannya? Tapi sekarang kau memang harus menandatangani surat ini”

“Tidak akan!” tolak Seohyun keras kepala membuat semburat marah timbul di wajah Kyuhyun. Seohyun balas memandang sengit “Jangan harap aku akan mau melakukannya dan membiarkan hidupku hancur karena bersamamu!”

“Kau keras kepala juga ternyata” Kyuhyun mundur sejenak kemudian dia lempar map yang tadi dirinya bawa ke atas sofa. Kyuhyun meraih kancing kemejanya yang masih mengait lantas membukanya keseluruhan membuat Seohyun terperangah melihat tubuh atas pria itu yang kini telanjang. Seohyun bergidig namun Kyuhyun malah tetap berikan raut biasa dan justru menggoda “Malam-malam begini, biasanya aku tengah bertarung dengan nafsuku” Kyuhyun melangkah mendekat dan Seohyun jelas mundur namun langsung bersentuhan dengan pinggir ranjang.

Kyuhyun terkekeh “Mau ke mana, sayang? Kau ketakutan sekali. Tenang…aku tidak akan memakanmu. Justru malam ini aku akan membuat keindahan malam itu yang begitu panas kembali kita lakukan”

“Jangan macam-macam, Kyuhyun-ssi” Seohyun memandang takut. Sudut matanya sudah memancarkan aura tajamnya melihat setiap detail pergerakan Kyuhyun yang seolah akan memangsanya saat ini. Dia coba angkat dagunya agar rasa takutnya itu tak terlihat “Coba melangkah sekali lagi saja, kupastikan detik ini juga aku akan membunuhmu!”

“Lakukan saja” Kyuhyun bergerak cepat dengan dia segera tarik tubuh Seohyun ke dalam rengkuhannya “Lakukan saja jika kau berani dan mampu” pria itu mengeluarkan aura gilanya.

Dengan gerak sepihak, Kyuhyun mencium paksa Seohyun dengan penuh gairah dan tidak ada toleransi.  Seohyun tentu meronta dengan perasaan jijik memenuhi dirinya. Wanita itu sempatkan untuk gunakan kekuatan kedua tangannya memukul-mukul bahu Kyuhyun. Namun Kyuhyun tak tinggal diam. Dengan masih mencium paksa bibir Seohyun, Kyuhyun raih kedua tangan Seohyun dan memegangnya erat serta sangat kuat ke belakang pinggang seohyun sehingga wanita itu semakin tak bisa berbuat apa-apa.

Kyuhyun semakin menggila. Merasakan kerja tubuh Seohyun yang sedikit melemah membuat dia membawa tubuhnya menindih Seohyun ketika tubuh keduanya terjatuh ke atas ranjang dengan kedua kaki masih tumpang tindih dan menggantung ke lantai. Kyuhyun sesekali terengah namun seolah tak merasa punya waktu untuk memberi toleransi, dia kembali mencium Seohyun dengan lebih lembut ketika bibir wanita itu sudah terbuka dan walau tak seaktif dirinya, Kyuhyun merasakan nikmat saat pagutannya mendapat balasan.

“Kyuhyun-ssi” Seohyun mengerang tertahan disertai kedua matanya yang sudah tak tahan ingin menangis diperlakukan semena-mena “Aku mohon jangan seperti ini” lirihnya namun sesekali melenguh pelan saat kecupan-kepucap ringan mendarat di daerah lehernya.

Kyuhyun tak punya waktu untuk mendengar segala ucapan penuh harap dari Seohyun. Meski kedua tangan Seohyun sudah mencengkram bahunya, pria itu tetap bersikeras dengan ingin melanjutkan mencumbu Seohyun dengan lebih dan lebih. Tidak peduli penolakan jelas diberikan Seohyun untuknya, Kyuhyun menyambutnya dengan semakin memberi sentuhan lebih kala pria itu menyusupkan sebelah tangannya di balik kaos Seohyun. Meremas sebelah dada Seohyun pelan lalu memainkannya dengan penuh gairah.

Merasa harus mengontrol dirinya terlebih dahulu membuat Kyuhyun berhenti sejenak. Pria itu memandang sayang wajah Seohyun yang kini menatapnya sayu seolah minta belas kasih dan tak melanjutkan ke tingkat jauh. Kyuhyun tersenyum kemudian menekan satu tangannya yang masih ada di balik kaos Seohyun ke payudara Seohyun. Membuat Seohyun mengerang pelan seakan dia memberitahukan bahwa dirinya ingin lebih.

