CHOKYUNIE

Because Of DuCho~~2

59 Komentar


bdc1

 

 

 

Title : Because Of DuCho

Length : Twoshot

Genre : Family, Comedy, etc…

Cast : Cho Kyuhyun || Seo Joohyun  || Lee Hyukjae

 

[A/N] Sebelumnya mohon dimaklumi dan dimaafkan jika tak lucu, garing, asem, kurang gurih2 nyoy atau apalah itu. Selalu aku tekankan jika aku ini bukan pelawak yang pintar membuat orang tertawa.
Bukannya tertawa yang ada malah muntah, mungkin/plak

-Ada yang nanya Cocoh aka Choco punya siapa aslinya?
Itu punya Eunhyuk sayang, itu lohhh Eunhyuk si dance machine-nya SJ. Yang sukanya ngupil sambil makan pisang dalam posisi jongkok/ditabok 😀

-Kak, Choco aslinya kan cewek, masa tampan?
Puhahaha maafkan karena aku sendiri tak tahu jenis kelamin Cocoh -___-
Ya sutralah ya, karena emang perkopelan DuCho itu maksa banget jadi yah anggap aja Choco aka Cocoh jenis kelaminnya cowok kalo seandainya dia emang kelamin aselinya cewek 😀

Ok segitu aja, semoga apapun yang tersaji mau seburuk apapun, bagi yang membaca tetap merasa terhibur/eaaakkk
Seperti biasa, backsound-nya Upil yang isn’t She Lovely yah…. Chu~~~♥♥♥

.

Sorry always there typos

Happy Reading……….. ^^

.

“Aawwww…..awwww pelan-pelan, hyung!!!”

Eunhyuk mendesah kesal sekaligus geli dalam waktu bersamaan kala dia obati luka di wajah Kyuhyun. Entah apa yang sudah terjadi hingga wajah adiknya yang jelek itu semakin hancur dan tidak menarik untuk dilihat.

Hemhhh itu menurut Eunhyuk. Asal tahu saja, bagi dia tidak ada yang lebih tampan melebihi dirinya. Wajah Siwon Super Junior saja terlalu cetek untuknya apalagi wajah Kyuhyun? Ah….injak saja anjingnya Choco jika dia hanya mengada-ngada.

“Mungkin Tuhan tengah menghukummu, Kyu” satu tempelan plester dia berikan pada jidat Kyuhyun dengan kasar.

“Setelahnya Tuhan akan mengkutukmu menjadi sebiji pisang”

“Yak! Yak! Awww…..” Kyuhyun memekik minta diampuni.

Dia kesakitan sekaligus kesal. Tidak ingin berterima kasih pada kebaikan hyungnya yang sudah mengobati lukanya. Perkataan serta cara Eunhyuk mengobatinya sungguh tidak berperi kemanusiaan.

Mana bineka tunggal ika yang seharusnya ada bersamanya saat ini?

“Hah!” Eunhyuk buang kapas yang tadi dia pakai di wajah Kyuhyun “Tobat….tobat….tobat wahai kau anak muda”

“Diamlah, hyung” Kyuhyun tak tahan “Kau mengobatiku atau menyiksaku, huh?”

“Apa yah?” Eunhyuk malah berpikir “Choco, coba kau jawab pertanyaan ahjussimu. Tadi aku menyakiti atau mengobatinya?”

“Hyuuuunnngggg”

“Hemhhh kau memang anjing yang pintar….” Eunhyuk malah memanjakan kepala Choco dengan tangannya “Pantang bagi pria sejati sepertiku menyakiti orang lain”

“Dasar tidak waras!”

“Dengar, sayang…dia mengatakan aku tampan hahah”

“Hyung-“

“Impas!” ya dan Kyuhyun memang kena batunya sekarang.

“Memangnya kau saja yang bisa melakukannya, huh? Ck”

Entah dari mana datangnya namun disaat seperti apapun benda keramat itu pastilah selalu nampak dan akan berakhir pada mulut seseorang yang diinginkan. Mungkin tangan ajaib wanita bernama Seolee Cholee yang mengantarkan benda itu yang tak lain memang sebiji pisang. Seperti sekarang jika sebelumnya Kyuhyun lah yang selalu membungkam mulut Eunhyuk dengan pisang, sekarang malah sebaliknya. Eunhyuk lah yang membungkam mulut Kyuhyun dengan buah tersebut.

“Cha!” Eunhyuk pangku Choco yang berada disampingnya “Kita main kuda-kudaan, nde….kamu yang jadi kudanya dan aku jadi pangerannya hahhaha” lanjutnya tertawa terbahak-bahak mungkin menertawakan ketidakwarasannya sendiri.

Maka Kyuhyun memang harus benar-benar menjaga kesabarannya agar tidak tumbang. Dia keluarkan pisang itu dari mulutnya dengan satu tatapan tajam tak hentinya ia layangkan pada Eunhyuk yang kini melenggang pergi.

Ingin membalaspun percuma. Baru bergerak sedikit saja ia sudah menjerit kesakitan. Luka yang Kyuhyun dapatkan memang cukup parah. Lebam di wajah dan bagian tubuhnya yang lain memang tak bisa dianggap sepele. Penganiyayaan yang dilakukan Seohyun padanya sungguh sangat kejam.

“Penggemar anjing memang tidak hanya tidak waras” pria itu mendengus kasar “Tapi juga sangat berutal”

“Mengerikan. Sangat menakutkan”

***

“Huh hah huh hah” napasnya terengah hebat persis orang yang sedang kentut “Kenapa mimpi itu lagi?”

“Pahanya…..owwwhhhh” dia, Kyuhyun melemparkan lagi kepalanya ke atas bantal setelah sebelumnya ia bangun dengan secara tiba-tiba.

Sudah tiga hari berlalu semenjak kejadian mengerikan menimpa dirinya, maka tiga malam harus ia lewati dengan mimpi aneh. Jika dikatakan mimpi buruk tapi Kyuhyun merasa itu cukup indah. Tapi jika dikatakan mimpinya indah, diakhir mimpi pasti akan selalu terjadi mengerikan.

“Empuk….ohhhh empuk ahhhh” sambil menerawang kosong maka Kyuhyun memang masih belum bisa melupakan bagaimana nyaman dan empuknya paha Seohyun yang sudah dia duduki tiga hari yang lalu.

Pria itu meremas rambutnya kasar. Memeluk guling pun rasanya tidak berguna karena entah kenapa guling yang seharusnya empuk dan hangat malah terasa keras dan hambar bagai sayur tanpa garam.

Kyuhyun ingin duduk lagi di paha Seohyun.

Hah? Apa yang terjadi? Otaknya sudah mulai semakin tidak waras dalam berpikir. Kyuhyun memukul-mukul kepalanya hingga dia menjadi sedikit merasa pusing atas ulahnya.
Perlahan dia coba menghirup napas lalu mengeluarkan secara perlahan. Selama tiga kali dia lakukan itu dengan baik agar pikirannya tidak selalu suram karena mimpi tersebut. Dan disaat dia melakukan tarik napas yang keempat maka Kyuhyun malah jadi cekikikan sendiri.

“Bau busuk hahahha” dia tertawa persis orang gila “Ah ya….tadi aku memakan ramen pedas hahaha” sambil tertawa seorang diri di tengah malam, Kyuhyun mulai berlari ke kamar mandi.

Pria itu buang hajat. Bau busuk yang tadi dirinya gumamkan memang bau kentut yang keluar dari pantatnya sendiri.

Astaga…..pria tampan ternyata bisa kentut juga O___O

***

“Awas! Jangan pernah berbuat macam-macam pada anakku” Eunhyuk mulai mengeluarkan ancamannya “Jika sampai itu terjadi maka-“

“Ya ya ya aku tahu kau tenang saja, hyung….” Kyuhyun menyela sebelum hyungnya selesai berkhutbah.

Dalam hati ia sungguh merutuki Eunhyuk yang begitu berlebihan.

“Dia anakku, Kyu”

“Ya, aku tahu” Kyuhyun tak mau mendengar ocehan Eunhyuk lagi “Hanya meminjamnya sebentar kau cerewed sekali”

Sambil melenggang pergi meninggalkan Eunhyuk, Kyuhyun menggendong Choco walau dia sebenarnya tak rela. Sebagai jaga-jaga, pria itu memakai maskernya agar tidak bersin karena bulu Choco.

Ada perasaan tidak enak serta aneh sebenarnya, namun Eunhyuk tetap membiarkan Kyuhyun membawa Choco pergi. Dia terus memantau Kyuhyun dari jarak jauh hingga pada akhirnya Kyuhyun benar-benar menghilang dari pandangannya.

.
.
.

“Heh ternyata….” kedua matanya menatap intens seseorang dari jarak jauh.

Bukan Kyuhyun sebenarnya jika melakukan hal seperti ini. Namun rasa penasarannya buat dia jadi nekad. Setelah mencari informasi seperti agen kampanye, Kyuhyun akhirnya bisa tahu siapa gadis yang sudah menganiyaya dirinya beberapa hari yang lalu.

Dasar nasib. Nyatanya gadis itu adalah adik dari kekasih baru hyungnya dan mereka nyatanya tinggal di komplek yang sama. Seohyun baru pindah dari Mokpo. Begitulah yang Kyuhyun ketahui.

Dia mengikuti kemanapun Seohyun pergi. Jika seandainya ada rasa ingin balas dendam mungkin iya. Namun dia malah ingin merasakan satu hal yang sama yakni menduduki paha Seohyun lagi.

“Coh! Berhenti mengotori otakku yang suci ini!” nasib….selalu seperti itu.

Choco menggelengkan kepalanya persis manusia karena dia selalu dijadikan kambing hitam. Padahal otak mesum itu ada pada diri Kyuhyun tapi selalu dirinya yang disalahkan.

Anjing yang malang…..

“Kau naksir padanya kan, Coh?” kini ada keakraban disana.

Nampaknya virus tidak waras sudah menjalar pada Kyuhyun. Tanpa dirinya sadari, Kyuhyun menggoda Choco yang begitu bersemangat kala melihat anjing Seohyun. Choco menggonggong ringan dari jarak jauh dan itu bisa Kyuhyun tebak apa maksudnya.

“Sabarlah…nanti kau akan dapat bagianmu” Kyuhyun mengisyaratkan pada Choco.

Tidak ada niatan untuk memperlihatkan batang hidungnya pada Seohyun. Ceritanya dia sekarang sedang menjadi penguntit. So pasti dia tidak ingin ketahuan.

Lalu dimana amarahnya, bukankah dia kesal pada gadis itu?

Paha. Yah…satu bagian itu mampu membuat dia jadi berpikir ulang untuk merasa benci pada Seohyun. Alasan yang hebat. Ada unsur mesum disini. Kyuhyun harus dapat bogeman di bibirnya, Seohyun… -____-

***

“Ckckck wajah ketua kita sekarang sangat tampan”

Kyuhyun tahu itu sebuah ledekan. Tapi dia tetap mengatup mulutnya serapat mungkin walau hidungnya sudah kembang kempis karena tengah menahan kesal. Seperti banteng yang akan bergelut dengan kain merah, maka bayangkanlah hidung Kyuhyun kembang kempis persis banteng tersebut. 

“Nde, melebihi ketampanan peliharaan Eunhyuk hyung”

Tak bisa. Pasti tak akan bisa ditahan lagi jika emosinya sudah naik kelevel paling atas. Kyuhyun pukuli secara brutal pemilik mulut-mulut yang tadi sudah mengejeknya secara terang-terangan. Menggelitiki, menyundul-nyundul pria itu lakukan. Sekarang bela diri yang dia lakukan malah lebih pantas dikatakan seperti tarian Harlem shake atau gangnam style. 

“Bisa diam tidak, huh?” Kyuhyun terus memaki seraya tangannya kini menjejalkan sandal swalow ke mulut Minho dan Jonghyun dalam waktu bersamaan.

“Am-ampun-Kyu” suara Minho terkulum.

Ia sungguh kesulitan mengeluarkan suaranya karena mulutnya memang sudah tersumpal sandal itu.

“K-kyu-am-ampun” Jonghyun menambahkan.

Mungkin pukulan yang Kyuhyun berikan tadi sudah dianggap biasa karena di kampusnya Kyuhyun terkenal jago karate. Maklum saja, dia sangat mengemari Jackie Chan, otomatis dia ingin seperti idolanya. Lalu dari mana sandal bermerek swalow itu muncul? Lagi dan lagi. Mungkin tangan kerempengnya Seolee Cholee yang sudah menyodorkannya.