Kyuhyun keluarkan seringainya lalu kecup mesra bibir Seohyun “Kau menyukainya, kan?” pria itu terkekeh lalu kecup pipi Seohyun saat wanita itu memalingkan wajahnya dengan rona merah sudah sangat kentara “Aku tahu kau pasti menyukainya” wajah Seohyun semakin memanas kala hatinya meresap perih tidak terima dan begitu hina.

Namun tubuhnya memang sialan. Bereaksi tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Ketika Kyuhyun menyambung kalimatnya dengan mencumbu leher serta belakang telinganya, Seohyun jatuh pada dasar pertahanannya yang dengan sangat nista harus dia akui jika kenikmatan ada bersamanya saat ini. Tubuhnya meremang merasakan sensasi aneh serta liar menguasai dirinya.

“Aku tahu, sayang…aku tahu” Kyuhyun marih dagu Seohyun kemudian mengajaknya berciuman lagi. Meski kini Seohyun berusaha mengatup mulutnya, namun Kyuhyun tak masalah. Pria itu tetap merasakan nikmat ketika bibir ranum itu bisa dia kuasai. Sedikit dia angkat tubuhnya, Kyuhyun lantas meraih pinggang Seohyun dengan kedua tangannya lalu membenarkan posisi wanita itu. Dengan gerak tak ingin membuang waktu, pria itu segera menindih lagi tubuh Seohyun sehingga Seohyun tak punya kesempatan untuk menghindar “Santai, sayang” katanya kembali bersuara lebih serak.

Diusapnya paha Seohyun yang kala itu memang hanya menggunakan rok serta atasan kaos tipis. Kyuhyun berjingkrak dalam hatinya karena tanpa Seohyun sadari, apa yang dikenakan wanita itu sungguh memudahkan aksinya yang jahat. Kyuhyun memandang tajam Seohyun ketika dia hendak mengelus daerah sensitive Seohyun namun Seohyun segera mencengkram tangannya lantas menggeleng.

Kyuhyun tunjukan sisi murah hatinya “Aku mengerti, cantik” balasnya kemudian meraih sebelah tangan Seohyun tersebut dan mengecupnya lembut. Seohyun terperangah melihat bagaimana Kyuhyun menutup mata sambil menikmati sensasi yang tentu hanya Kyuhyun yang tahu seperti apa rasanya. Dia sampai lupa memberontak pada Kyuhyun karena terlalu fokus melihat wajah penuh gairah Kyuhyun walau masih terpejam “Ini memang bukan saatnya walau aku sudah tidak tahan”

Kyuhyun beringsut secara perlahan dari atas tubuh Seohyun dengan giginya yang ia gertakan kala dia rasakan pusat intimnya sudah mengeras di bawah sana. Ayolah…ini sudah tanggung. Namun memang bukan sekarang waktunya. Biarlah malam ini dia akan melampiaskannya dengan sabun mandi agar tidak tersiksa. Toh beberapa hari lagi Kyuhyun bisa menikmati tubuh wanita itu sesering yang dia mau. Kyuhyun tertawa puas dalam hati sambil mengangguk-angguk paham. Dia lalu berjalan ke arah sofa kemudian mengambil map yang tadi dirinya lempar.

“Tandatangani ini sekarang juga” gumam Kyuhyun datar kembali dingin dan memaksa. Kyuhyun berikan map itu tepat di depan Seohyun yang sekarang sudah terduduk “Pemanasannya sudah lebih dari cukup. Kau akan merasakan lebih setelah kita menikah nanti”

“Tidak mau!” tolak Seohyun lagi kembali keras kepala.

Kyuhyun benar-benar marah “Dengar wanita angkuh” gumamnya lebih dingin “Jika kau masih bersikeras, aku tidak akan segan-segan menidurimu malam ini juga dengan atau tanpa persetujuanmu!” Kyuhyun bertolak pinggang.

“Sepertinya di sini kau memang yang paling tidak tahan sehingga memancingku untuk bertindak kasar, huh?”

Seohyun memalingkan mukanya marah. Amarahnya dia pendam dan tak tahu harus dia luapkan seperti apa karena akan tetap sia-sia. Pria itu begitu memaksanya dan saat ini, Seohyun tak punya pilihan. Andai ada dua pilihan. Oh…tentu saja memang ada dua pilihan untuk Seohyun. Namun keduanya tidak ada baiknya. Sama-sama membuat dia tersudut. Seohyun mulai membalas tatapan Kyuhyun.