Maklum, orang itu memang seperti jalangkung. Datang tak dijemput serta pulang tak diantar. Seram.

“Makanya jaga ucapan kalian” Kyuhyun keluarkan sandal itu dari mulut Jonghyun dan Minho “Dan jangan pernah menyamakanku lagi dengan anjing sialan itu”

Dasar kurang ajar. Bocah labil. Manusia tak punya otak. Ah, apakah makian itu terlalu berlebihan? Hemhh bisa jadi. Makian semacam itu akan keluar dari mulut Eunhyuk jika sampai dia tahu anjing kesayangannya dihina oleh Kyuhyun.

Penjilat. Munafik. Yah…makian semacam itu akan terlontar. Masih hangat sekali karena kemarin Kyuhyun meminjam Choco namun sekarang malah kembali menghinanya dan mengumpatnya. Dasar tidak tahu diuntung.

Pri prit prit

Sebuah peluit berbunyi. Ketiga pria itu mengalihkan perhatiannya dan dengan gerak malas ketiganya segera mengambil posisi untuk berbaris seperti anak-anak yang lainnya yang ada di lapangan itu. Mata mereka memandang lurus pada Changmin guru karate di kampus tempat mereka belajar.

“Uhuk uhuk” entah itu deheman, batuk atau malah bersin. Terserah apa kata kalian.

Changmin dengan gerak wibawanya melipat lengannya di belakang punggung dengan kedua matanya yang memandang intens setiap murid didiknya.

Pria imut itu tersenyum “Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh” seperti gaya  Wendi yang ada di sinetron indonesia (aku tak tahu judulnya), Changmin mulai menyapa anak-anaknya.

“Selamat siang semuanya” kali ini dia kembali bersikap normal.

Semua anak-anak yang tadi melongo kini ikut kembali memandang Changmin serius.

“Mulai hari ini kita kedatangan anggota baru” katanya melanjutkan “Dan untuk anggota baru kita kali ini adalah seorang wanita. Dia  mahasiswi baru di universitas ini”

“Seperti yang kalian tahu di ekstrakulikuler ini semuanya tidak ada perbedaan. Semua tingkatan bisa berrgabung secara langsung”

“Cantikah, saem?” Minho bersuara.

Changmin tersenyum “Tentu saja. Dia sangat cantik dan imut sepertiku”

Semua mendengus terutama Kyuhyun yang kenyataannya sering beradu mulut dengan gurunya ini. Dia memang tak akur dikarenakan selalu beradu cari perhatian pada dosen bahasa inggris. Bora si semok nan demplon yang cetar membahana ulala.

“Gadis ini baru pindah dari Mokpo”

“Paha” semua mata memndang pada yang brsuara.

Kyuhyun yang mendapat perhatian melihat kesamping kiri dan kanannya dengan gerak gugup. Namun dia dengan cepat bereaksi dan beri tatapan tajam pada semua yang melihatnya. Entah apa yang ada di pikirannya. Namun saat mendengar nama kota itu dia jadi teringat pada seseorang.

“Seohyun” panggil Changmin “Kemarilah” yang dipanggil pun menampakan wujudnya.

Bagai khayalan dimana dia keluar dari asap lalu muncul bak nyai ronggeng yang menyinden dalam beberapa detik.

“Paha…….” ingusnya keluar.

Bukan darah kental namun memang ingus yang nampak. Kyuhyun terpesona sekaligus mematung terkejut karena pemikirannya tidak salah. Tubuhnya gemetar manakala yang dilihatnya memang Seohyun si gadis yang sudah membuatnya babak belur.

“Kyu, kau kenapa?” Jonghyun buru-buru tepuk pundak Kyuhyun.

Seohyun ikut terkejut saat dia memang masih mengenali Kyuhyun. Ia ikut khawatir melihat Kyuhyun yang seperti kesurupan karena tak bergerak namun ingus Kyuhyun semakin mengalir deras bak hujan badai di tengah malam yang kelam.

“Tisuuuuuu!!!!” suara Changmin menggelegar.

Tak ada hujan tak ada angin maka tisu akan dengan cepat muncul dan lagi-lagi karena tangan keramat yang kerempeng milik Seolee Cholee. Sebenarnya siapa sih Seolee Cholee itu? Entahlah, mungkin dia adalah mahluk gaib yang dengan semangat empat limanya menginginkan untuk dijadikan cast dalam ff ini -______-

“Tidak apa-apa” Kyuhyun sudah mulai sadar.

Dia elap ingusnya yang panjang itu namun matanya masih menatap kearah Seohyun. Changmin menghela napas lega sekaligus jijik melihat tingkah anak didiknya.

“Kyuhyun kalau lain kali terkejut sebaiknya tak usah mengeluarkan ingusmu” katanya dengan jijik “Keluarkan kentutmu itu lebih baik”

Cekikikan terdengar. Seohyun ikut mengulum senyumnya manakala dia ikut merasa lucu dan konyol melihat pria yang ada didepannya itu. Gadis itu akhirnya ikut masuk kebarisan dan dia dengan santainya berdiri di samping Kyuhyun. Menyingkirkan Minho terlebih dahulu untuk mau mengalah dan berpindah ke barisan kedua.

“Ok, fix” lagi-lagi gaya Changmin mengikuti Wendi “Latihannya kita mulai. Sekarang kita pemanasan terlebih dahulu”

***

“Kenapa kau tidak membeli peliharaan sendiri, Kyu?” Eunhyuk kemukakan pendapatnya “Aneh sekali meihatmu yang selalu ingin mengajak Choco akhir-akhir ini”

“Cocoh sangat imut Hyung”

“Cih! Mulut buaya” umpat Eunhyuk “Dan apa tadi, Cocoh? Oh my….???” Eunhyuk menangkup kedua pipinya sendiri seperti gaya centil anggota girl band.

Rasanya dia terkejut sekaligus ingin memasukan adiknya itu dalam sumur galian karena sudah seenaknya mengganti  nama anaknya.

“Coba kau sebut sekali lagi”

“Hehehhe Choco, maksudku Choco yang imut nan manis” Kyuhyun mulai kembali berakting.