“Cepat!-”

“Tapi aku tidak mencintaimu!!!” lagi dan lagi emosi Seohyun meluap tinggi. Napasnya terengah ketika sebagian besar tenaganya dia gunakan hanya untuk berteriak pada Kyuhyun “Aku tidak mencintaimu dan kita tidak saling mencintai. Bagaimana mungkin kita akan menikah, Kyuhyun-ssi? Perlu kesepekatan untuk hal itu. Dan kesepakatan dalam sebuah pernikahan adalah perasaan kita. Hati kita, Kyuhyun-ssi” suaranya semakin melemah di akhir kalimat. Seohyun sampai tak bisa menahan air matanya sendiri saat dia mengingat bahwa cinta sangatlah dibutuhkan. Sedangkan cinta itu sudah menjadi milik orang lain. Telah dibawa pergi bersama mendiang sang kekasih hati.

“Kita punya kesepakatan itu” Kyuhyun menjawab. Meski ada sedikit bagian dalam hatinya yang seolah diremas kuat mendengar penuturan Seohyun, namun pria itu tetap bisa bersikap datar “Kesepakatan kita adalah janji. Sebuah janji untuk saling membutuhkan dan memuaskan diri masing-masing”

Seohyun terpana dengan air matanya yang menghiasi wajahnya itu. Dia menggelengkan kepalanya pelan “Pernikahan bukan hanya untuk hubungan intim, Kyuhyun-ssi. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral”

“Itu menurutmu dan tidak menurutku” diraihnya bolpoin kemudian Kyuhyun duduk di samping Seohyun “Tandatangani surat ini dan anggap semuanya sudah cukup. Kau tidak perlu memikirkan banyak hal mengenai kesepakatan dan lain sebagainya karena kita sudah punya semuanya. Kau membutuhkanku untuk kebaikan hidupmu dan aku membutuhkanmu untuk kepuasan hasratku” Kyuhyun tarik tangan Seohyun dengan gerak sedikit kasar kemudian dia berikan bolpoin tersebut.

“Lakukan sekarang. Aku sudah malas menunggu terlalu lama”

Seohyun memandang dengan nanar bolpoin serta wajah Kyuhyun secara bergantian. Hatinya jelas menolak semua ini dan dia amat sangat ingin berkilah karena keadaan ini sangatlah tidak selaras dengan perasaannya. Menikah hanya berlandaskan ingin kepuasan nafsu tidaklah pernah ia bayangkan akan menimpanya saat ini. Pria yang sekarang masih menatapnya tajam dan menunggunya menggerakan bolpoin itu guna menandatangani surat ini bukanlah pria idamannya. Seohyun tak ingin dan tak mengharapkannya. Namun masihkah dia bisa menolak ketika keadaan sangatlah membuatnya terdesak?

“Nah…begitu saja repot. Sedari tadi kau melakukannya maka ketegangan ini tidaklah mungkin terjadi” diraihnya map itu dengan gerak sedikit kasar setelah Seohyun menandatanganinya. Kyuhyun menyunggingkan senyum walau dia lihat jemari Seohyun bergetar saat wanita itu telah berikan tanda tangannya di sana “Kerja bagus, cantik” pujinya puas.

“Untuk kali ini urusan kita sudah selesai. Besok akan ada desainer datang ke sini untuk memberikanmu gaun pengantin. Sekarang aku harus menyelesaikan urusanku” Kyuhyun  beranjak lalu melenggang dengan sedikit marah masih tersimpan di hatinya. Urusan yang katanya harus dia selesaikan nyatanya berhubungan dengan nafsunya sendiri. Dia masuki kamar mandi dan segera menggelar aksi erotisnya yang hendak memuaskan miliknya sendiri bersama sabun mandi.

Seohyun memejamkan matanya erat merasa jijik sekaligus ngeri kala telinganya mendengar sayup-sayup suara erangan Kyuhyun dari balik ruangan kamar mandi. Wanita itu melenguh dan sudah pasti bisa menebak aksi Kyuhyun sekaang. Namun saat ini, Seohyun lebih memilih mengeratkan kedua tangannya yang memeluk tubuhnya sendiri. Dia jijik. Seohyun merasa semakin jijik pada dirinya karena masih sempat terhanyut oleh sentuhan Kyuhyun. Dan saat itu pula Seohyun disadarkan. Tak lama lagi dia akan menjadi isteri Kyuhyun. Fakta itu akan terjadi karena baru saja dia telah setujui persyaratan gila dari Kyuhyun. Dan itu berarti Kyuhyun akan bebas menyentuhnya kapanpun. Bebas tanpa bisa ada yang melarang.

***

Apartemen Kyuhyun nampak sedikit ramai padahal hanya dihuni beberapa orang baru saat ini. Seohyun ditemani 3 orang asing yang saat ini tengah membantunya mencoba rangkain gaun pengantin mewah yang begitu mahal dan fantastis dari harganya. Dengan wajah sendu, dia dengarkan tak bersemangat ketika suara orang-orang tersebut memberikan decak kagum atas kecantikan serta bagaimana selera Kyuhyun dalam memilih wanita. Decak iri pun dikumandangkan si desainer ketika dia turut menginginkan keberuntungan Seohyun yang bisa memikat pria kaya raya semacam Kyuhyun.