Setiap kali dia menginginkan Choco maka dirinya memang harus rela membual, memberikan banyak pujian yang nyatanya tak sejalan dengan hatinya sendiri. Seujung kukupun Choco tak imut dan manis. Begitulah dia bergumam kala hatinya tengah meralat ucapannya sendiri.

“Baiklah” Eunhyuk mengalah setengah hati “Kau boleh mengajaknya kapanpun kau mau”

“Tapi dengan satu syarat” buru-buru dia menyela kala melihat adiknya semakin nyengir lebar.

“Apa?”

“Satu jam goceng”

“What?” logat inggris pas-pasan Kyuhyun keluar “Apa tidak ada syarat yang lebih bagus? Kau perhitungan sekali, hyung”

“Ya sudah kalau begitu satu jam ceban”

“Yak yak yak gope goler saja, hyung”

“Hah? Kau kira Choco anjing apa, huh?” pertengkaran keduanya sudah semakin tidak waras.

Entah tahu dari mana bahasa-bahasa aneh itu seketika keluar dari mulut keduanya. Mungkin pengaruh pergaulan karena terlalu sering bercumbu dengan Pohpho atau Sharon, jadilah bahasanya pun semakin ngawur. Kali ini Seolee Cholee sedang absen karena dia tengah sibuk menghitung pisang. Ini fanfiction atau curhat sih?/abaikan -____-

“Ok fix!” Eunhyuk menyela “Dua belas lima, otte?”

“Apaan tuh?”

“Hahh…pokonya begitu kalau yang di lagu sunda” Kyuhyun manggut-manggut padahal dia tak paham.

“Ok!” akhirnya kesepakatan terjadi.

“Dua belas lima”

“Ok, fix!” seperti ketularan Changmin maka kini Kyuhyun dan juga Eunhyuk bergaya ala Wendi kala mengucapkan kalimat tersebut.

***

“Gog gog gog” Choco bergonggong senang saat Kyuhyun mempertemukan dia dengan Dubu.

“Hai……”

“Gog gog gog”

Suara sapaan sok imut Kyuhyun serta gonggongan Choco menggema. Seohyun yang kala itu tengah memanjakan Dubu dipangkuannya pun menoleh.

“Kau?” lagaknya sedikit terkejut “Ada apa?”

Kyuhyun tersenyum malu. Jika saat pertemuan di kampus kemarin dia bersikap biasa dan cenderung acuh maka sekarang pria itu nampak begitu gugup. Tapi tidak dengan ingusnya. Mahluk nista itu kini sudah tak menampakan wujudnya.

“Hanya tidak sengaja melihatmu bersama anjing itu” kilah Kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk Dubu “Sepertinya anjingku menyukai anjingmu, jadilah aku menghampirimu kesini”

“Oh” Seohyun merasa tak tertarik.

Gadis itu malah melambai-lambai pada Choco dan saat itu pula Choco sedikit berlari lalu melompat pada rangkulan Seohyun. Kini Dubu dan Choco ada dalam pangkuannya dan kedua anjing itu nampak bercanda bersama menyuarakan gonggongan mereka yang merdu.

“Tidak ingin duduk?” walau dengan nada ketus dan tak melihat sedikitpun, Seohyun tetap bersuara.

Kyuhyun paham. Ia lantas mendudukan tubuhnya di samping Seohyun. Kedua tangannya terasa berkeringat dingin. Entah gugup karena berdekatan dengan Seohyun atau takut terkena bogeman Seohyun lagi tapi yang pasti Kyuhyun sangat gugup.

“Untuk kejadian tempo hari aku minta maaf” Seohyun menurunkan Choco dan Dubu ke tanah “Saat itu aku sedang emosi”

“Oh itu….” Kyuhyun nyengir “Tidak apa, lupakan saja. Pria sepertiku tidak pernah menganggap masalah kecil seperti itu terlalu besar”

“Kau jagoan sepertinya”

“Hahha tentu saja” Kyuhyun mulai terbawa suasana “Di kampus aku jago karate. Jika kau bukan wanita mungkin aku sudah membalasmu”

“Benarkah?” Seohyun tak percaya “Sepertinya dibandingku kau tidak ada apa-apanya”

Ini ejekan. Sudah jelas sekarang kesabaran Kyuhyun kembali di uji. Tapi dia harus tetap bertahan. Bukan karena paha. Kyuhyun memang ingin mengenal Seohyun lebih jauh.

“Ahaha jangan bercanda” pria itu masih coba tertawa “Dimana-mana wanita satu tingkat di bawah laki-laki. Otomatis aku lebih hebat darimu untuk masalah karate”

“Tidak” sela Seohyun “Kemarin saja kau kalah dariku ketika latihan”

Memang benar. Kemarin Seohyun dan Kyuhyun melakukan tanding dan hasil akhir dimenangkan oleh Seohyun.

“Itu karena aku hanya menghargaimu sebagai seorang wanita”

“Jangan meremehkanku….” senyum mengejek nampak Seohyun perlihatkan “Bagaimana jika sekarang kita bertarung dan berhenti melihat sisi wanita dariku agar kau tidak canggung”

“Ah…tidak…tidak….aku pasti tidak akan tega” sanggah Kyuhyun masih tak mau mengakui jika dibanding Seohyun dia memang kalah “Jika aku menurutimu, pastinya akan terjadi pertumpahan darah dan aku tidak ingin itu terjadi. Biaya pengobatan kemarin saja sangat mahal dan kau tahu, uang jajanku harus rela aku buang hanya untuk mengobati luka-lukaku”

“Semahal itukah?” tanya Seohyun terkejut. Kedua matanya membulat lebar.

Kyuhyun mengangguk mantap “Ya, dan berterima kasihlah karena aku tidak minta ganti rugi”

“Memangnya aku harus ganti rugi? Bukankah itu kesalahanmu karena sudah menduduki pahaku tanpa ijin?”

“Itu kecelakaan. Lagipula seharusnya kau senang karena diduduki pria tampan sepertiku. Jago karate dan berkharisma. Itu sebuah keberuntungan”

“Apa? Tolong. Berhentilah mengada-ngada”

“Tidak, aku serius. Di kampus banyak sekali gadis-gadis yang ingin menyentuhku karena mereka begitu terpesona denganku”

“Hahah omong kosong”

“Percayalah. Sekali lagi kau beruntung. Apa kau tidak mau mencobanya lagi?”

“Apa?”