Perlu diketahui Kyuhyun memang sangat kaya raya. Sejujurnya, pria itu pun dulu tak perlu mengajukan kerja sama dengan perusahaan Seohyun karena perusahaannya serta aset yang pria itu miliki sudah sangat melimpah. Hanya saja pria itu memang tidak pernah mengenal kata puas. Selalu ingin lebih dan lebih. Dan iyakanlah jika Kyuhyun selalu ingin menjadi yang nomor satu. Mungkin keadaan pribadinya yang tidak baik di masa lalu membuatnya menjadi demikian. Tidak merasakan kehangatan keluarga dikarenakan kedua orangtuanya yang sudah meninggal membuat Kyuhyun bebas melakukan apapun sesuka hatinya dengan catatan dia terpuaskan.

“Gaun yang ini lebih cocok untukmu, nona Seohyun-ssi” desainer wanita berusia 32 tahun itu menilik penampilan Seohyun yang sekarang dibalut gaun pengantin bewarna putih dengan berlian menjadi payet di setiap uratnya. Ekornya yang menjuntai ke lantai dengan panjang sekitar satu meter membuat gaun itu semakin terlihat cantik. Punggung Seohyun yang terekpos dengan indah membuat siapapun pastinya akan berdecak kagum apalagi lekukan tubuh Seohyun sangatlah indah. Tubuh tingginya sangat menunjang bagi keindahan gaun tersebut “Apa kau merasa nyaman?”

“Hemhh” Seohyun hanya balas bergumam.

Meski begitu, desainer tersebut nampak cukup dengan gumaman Seohyun. Dia kemudian intruksikan kedua bawahannya untuk mencatat atau memberikan alat-alat yang lain yang akan dipasangkan guna melengkapi penampilan Seohyun. Seohyun sendiri menatap tubuhnya dari pantulan cermin dengan perasaan sedih. Tidak dia pungkiri jika gaun itu memang membuatnya nampak hampir sempurna. Namun tetap saja tak akan terasa sempurna jika dasarnya dia tak benar-benar merelakan hatinya untuk pernikahan ini.

“Tuhan….sepahit inikah jalan kehidupanku? Semoga aku tidak salah mengambil keputusan”

***

 Bercinta adalah kenikmatan duniawi yang tiada duanya. Mendapat sentuhan liar yang begitu memabukan memanglah akan membuat diri seakan melayang dan lupa daratan. Desahan serta erangannya mengalun begitu kuat walau nyatanya itu barulah pemanasan. Namun kenikmatan itu tak bisa dia pungkiri. Dia ingin lebih dan ebih dari yang sekarang.

Dan sosok itu, Jiyeon, meremas rambut Mike dengan kuat ketika bibir Mike tengah memanjakan bagian kewanitaannya di bawah sana. Beberapa menit yang lalu dia jatuh pada jurang kenikmatan yang sempat membuatnya melayang ke udara. Namun secara tiba-tiba, Jiyeon mendorong kepala Mike lantas beringsut dari tempatnya berbaring membuat Mike terperangah.

“Aku sudah tidak bernafsu” Jiyeon bergumam lantas segera pakai lagi celana dalamnya dan benarkan sebentar bajunya yang kusut.

“What are you doing, huh?” Mike mengelap sudut bibirnya lalu menarik sebelah pergelangan tangan Jiyeon  “Where are you going?” sambungnya sengit.

Jiyeon menyeringai sinis. Dia hempaskan sebelah tangan Mike kemudian berjalan dengan santai. Ketika sampai di pintu, wanita itu berhenti sejenak lantas menoleh ke arah Mike.

“I don’t need you anymore”

“What???” Mike menganga lebar merasa sangat terkejut sekaligus marah diabaikan seenaknya oleh Jiyeon.

Jiyeon sendiri sudah melenggang pergi meninggalkan Mike tanpa hati karena dia sadar dirinya tetap tak merasa terpuaskan walaupun Mike punya gaya bercinta yang sangat hebat. Tidak…Kyuhyun lebih memuaskanku. Dia jauh lebih bisa membuatku melayang. Dan aku memang jelas hanya membutuhkan sentuhan dari Kyuhyun.

***

Ketiga orang yang bersama dengan Seohyun segera membungkuk hormat ketika ada sosok Kyuhyun memasuki kamar. Dengan tanpa perlu mengatakan apapun, ketiganya langsung keluar untuk memberikan privasi pada Kyuhyun serta Seohyun. Pantulan wajah Kyuhyun yang memandang Seohyun datar dari cermin ditangkap oleh indera penglihatan Seohyun. Dia menunduk sedih dan tak bersemangat. Seohyun bukan takut atau gugup. Dia hanya malas mendengar apapun yang akan Kyuhyun katakan saat ini karena itu tidak akan merubah keadaan.

Kyuhyun yang sebelumnya hanya menatap dari kejauhan pun mulai melangkah. Dengan gerak pelan, dia hampiri Seohyun kemudian berdiri di belakang wanita itu. Sebelah tangannya yang langsung meraba punggung Seohyun yang terbuka kontan saja langsung mendapat gerakan terkejut dari Seohyun. Wanita itu lekas membalikan tubuhnya cepat namun Kyuhyun dengan cepat pula menahannya dan menyuruh Seohyun tetap menghadap cermin.

“Seperti ini lebih aku suka, sayang” Kyuhyun umbar suara sensualnya tepat di telinga Seohyun. Telapak tangannya mengelus permukaan punggung Seohyun dengan penuh perasaan “Karena dengan begini, aku bisa sedikit menikmati keindahan tubuh calon isteriku” sambungnya kemudian kecup lembut bahu Seohyun yang juga terbuka.

Seohyun bergidig mendapat kemesraan dari Kyuhyun. Namun dia tetap diam sambil memejamkan matanya erat mencoba menahan gerak hatinya yang menolak. Sial! Sentuhan pria itu memang memabukan. Baru segini saja Seohyun sudah terlena. Kyuhyun tersenyum tipis, kemudian dia lingkarkan kedua tangannya tanpa menghentikan kecupan-kecupan halusnya di daerah bahu dan leher Seohyun. Pria itu begitu terangsang atas ulahnya sendiri.

“Jika aku tidak pandai menahan diri, sudah kupastikan detik ini juga kau habis di atas ranjangku” Kyuhyun membalikan tubuh Seohyun cepat kemudian langsung meraup bibir Seohyun dengan semangat namun tetap lembut. Dari pantulan cermin, sebelah tangannya itu nampak mengelus mesra punggung Seohyun “Tapi aku memang harus bertahan” pria itu lepas ciumannya dengan napas terengah. Sama terengahnya seperti Seohyun yang kini menundukan wajahnya.

Kyuhyun meraih dagu Seohyun kemudian mengangkat wajah wanita itu. Wajahnya sudah sedikit memerah menahan hasrat dalam tubuhnya sendiri “Aku ingin menyimpannya dulu sampai saat nanti datang. Ketika malam pertama kita sudah tiba” dicumbunya lagi bibir Seohyun tanpa dia perlu dengankan apapun kalimat yang sejatinya akan meluncur bebas saat ini dari Seohyun sebagai penolakan.

Seohyun sedikit meremas lengan Kyuhyun yang berbalut jas hendak menyuarakan jika ia sangat benci. Namun pagutan kuat pria itu mengalahkan segalanya. Kenikmatan sesaat itu mengalahkan akal sehatnya sendiri yang jelas ingin menolak serta memaki.

Terkutuk kau, Kyuhyun! Virus apa yang sudah kau berikan sampai aku tidak mampu menolak?

“Akan aku tinggalkan kau bersama mereka lagi untuk meneruskan semua hal yang tadi tertunda” Kyuhyun berucap parau. Senyum tipisnya yang begitu lembut menyuguhi kedua mata Seohyun “Masih ada beberapa hal yang harus aku selesaikan untuk persiapan pernikahan kita. Jangan menungguku karena aku akan pulang sangat larut” dan kecupan terakhir untuk saat ini Kyuhyun berikan bagi Seohyun.

Setelahnya Kyuhyun pergi meninggalkan Seohyun yang mematung sambil memegang dadanya sendiri yang tidak mengerti kenapa dia begitu bodohnya mau terperangkap dengan semua jeratan si iblis seperti Cho Kyuhyun!. Seohyun berbalik dan dia memusatkan pandangannya dari pantulan cermin ke arah bibirnya. Penyesalan selalu datag terakhir dan penyesalan itu sudah tak bisa dia kumandangkan seperti apa lagi karena semuanya sudah terlanjur.

***

Taecyeon melempar asal sebuah berkas di atas meja depan Jiyeon. Membuat Jiyeon mendesis kesal namun dengan cepat pula dia berubah senang karena sepertinya sang teman telah berhasil menemukan apa yang dirinya cari.