” Mencoba ulang… pantatku empuk dan sangat indah. Dosen Bora saja kalah”

“Kau”

“Percayalah, nona…ayo, aku duduki lagi, yah?”

“Yak! Kau!”

Seandainya ada CCTV di taman yang sedang di singgahi kedua orang itu, ingin sekali kameranya menangkap dua ajing lucu berbeda warna tersebut. Betapa tidak bisa cukup dipercaya jika melihat ekspresi keduanya. Jika seharusnya anjing-anjing itu sibuk bermain, menggonggong, berlarian bersama, atau saling menggaruk mengibaskan bulu-bulu tebalnya, keduanya malah terbengong melihat dua manusia berbeda jenis kelamin itu bertengkar.

“Gog gog gog” Choco berbicara pada Dubu “Gog gog gog” Dubu menjawab.

Wajah mereka terlihat malas dan sedikit kesal melihat pertengkaran itu.

“Gog gog gog”

“Gog gog gog”

Adakah yang bisa mengartikan makna gonggongan itu? Mungkin saja artinya adalah bahwa Choco sedang menyatakan cinta pada Dubu dan Dubu menerima pernyataan cinta Choco. Tapi sepertinya itu tidak tepat karena yang ada pada raut wajah keduanya adalah wajah lesu nan malas.

Saling menggeleng-geleng secara serempak lalu pada akhirnya kedua anjing itu memilih berjalan bersama-sama sambil sesekali Choco menyenggol Dubu.

“Gog gog gog” suara gongongan Choco dan Dubu terasa semakin menjauh.

Di tempat yang sama Kyuhyun dan Seohyun masih saling bertengkar.

“Hey, kau ini sebagai pria apa tidak punya moral, huh? Meminta untuk duduk dipangkuan seorang gadis, ck”

“Aku hanya ingin membuktikan ucapanku”

“Itu salah dan kau tahu itu”

“Tidak, kau yang salah mengartikannya. Hanya membuktikan. Kau saja yang terlalu berpikiran jauh”

“Itu penghinaan buatku”

“Ck. Justru keburuntungan karena diduki pria sepertiku”

“Kau ini”

“Hyaaaaa ampuuunnnn”

Dan maaf-maaf saja Kyuhyun karena sekarang kau harus menerima serangan maut dari gadis itu lagi. Hemhhh


***

“Dasar pria aneh tidak punya moral” sambil memberi makan pada Dubu, mulut Seohyun tak hentinya mengumpat.

“Bagaimana bisa dia memintaku untuk menuruti keinginan gilanya?”

“Aaarrggggggg”

“Gog gog gog”

“Dubu-ya…….maaf….” Seohyun merutki dirinya sendiri.

Saking kesalnya pada Kyuhyun buat dia tak sadar. Biasanya mengelus kepala Dubu tapi tadi dia malah menjambak bulu anjing manis itu hingga menjerit dan mengeluarkan gonggongannya.

“Maafkan aku, sayang….” Seohyun nampak begitu menyesal “Pria itu membuatku begitu emosi”

“Pria yang mana?”

Hyoyeon, kakak Seohyun muncul dari balik pintu. Seohyun menoleh sejenak kemudian dia kembali mengelus kepala Dubu.

“Jangan dipikirkan, aku hanya asal bicara, eonnie”

“Hemhh benarkah?”Hyoyeon mengernyit. Gadis itu hampiri Seohyun lalu duduk di atas lantai samping sang adik.

“Kau dari mana, eonnie? Malam-malam baru pulang?”

“Biasa” Hyoyeon tersenyum ceria “Eunhyuk oppa mengajakku kencan”

“Pria yang tinggal di komplek yang sama dengan kita?” Hyoyeon nampak mengangguk.

Seohyun mendengus. Kakaknya sekarang sering sekali pergi dan itu terjadi sejak mereka baru pindah ke kota Seoul. Tidak disangka kakak perempuannya itu begitu mudah mendapatkan seorang kekasih. Tidak seperti dirinya.

“Kau, kenapa melamun, huh?”

“Tidak….sedari tadi aku sedang serius memperhatikan Dubu”

Hyoyeon berdecak “Sekali-kali yang kau perhatikan itu pria” katanya mengejek “Ini, Dubu saja yang selalu kau pikirkan. Apa nanti kau akan menikah dengan Dubu, huh?”

“Eonnie” rengek Seohyun “Aku masih muda. Jangan membahas hal semacam itu”

“Puhahhaha tapi itu akan terjad. Lagipula sudah sebesar ini masih saja menjombloi”

Gadis itu berpikir sejenak “Ah…kenapa kau tidak berkenalan dengan adik Eunhyuk oppa saja?”

“Kalo tidak salah Eunhyuk oppa punya adik laki-laki dan usianya tidak jauh denganmu. Mungkin saja kalian cocok”

Seohyun mendengus “Lupakan saja. Aku tidak tertarik dengan perjodohan”

“Siapa yang menjodohkanmu? Aku hanya memberi saran”

“Apapun itu aku tidak tertarik”

“Walau seandainya dia tampan?”

“Jika dia melebihi ketampanan pacarmu akan aku pertimbangkan, eonnie”

“Yak! Eunhyuk oppa pria paling tampan, Seohyun”

“Puhaha bermimpilah, eonnie…sepertinya kau sudah rabun”

“Seohyun!”

***

Sudah satu minggu berlalu. Minho dan Jonghyung sampai tak habis pikir melihat keanehan yang Kyuhyun tampilkan.

“Kau sehat kan, Kyu?” Jonghyun menyentuh jidat Kyuhyun.

“Tidak sakit?”

“Tidak panas?”

“Tidak terkena penyakit rabies atau malaria kan?”

“Yak!” Kyuhyun singkirkan tangan Jonghyun dan sedikit menjauh karena pusing atas pertanyaan bertubi yang pria itu lontarkan.

“Aku sehat walafiat” katanya dengan tegas “Kau yang gila dan mungkin terkena rabies”

Jonghyun merengut “Enak saja, aku juga sehat, Kyu….”

Di tempat duduk yang lain ada Minho yang cekikikan melihat keduanya. Hingga dia entah dari mana ikut berbaur semakin mendekat dengan kostum kapten Tsubatsa yang melekat pada tubuhnya.

“Hey…anak muda” logatnya sok seperti aa gim.

“Apakah kalian tengah galau?”

“Apakah kalian butuh hiburan?”

“Atau kalian butuh uang?”

“Bergabunglah bersama kami agen penyembuh kekacauan”

“Ya Tuhan….” Kyuhyun mengusap wajahnya kasar “Ada apa dengan hari ini?” katanya meratap terharu.

“Ada apa dengan semua ini, Ya Tuhan…?”

“Ada apa? Kenapa? Ada apa dengan hari ini?” dia terus berbicara seorang diri dengan melinangkan air mata karena merasa begitu sedih entah karena apa.

“Sepertinya aku harus segera menghubungi rumah sakit jiwa untuk kedua temanku yang sudah gila ini”

Tut tut tut

“Yak! Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?” Minho berubah menjadi dirinya yang nyata.

“Menghubungi rumah sakit jiwa untuk membawa kalian”

“Oh my god, oh my now oh my woowwww” Minho berteriak ala Naumi.

“Yang gila itu kauu!!!!!” lanjutnya semakin berteriak kencang.

“Sungguh ter…laaa…luuu…..” logat roma irama kini tengah dikumandangkan Minho dan Jonghyun secara bersamaan.

Mereka semua menggeleng secara bersamaan. Menghela napas pada kekonyolan yang dilakukan masing-masing. Kini mulai ada keseriusan.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Jonghyun mulai bertanya “Kenapa akhir-akhir ini kau sering membawa Choco, huh?”

Kyuhyun menyeringai “Kasih tahu gak yah…..”

“Yaelah, Kyu….serius napa?” Minho menatap kesal.

Kyuhyun sendiri malah cekikikan karena dia malah tak tahu kenapa dengan dirinya yang bisa berubah drastis pada Choco.

“Kyuhyun” satu sapaan buyarkan lamuan ketiganya “Sini”

“Gog gog gog” suara gonggongan Choco adalah yang merespon pertama kali.

Kyuhyun kembali sunggingkan senyumnya. Dia membiarkan Choco berlari terlebih dahulu sedangkan dirinya menatap kedua sahabatnya terlebih dahulu.

“Doakan aku, kawan” ujarnya “Semoga misiku berhasil”

Pria itu melangkah pergi. Melambai dengan begitu gemulai bak ratu pantai. Jonghyun dan Minho paham.

“Jadi ini?” tanya mereka bersamaan “Karena anak baru itu? Si gadis tomboy yang suka membawa anjing putih itu?”

“Asataga……”

Memang hebat dan maha dahsyat sekali aura DuCho. Walau tidak ada perlakuan romantis namun kebersamaan yang dilakukan Kyuhyun dan Seohyun akhir-akhir ini memang tak bisa dihindari. Keduanya bisa akur dan menjadi musuh dalam waktu bersamaan jika sudah mulai bertengkar.

“Hari ini kita akan kemana?” Seohyun bertanya sesaat setelah ia masuki mobil Kyuhyun.

“Kita jalan-jalan ke pantai”

“Pantai?” teriak Seohyun dengan ceria “Aku mau”

“Gog gog gog” gonggongan DuCho menjadi pelengkap kebahagiaan akan rencana jalan-jalan yang sudah Kyuhyun rencanakan.

“Cantik” Kyuhyun bergumam dalam hatinya ketika beberapa saat ia melirik ke arah Seohyun.

“Baik”

“Ahhh sepertinya aku jatuh cinta…” lanjutnya masih dalam hati. Ia menjerit tertahan karena tak kuat melihat pesona Seohyun yang begitu dahsyat sedahsyat petir karena sudah mampu membuatnya kalang kabut. Terlalu suka dan ingin semakin dekat dengan gadis itu.

*** 

“Sangat kebetulan ternyata adik kita saling mengenal”

“Dia bukan adikku”

“Huh?”

“Nde, dia anak tiri”

“Oppa……..”

“Mana ada seorang adik yang selalu menganiyaya kakaknya sendiri? Dan itu hanya akan dilakukan oleh adik kurang ajar itu”

Percakapan sengit namun terkesan konyol tengah dialkukan Eunhyuk dan Hyoyeon. Keduanya duduk bersama di sebuah kursi yang berada di halaman rumah Eunhyuk.

“Hahah sabarlah….” sambil tertawa, Hyoyeon mengelus pundak Eunhyuk “Tapi, Kyuhyun memang jauh lebih tampan darimu” Eunhyuk mendelik mendengar lanjutan kalimat kekasihnya.

” Kurasa kalian memang saudara tiri”

“Apa kau bilang?”

“Mungkin aku anak pungut, oppa”

“Yak, Hyo. Apa-apaan kau ini?”

Eunhyuk nampak begitu murkan. Cengiran kekasihnya membuat dia begitu merasa terhina seakan tengah dijadikan bahan ejekan oleh orang yang dia sangat sayangi.

“Dibanding Kyuhyun, Choco jauh lebih tampan” sungutnya tak mau terima kenyataan.

Hal yang tak mungkin pun jadi mungkin bagi dia. Tidak peduli yang dirinya anggap tampan itu adalah seekor anjing, Eunhyuk tetap tak bisa menerima jika Kyuhyun memang lebih tampan.

Tapi tunggu. Tadi Hyoyeon mengatakan jika Kyuhyun lebih tampan dari Eunhyuk. Dan sekarang Eunhyuk mengatakan Choco jauh lebih tampan dari Kyuhyun. Apa pria itu tak sadar jika ucapannya tadi secara tidak langsung mengatakan jika nyatanya dia ataupun Kyuhyun tak jauh lebih tampan dari Choco?

Oh…Eunhyuk…segeralah pergi untuk memeriksa kejiwaanmu, sayang…..

“Kita kedalam saja. Kau buatkan jus untukku ya, sayang….l rajuk Eunhyuk dengan manja.

Hyoyeon tersenyum “Dengan senang hati” jawabnya “Akan aku buatkan jus pisang untukmu”

“Kau yang terbaik, sayang….muaaccchhhhh”

.
.
.

Memang tidak salah jika sekarang Eunhyuk terlihat begitu kesal. Lihat saja, pria yang tadi dipuji oleh kekasihnya kini memang tengah bermain bersama dengan Seohyun di halaman tempat dia sendiri tengah duduk. Choco dan Dubu tak absen. Kedua anjing lucu itu ada bersama melengkapi kebersamaan mereka.