Didudukan tubuhnya dengan malas, Taecyeon lantas berujar “Anak yatim piatu dari sebuah panti asuhan. Kepintaran serta kerja kerasnya membuat dia sukses dan dikenal baik oleh para pembisnis handal. Dia juga pernah mengalami patah hati karena kekasihnya meninggal tepat sehari sebelum keduanya menikah. Dan kekasihmu, ah ralat maksudku mantan kekasihmu” Taecyeon nampak acuhkan pandangan tajam Jiyeon ketika dia menyela sendiri ucapannya. Taecyeon kembali melanjutkan “Mulanya dia pernah beberapa kali mengajukan kerja sama namun selalu ditolak oleh Seo Joohyun. Emhh mungkin dari situlah keduanya dekat. Karena Kyuhyun tidak suka ditolak!”

Benar..dan Jiyeon mengiyakan hal itu. Dia tahu Kyuhyun seperti apa. Kyuhyun akan sangat murka jika dia diabaikan. Jiyeon pun mulai bersuara “Lalu apa lagi? Jika sebelumnya hubungan mereka tidak akur, mana mungkin sekarang mereka akan menikah?”

Taecyeon mengangkat bahunya “Perusahaan Seo Joohyun tiba-tiba saja bangkrut hanya dalam waktu cepat. Kurang dari seminggu perusaannya mengalami kolap dan Seo Joohyun sampai tidak bisa meminta bantuan pada siapapun karena kerugiannya sangat fantastis. Siapapun akan angkat tangan untuk memberi bantuan. Dan Kyuhyun” Taecyeon menjeda sejenak. Dia tersenyum sinis “Pria itu menjadi satu-satunya pendonor suka rela untuk Seo Joohyun”

Jiyeon menajamkan pandangan kedua matanya merasa marah dengan kenyataan itu. Tidak hanya tubuh Kyuhyun tapi uang pun pria itu berikan untuk Seohyun. Cih! Sehebat itukah seorang Seo Joohyun? Jiyeon merasa dia masih di atas segalanya kalo dibanding Seohyun.

“Aku masih merasa aneh dengan kasus ini. Tidak mungkin wanita itu bangkrut begitu saja, kan?”

“Hemhh” Taecyeon balas bergumam “Tapi itu bukan urusanku. Mau dia bangkrut karena apapun, aku tidak mau tahu. Yang aku ingin tahu adalah apakah kau sudah menyiapkan uangmu untukku?”

Jiyeon mendesis “Ini” kesalnya sambil melempar sebuah amplop berisi uang ke arah Taecyeon. Pria itu memekik puas serta tak membuang waktu ketika langsung menghitung jumlahnya.

Jiyeon masih tercenung sambil dia sesekali baca berkas pemberian Taecyeon serta ingat-ingat setiap penjelasan dari temannya itu. Dahinya mengernyit dan bertanya. Setumpuk pertanyaan itu membuatnya sangat penasaran. Dia harus tahu. Jiyeon harus mencari tahu lebih lanjut agar bisa menguak masalah yang sebenarnya terjadi.

***

Satu-satunya hal yang paling dipikirkan saat ini adalah keinginan untuk bisa bebas. Jauh dari hal memuakan yang memang tak pernah dirinya bayangkan. Rasa lelah memikirkan hal itu membuatnya gampang menangis serta mudah menjadi rapuh. Sekali lagi ini bukanlah gayanya. Sejak kecil dirinya diajarkan untuk menjadi sosok yang keras dan tidak mengenal kata menyerah apalagi harus bersedih ria. Tidak…meski dirinya wanita, dia bukan orang yang lemah. Kenyataan hanya mendapat kasih sayang dari belas kasih sang ibu panti membuatnya bertekad bahwa dirinya harus bisa menjadi wanita yang kuat dan tidak menyerah pada keadaan. Dia manusia yang punya hak asasi. Tentu dirinya harus bisa mendapatkan hal itu.

Seohyun merasa dirinya lelah hingga dia tanpa sadar tertidur setelah setengah jam yang lalu menangis. Dan bekasnya masih ada serta jelas mengering di bawah lingkaran matanya. Kyuhyun yang baru mengamatinya beberapa detik yang lalu langsung terkesiap dalam cahaya remang-remang kamarnya.

Seohyunnya nampak menyedihkan. Oh…apakah itu karena dirinya? Kyuhyun akan sangat murka jika tangisan itu keluar karena Seohyun menderita karenanya. Tidak boleh. Suatu hari nanti wanita ini harus bahagia karena bersama dengan dirinya. Harus!

Melakukan tindakan manis, pria itu segera angkat tubuh rapuh Seohyun yang terduduk di samping ranjang guna dia baringkan di atas ranjang tersebut. Dia tarik selimutnya kemudian menatap sendu wajah itu dengan cukup lama serta diam. Tidak ada pergerakan apapun hanya suara napas teratur Seohyun yang terdengar serta guratan keresahan yang ditimbulkan wajah cantik itu.

 Kemudian dia duduk di samping Seohyun. Mengelus dahinya mesra lalu turun ke pipi dan sampailah di bibir Seohyun. Ada satu yang terlewat. Jemari Kyuhyun beralih terlebih dahulu untuk menghapus jejak air mata Seohyun di sana. Setelah merasa cukup, Kyuhyun kembali mengamati Seohyun disertai gerak jemarinya yang terus menelusuri wajah Seohyun dengan  lembut sehingga Seohyun tidak terusik dari tidurnya.

Pria itu menghela tubuhnya untuk mendekat. Dia condongkan wajahnya ke arah Seohyun kemudian mengecup mesra bibir yang terkatup itu dengan sayang. Hanya beberapa saat dan tidak dengan gerak melumat atau membabi buta seperti biasanya. Kyuhyun hanya ingin mengekspresikan perasaannya dengan bisa menikmati kelembutan bibir itu walau nyatanya hanya dialah yang merasakannya.

 Kyuhyun menarik wajahnya lantas meraba pelan bibir yang sudah dirinya sentuh. Senyum tipis dia ukir sampai akhirnya Kyuhyun beranjak untuk memutari ranjang kemudian dia baringkan tubuhnya di samping Seohyun. Kyuhyun menarik selimut untuknya lalu memeluk wanita itu dengan gerak posesif. Betapa dia begitu bahagia dan teramat nyaman bisa memeluk tubuh hangat itu dalam tingkat kedamaian yang hanya dirinya yang tahu. Kyuhyun terlelap. Dia ikut nikmati rasa nyaman bisa memeluk Seohyun sambil tertidur lelap di atas ranjangnya.

***

Dan memang pemikiran untuk bebas tidak akan pernah lenyap. Tidak peduli dia telah mencoba melanggar kesepakatan yang telah dijalin, Seohyun mulai terjaga dari tidur pura-puranya saat dia sadari kedatangan Kyuhyun sekitar 2 jam yang lalu. Sialnya perbuatan manis pria itu sempat membuatnya terhanyut. Apalagi ciuman itu. Seohyun benar-benar dibuat gila karenanya sampai-sampai Seohyun ikut tertidur bersamanya dengan kadar kenyamanan yang masih terlalu minim. Kesadaran akan kesalahannya mengambil keputusan membuat dia langsung terjaga dan mulai melancarkan aksinya agar bisa bebas.

Pertama Seohyun coba singkirkan sebelah tangan Kyuhyun yang memeluknya dengan sangat hati-hati. Seohyun pandang dahulu wajah tenang Kyuhyun yang tengah tertidur. Tidak..dia memang harus bebas dari pria itu walau dari keadaan ini, sosok Kyuhyun yang jahat dan membuatnya hancur tidaklah terlihat. Sosok ini terlihat damai dan menenangkan. Seohyun tidak boleh terpengaruh. Dia harus bisa menyelamatkan hidupya yang berharga serta bisa membebaskan diri dari manusia macam Cho Kyuhyun. Ya! Itu harus dia lakukan!

Mengetahui jika di luar pasti ada dua penjaga Kyuhyun membuat Seohyun sibuk sendiri memikirkan bagaimana cara dia bisa keluar. Sampai akhirnya dia memilih mengamati terlebih dahulu keduanya dari intercom pintu. Bagus…mereka tidak ada. Apakah mungkin Kyuhyun menyuruh mereka pulang karena merasa Seohyun sudah bisa dijinakan? Ah…Seohyun tidak tahu. Yang dia tahu adalah sekarang adalah kesempatan bagus untuk bisa melarikan diri.

Dan waktu pun begitu memberi dia kesempatan. Seohyun sedikit berjingkrak dalam hati karena suasana tetap aman. Kyuhyun pasti sudah tertidur sangat lelap. Dia akan bisa lari. Seohyun teramat bahagia ketika pintu itu bisa dia buka dan memang dua orang penjaga yang kemarin mengurungnya tidak ada. Namun dia harus tetap waspada. Siapa tahu kedua penjaga itu ada di sekitar apartemen? Tidak ada yang tahu kan?

“Mau ke mana malam-malam begini, hmh?” tebakannya tidak salah. Seruan santai itu membuat tingkat kewaspadaanya menjadi bertingkat. Lalu ketika sadar pemilik suara yang baru saja berkumandang  milik siapa, Seohyun pun langsung dibuat terkejut ketika membalikan tubuhnya. Kedua matanya  melebar sempurna. Senyum sinis dihadiahkan untuknya “Mau melarikan diri, sayangku?”