“Bukan begitu caranya, Kyuhyun…” Seohyun mengambil alih sisir yang dipegang Kyuhyun “Begini saja kau tidak bisa” dengusnya menatap sebal.

Seohyun ambil alih penyisir rambut itu lalu mulai menyisir bulu Choco dan mendandani anak anjing itu dengan beberapa aksesoris agar terlihat lucu seperti Dubu.

“Memang kau ini tidak pandai merawat binatang” katanya mulai memasang pita di kepala Choco “Pantas saja terlihat sangat amatir. Choco memang bukan milikmu”

Kyuhyun begitu malu. Sebulan yang lalu dia memang tertangkap basah oleh Seohyun perihal masalah itu. Gara-gara keemberan hyungnya yang tak bisa menjaga rahasia, kini Seohyun tahu jika Choco memang bukan anjingnya.

“Begitukah caramu untuk mendekatiku?” mata Kyuhyun membulat sedikit terkejut “Menggunakan anjing lucu tak berdosa hanya untuk sebuah tipu muslihat”

“Ck, cara yang biadab”

“Apa?” pria itu sedikit kalap. Ia antara tak menerima sekaligus malu karena kembali disindir oleh Seohyun.

“Sudah aku katakan jika saat itu aku terlanjur mengakui Choco sebagai milikku” katanya tak tetap tak mau mengakui “Kau jangan berpikir yang tidak-tidak, Seohyun”

“Mengaku saja” Seohyun masih tak mau kalah “Kau memang jelas-jelas sudah memanfaatkan Choco untuk bisa mendekatiku”

“Nde-“

“Mengaku saja” Seohyun tersenyum jahil “Kau memang sangat penasaran padaku, kan?”

Pria itu tertawa lepas. Ada perasaan gugup disana karena memang apa yang Seohyun katakan benar. Namun, haruskah ia mengakui jika itu memang kenyataan? Dimana harga dirinya jika harus seperti itu?

“Tidak apa-apa jika kau tidak mau mengaku” Seohyun mencubit gemas pipi Choco “Toh, yang rugi juga bukan aku”

Gadis itu memilih pergi. Tidak pergi jauh. Hanya berjalan-jalan mengelilingi luas halaman rumah Kyuhyun bersama kedua anjing itu yang memang bersamanya.

Kyuhyun tak mampu berkata apapun. Dalam hati ia memang mengakuinya. Jika harus dijabarkan, sejak awal dia memang sudah terpesona pada Seohyun.

Tunggu, pada Seohyun atau pada pahanya?

Pukulan keras akan dia berikan pada siapapun yang tega mengatakan jika dirinya hanya tertarik pada paha Seohyun. Tidak, kali ini Kyuhyun akan mengakuinya. Dia memang tertarik pada Seohyun. Gadis itu cantik, sangat mempesona. Itulah kesan pertama yang Kyuhyun rasakan walau kebrutalan Seohyun turut ia rasakan.

“Gog gog gog” seakan paham pada situasi, Dubu hampiri Kyuhyun dengan tampang polosnya.

“Gog gog gog” Kyuhyun beranjak dari duduknya. Ia mulai berjongkok.

“Omong-omong, majikanmu sudah punya pacar belum?”

“Gog gog gog”

“Hah? Belum? Pantas saja dia tidak pernah terlihat di alun-alun jika malam minggu”

“Gog gog gog”

“Hahhaha” Kyuhyun tertawa seorang diri bersamaan dengan Dubu yang selalu menjawab melalui gongongannya.

“Cha, kita hampiri eommamu, cantik” dengan gerak lembut, Kyuhyun bawa Dubu dalam gendongannya.

Sungguh di luar dugaan. Jika dulu dia sangat alergi pada binatang berbulu itu, kini dia memang sama sekali tak merasa canggung ataupun jijik. Apalagi semenjak bertemu dengan Seohyun, rasa alergi pada anjing memang tak dia rasakan lagi.

Waw…..istimewa.

“Cantik, kau melupakan puterimu”

“Kau mengatakan apa barusan?”

“Ya sudah aku ralat” Kyuhyun merubah wajahnya yang berseri menjadi datar “Tampan, Dubu mu yang jelek ini sudah kau telantarkan”

“Yak! Kyuhyun!”

Disana, Eunhyuk dan Hyoyeon tertawa cekikikan melihat Seohyun yang berlari mengejar Kyuhyun. Suara gonggongan Choco dan Dubu ikut menambah suasana sore itu menjadi semakin ceria.

“Aku wanita, Kyuhyun…kenapa kau memanggilku tampan?”

“Kau sendiri yang tidak mau dikatakan cantik”

“Aku tidak mengatakan tidak mau. Hanya memintamu mengulang”

“Sama saja. Lagipula kau memang tampan. Mana ada gadis cantik tapi jago karate dan suka menganiyaya pria lemah tak berdaya sepertiku”

Jika harus di ulang maka ekpresi sama memang nampak saat ini. Choco dan Dubu pastinya bisa merasakan kesal karena setiap kali bersama pasti tidak pernah akur.

“Gog gog gog” Dubu nyengir memperlihatkan gigi-giginya yang kecil namun runcing.

“Gog gog gog”

“Gog gog gog”

Seakan tak mau peduli pada apapun yang sedang terjadi, sekarang mereka memang sibuk pada diri masing-masing. Bunga-bunga bermunculan. Di sekitar kepala Dubu muncul gambar love cukup banyak.

Waw……sepertinya Choco tengah menyatakan cinta.

“Gog gog gog” seperti tersambar petir ajaib, Choco bisa berdiri lalu goyang samba karena pernyataan cintanya diterima oleh Dubu.

“Gog gog gog chu……….”

“Kyuhyun, lihat” Seohyun dan Kyuhyun saling beradu karena mendadak berhenti berlari.

“Dubu-ya….tidak!” tak kuasa rasanya. Seohyun segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sendiri. Tidak kuat melihat Choco mencium bibir Dubu dengan begitu mesra.

“Ck, dia mendahuluiku” dalam umpatannya nyatanya Kyuhyun tengah menfaatkan situasi.

Pria itu tersenyum lebar kala membantu Seohyun untuk bersembunyi. Pelukannya sengaja dia eratkan semata-mata hanya untuk menikmati moment dimana dia bisa memeluk tubuh Seohyun.