Seohyun memang harus terperangah saat ini juga apalagi ketika si pemilik suara santai itu melenggang dengan sama santainya sambil melipat kedua tangan di depan dada ke arah dirinya. Seohyun mundur dan sialah dia karena pintu itu ikut terdorong oleh tubuhnya sehingga kembali tertutup. Ternyata tidak hanya manusianya, benda mati pun seolah tidak mengizinkan dia pergi.

Ya Tuhan….

“Mau mencoba lari dari tanggung jawab, huh?”

“Kyuhyun-ssi, aku-“

“Apa, sayang…?” Kyuhyun yang memang menangkap basah Seohyun masih bergumam dengan santainya. Senyum yang seolah tak ingin pudar meski senyum itu sangatlah mengerikan Kyuhyun ukir terus menerus di hadapan Seohyun “Kau ingin bercinta sekarang juga, huh?”

“Apa?”

“Apa?” Kyuhyun menjawab sama seolah mengejek ekspresi kejut Seohyun. Pria itu tertawa ringan “Ya…ya…aku tahu apa yang kau inginkan”

Kyuhyun mundur satu langkah kemudian dia lepaskan kimono tidurnya. Kedua mata Seohyun terbelalak lebar saat ini juga ketika yang dia dapati adalah seluruh tubuh Kyuhyun yang tidak mengenakan apapun! Astaga….apa Kyuhyun gila? Apa dia benar-benar tidak punya rasa malu?

Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya kasar sambil dia coba memalingkan wajahnya saat dia tidak mau melihat bagian intim Kyuhyun yang mengacung tegak tak jauh dari tempatnya berdiri. Dia mengutuk dalam hati atas tingkah tidak bermoral atau katakanlah sudah hilang akal dari Kyuhyun.

“Pria bejat! Pakai lagi bajumu, brengsek!”

Kyuhyun sama sekali tak tersinggung dikatai kasar seperti demikian. Dengan langkah tegapnya, dia hampiri Seohyun kemudian segera cengkram rahang wanita itu dan menempelkan tubuhnya serapat mungkin sehingga tubuh keduanya langsung menyatu sempurna. Seohyun menjerit perih merasakan sakit di rahang serta pada harga dirinya yang sudah dihina habis-habisan oleh Kyuhyun.

“Sialan-uhuk” Seohyun terbatuk-batuk kala dia coba memaki “Jauhkan tubuhmu-“

“Ini hukuman” Kyuhyun berucap dingin. Dengan masih mencengkram rahang serta menekan tubuhnya sendiri, kedua mata pria itu berkilat marah karena Seohyun sudah mencoba kabur darinya “Kau melanggar kesepakatan dan membuatku lepas kendali. Maka dari itu kau memang harus dihukum saat ini juga!”

“Tidak, Kyuhyun-ssi! Jangan lakukan itu! Tidak!”

.

.

TBC

Iklan

169 thoughts on “Spoiler SK Version || Sequel 2

  1. Masa lalu membuat tabu (?) #apaancoba-_-

    Seo eonni jgn begitu bgt sama Kyu oppa napa.. mbok ya anda peka sedikit gitu lho mbak sama perasaannya Kyu oppa.. Itu knp lg coba Jiyeon eonni. Udh lah ya.. gk perlu repot” ngejar Kyu oppa toh Kyu oppa jg udh berpaling dari km mbak… ntar malahan makan ati lhoh…

    Kkkk~~ ini daebak.. gk sabar buat baca part selanjutnya. oh ya.. eon mian ne aku lupa komen di part 1. Tp ntar bakal komen disana jg kok.

    Suka

  2. Waduh serem, Seo smpe segitunya benci sama kyu,tp seru aku suka

    Suka

  3. Aigoo..kasian banget seo:(
    semoga kyu bukan cuma karna mau tubuhnya seo,tapi dia semoga udah cinta seo..

    Suka

  4. Astga apaan sih. Sgitu banget ya kyu sma seo haks. Smpat kesel jga sih. Mau apa dikata klau sang author jga yg bekerja di balik layar, sya kan hanya readers a6 haha. lanjut baca

    Suka

  5. omaigat…ni epep bikin ketagihan amattt sihhh

    Suka

  6. Kyuhyun jadi predator yah…haha…mengerikan tapi bikin penasaran sama perasaan kyu sebenernya

    Suka

  7. Daebakk banget ceritanya eonnie..lanjut baca next part ya… Gomawo…

    Suka

  8. no coment dah nih ff selalu bikin penasaran… sampek baterai tinggal 1% pun tetep lanjut baca….

    Suka

  9. Wahh jiyeon bakal ngerencanaain jahat nih sama seohyun

    Suka

Please, leave a reply for me ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s