“Mereka begitu mesra, apa kau tidak ingin mencobanya, Seohyun?”

“Diamlah” Seohyun pukul Kyuhyun pelan “Jangan mengajariku hal kotor, Kyuhyun”

“Tapi sepertinya adegan itu begitu nikmat”

“Kyu-“

“Lumayan”

“Yak!”

Mampus. Sepertinya sekarang mereka tidak hanya akan menjadi atlet karate handal namun juga seorang pelari yang begitu cekatan. Seusai mencuri cium bibir Seohyun kilat, Kyuhyun segera kabur karena dia tahu jika sekarang keselamatannya tengah terancam.

“Kyuhyun……awas kau!!!!”

“Hahhaa akui saja jika ciumanku nikmat, sayang…..”

“Hey! tadi kau menciumku seenaknya dan sekarang kau memanggilku sayang? hah……siapa dirimu dan siapa aku?” Seohyun begitu marah.

Ia sampai tak peduli dengan rasa lelahnya yang sudah berlarian sedari tadi dengan Kyuhyun. Yang sekarang dia tahu adalah ingin membunuh Kyuhyun. Sadis.

“Kau kekasihku”

“Apa?”

Kyuhyun berhenti dari aksi berlarinya. Ia meredakan sejenak napasnya yang terengah karena memang begitu lelah. Pria itu hampiri Seohyun lalu memegang kedua pundaknya.

“Sepertinya aku memang jatuh cinta padamu”

“Apa?” lagi-lagi Seohyun bertanya hal yang sama. Mungkin Seohyun kehabisan stok kata-kata.

“Jadilah kekasihku” tidak ada kalimat romantis karena Kyuhyun menyatakannya dengan santai dan seperti tidak ada rasa gugup.

Mungkin jika sekarang yang di tembak adalah kalian, pasti akan berpikir jika itu hanyalah lelucon/maunya hahah

“Sudahlah…aku lelah. Dubu juga belum aku mandikan”

“Biar dia mandi dengan Choco”

“Yak!” Kyuhyun menutup mulutnya bersamaan ketika Seohyun memekik keras.

“Kau…” ucap Seohyun geram “Sudah membuat bibir Dubuku tak suci karena Choco dan sekarang kau membiarkan mereka mandi bersama? astaga…mereka belum halal, Kyuhyun”

“Mwo? puhahahahhaha” Kyuhyun tak bisa menahan tawanya.

Dia sampai jatuh ke tanah karena tertawa terpingkal-pingkal. Memang ada yang lucu, Kyu? dasar bocah gila. Ini yang gila castnya atau aku sebagai penulisnya sih?/abaikan -_-

“Kita jadia saja yu….” pria itu sudah menghentikan tawanya.

Kini dengan aksen manja khas anak-anak, Kyuhyun kembali mengutarakan perasaannya yang sangat tidak dewasa itu.

“Aku tidak mau?” perkataan Seohyun buat Kyuhyun sedih.

“Kenapa…..?”

“Karena kau tidak romantis” jawab Seohyun dengan tegas “Aku akan menerimamu jika kau bisa mengucapkannya dengan romantis”

Mata Kyuhyun berbinar. Dia kulum senyumnya dengan begitu geli. Ternyata sesimple itu? hah…itu sih sangat mudah.

“Seohyun…” seperti gaya para lelaki dalam drama-drama, Kyuhyun berlutut sambil ia pegang kedua tangan Seohyun.

“Maukah kau menjadi eomma bagi Choco?”

“Apa?”

“Aniyo, maksudku….maukah kau menjadi kekasihku dan kelak kita akan menikah dan kau akan jadi eomma untuk anak-anakku” Kyuhyun jeda kalimatnya. Wajahnya begitu serius “Bagaimana, bersediakah kau Seo Joo Hyun? susah, senang, miskin, kaya, sehat, sakit, selalu ada bersamaku?”

“Kenapa gayamu jadi seperti pendeta sih, Kyu”

Ya. Pria itu memiringkan kepalanya untuk berpikir. Benar saja. Tadi dia memang terlalu lebay atau mungkin karena terlalu terbawa suasana. Kyuhyun mulai frustasi. Jujur saja ia bingung. Walau sudah sering melihat adegan romantis namun tetap saja terasa susah jika dilakukan sendiri. Sedangkan Seohyun masih mengerucutkan bibirnya menunggu kelanjutna pernyataan cinta Kyuhyun.

“Ahhh aku bingung” teriak Kyuhyun resah “Sudahlah, kau mau atau tidak jadi kekasihku?”

Seohyun merengut takut. Sedetik kemudian dia buat Kyuhyun melongo karena terkejut.

“Hyaaa kenapa kau menangis?”

“Hiks…kau mengajakku jadian atau mau merampokku sih, Kyu? kasar sekali….” jawab Seohyun disela isak tangisnya yang begitu merintih.

“Ya…ya…tentu saja aku mengajakmu jadian, Seohyun…” pria itu bergerak gugup “Terima saja yah…biar cepat” tambahnya lagi disertai kedipan nakal.

“Aku…”

“Gog gog gog” ah…sepertinya memang harus dirtun da dulu.

Kehadiran DuCho buat konsentrasi Seohyun buyar.

“Nanti saja, Kyu” melas Seohyun “Dubu harus mandi. kapan-kapan aku jawab pernyataan cintamu”

“Yak! mana bisa begitu?”

“Seohyun!!!”

.

.

.

END…

Gantung? hahahah ember….
nanti aku kasih sequel deh..tapi itu kalo kalian mau/kabuurrrrrrrrrrrrrrrrr

 

Iklan

59 thoughts on “Because Of DuCho~~2

  1. Hahaha….
    Serius bikin ketawa…

    Suka

  2. ngakak ini ya ampun eonni nya xD

    Suka

  3. Ngocol nih ff

    Suka

  4. hahaha.. ini apa?? malh ketawa mulu…
    ada ada aja sumpaahhhh

    Suka

  5. hahahahaha……ampun dech kyuppa!!
    msa nmbak seo pke ngbntak sgla!!
    g da rmntis2nya nie kyuppa!!

    Suka

  6. haha konyol bnget sihh..

    Suka

  7. Ngakak trys bcanya…kekeke

    Suka

Please, leave a reply for me ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s